Delegasi 16 Negara Terpesona Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan dan Keindahan Hutan Banyuwangi

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi dipilih menjadi lokasi Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs): Sustainable Timber yang diikuti 36 delegasi dari 16 negara. Saat di Banyuwangi, mereka mengaku terkesan dengan pengelolaan pertanian dan perkebunan di Banyuwangi.

Seperti yang diungkapkan peserta Facundo Gonzalez, yang bekerja pada unit lingkungan hidup, perubahan iklim, dan perdagangan di Kementerian Luar Negeri Argentina. Indonesia merupakan negara di Asia pertama yang ia kunjungi.

“Ini pertama kalinya saya datang ke Asia, jadi rasanya luar biasa sekali bisa berada di Indonesia. Ini adalah negara Asia pertama yang saya pijak, dan menurut saya sejauh ini keramahan orang-orang Indonesia benar-benar luar biasa. Saya bisa merasakannya setelah seharian di sini,” ujar Facundo saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Rabu Malam (24/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Argentina merupakan salah satu negara yang berpartisipasi dalam forum internasional yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University.

Para delegasi berasal dari Argentina, Brazil, Guatemala, Bolivia, Colombia, Ecuador, Mexico, Ghana, Honduras, Dominican Republic, Nigeria, Saint Lucia, Pantai Gading, Papua New Guinea, Malaysia, dan Thailand.

Mereka di Banyuwangi selama 4 hari (24–27/06/2026) untuk mempelajari berbagai praktik pengelolaan pertanian dan perkebunan, terutama industri kayu di Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu Facundo juga mengungkapkan kekagumannya dengan potensi alam yang ada di Banyuwangi. Salah satunya potensi alam hutan dan perkebunan.

Sebelumnya ia telah mengunjungi sejumlah hutan yang dikelola oleh Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) yang ada di Banyuwangi.

“Saya sudah sering ke berbagai hutan, di Argentina kami juga punya hutan tapi yang satu ini benar-benar berbeda. Menariknya, kami bisa mendengar suara azan dari masjid, dan di saat yang sama, kami sedang berada di tengah hutan,” kesan Facundo.

“Hal itu menciptakan suasana yang sangat unik dan terasa cukup spiritual. Bagi saya pribadi, saya sangat menghargai momen itu. Rasanya menyenangkan sekali bisa berada di sana,” ujarnya.

Kesan positif juga disampaikan delegasi Ghana, Ophilious Lambog dari Timber Industry Development Division, Forestry Commission Ghana. Ia mengaku terkesan dengan keramahan warga Banyuwangi.

“Kami juga terkesan dengan kehangatan warga Banyuwangi. Makanannya juga sangat enak,” ujarnya.

Para delegasi tersebut berasal dari unsur pemerintah, akademisi, diplomat, hingga pelaku usaha yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan, khususnya industri pengolahan kayu.

Dijelaskan Kepala CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, bahwa program peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan komoditas kayu yang legal, berkelanjutan, dan berdaya saing.

“Banyuwangi memberikan ruang yang baik untuk melihat praktik lapangan, teknologi, dan perkembangan sektor timber berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengungkapkan rasa terima kasihnya karena Banyuwangi dipilih sebagai lokus kegiatan. “Kami juga berharap Banyuwangi bisa mendapatkan insight berharga untuk pengembangan perkebunan dan kehutanan,” tutunya. (Kabiro bwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Denpasar Gelar Lomba Burung Berkicau Piala Kapolresta Jadi Ajang Silaturahmi Pecinta Kicau Mania
Ruwat Air 1 Muharram di Desa Penanggal Berlangsung Khidmat, Polsek Candipuro Pastikan Situasi Aman
Pemuda Lumajang Bawa Tumpak Sewu Menyapa Dunia dari Ruang Kelas Internasional
Ritual Adat “GREBEG SURO” Pendem Kepala Sapi Desa Sumbermujur, Menyedot Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Terpesona Pendopo Banyuwangi, Raline Shah: Such a Beautiful, Bagus Sekali
Tumpak Sewu Jadi Primadona Libur Iduladha dan Waisak, Dikunjungi Hampir 10 Ribu Wisatawan
Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:00 WIB

Polresta Denpasar Gelar Lomba Burung Berkicau Piala Kapolresta Jadi Ajang Silaturahmi Pecinta Kicau Mania

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:36 WIB

Ruwat Air 1 Muharram di Desa Penanggal Berlangsung Khidmat, Polsek Candipuro Pastikan Situasi Aman

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:26 WIB

Pemuda Lumajang Bawa Tumpak Sewu Menyapa Dunia dari Ruang Kelas Internasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:21 WIB

Ritual Adat “GREBEG SURO” Pendem Kepala Sapi Desa Sumbermujur, Menyedot Wisatawan Lokal dan Luar Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:39 WIB

Terpesona Pendopo Banyuwangi, Raline Shah: Such a Beautiful, Bagus Sekali

Berita Terbaru