Pemuda Lumajang Bawa Tumpak Sewu Menyapa Dunia dari Ruang Kelas Internasional

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Di tengah ruang belajar internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara, sebuah kisah kecil lahir dari seorang pemuda asal Kabupaten Lumajang. Dari sebuah kelas di China, nama Air Terjun Tumpak Sewu kembali disebut, bukan di tanah kelahirannya, melainkan di hadapan siswa lintas negara.

Muhammad Afif Darell Ozora Toga, atau dalam nama Tionghoa ??? (Li Zunfeng) berusia 17 tahun, pelajar asal Lumajang yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, memperkenalkan Tumpak Sewu sebagai bagian dari presentasi budaya dan pengetahuan. Di layar presentasinya, terpampang keindahan air terjun berundak yang mengalir di antara tebing hijau Lumajang, menghadirkan kekaguman sekaligus rasa ingin tahu dari para siswa internasional.

Namun lebih dari sekadar memperkenalkan destinasi wisata, momen itu menjadi ruang perjumpaan antara identitas lokal dan perspektif global. Dari ruang kelas sederhana, tersampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak hanya indah, tetapi juga layak diperbincangkan di panggung dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menunjukkan bahwa promosi daerah kini tidak lagi terbatas pada ruang formal pemerintahan atau kampanye pariwisata, melainkan dapat tumbuh dari kesadaran individu yang membawa kebanggaan terhadap tanah kelahirannya ke mana pun mereka pergi.

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memberikan apresiasi atas langkah tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai jembatan pengenalan daerah dalam konteks global yang semakin terbuka.

“Generasi muda adalah bagian penting dari wajah Lumajang di masa depan. Ketika mereka membawa nama daerahnya dengan penuh kebanggaan di ruang internasional, itu menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membangun citra positif Indonesia,” ujar Bunda Indah, Rabu (17/6/2026).

Ia menegaskan bahwa kekuatan promosi daerah tidak hanya bertumpu pada keindahan destinasi, tetapi juga pada narasi yang dibawa oleh masyarakatnya sendiri. Dalam konteks ini, anak muda menjadi aktor penting yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan perhatian dunia.

Di era keterhubungan global saat ini, ruang kelas di luar negeri pun dapat menjadi etalase kecil bagi Indonesia. Dari sana, cerita tentang Lumajang tidak berhenti sebagai pengetahuan geografis, tetapi berkembang menjadi pengalaman budaya yang hidup.

Bunda Indah juga menilai, semakin banyak generasi muda yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun luar negeri, semakin besar pula peluang untuk memperluas jangkauan pengenalan potensi daerah secara organik dan berkelanjutan.

“Ketika generasi muda mencintai daerahnya, mereka akan menjadi penyambung cerita tentang Lumajang di mana pun mereka berada,” tambahnya.

Tumpak Sewu pun tidak hanya hadir sebagai destinasi wisata alam yang memesona, tetapi juga sebagai simbol bahwa daerah dapat dikenal dunia melalui cara-cara sederhana melalui cerita, kebanggaan, dan kesadaran identitas yang dibawa oleh warganya sendiri.

“Pemuda keren itu mencintai Lumajang dengan memberitakan yang baik tentang Lumajang,” tegas Bunda Indah.

Dari sebuah ruang kelas di China, Lumajang hadir dalam percakapan lintas bangsa. Sebuah pengingat bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, identitas lokal tidak semakin kecil, justru dapat menjelma menjadi cerita global yang bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ritual Adat “GREBEG SURO” Pendem Kepala Sapi Desa Sumbermujur, Menyedot Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Terpesona Pendopo Banyuwangi, Raline Shah: Such a Beautiful, Bagus Sekali
Tumpak Sewu Jadi Primadona Libur Iduladha dan Waisak, Dikunjungi Hampir 10 Ribu Wisatawan
Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi
Segoro Topeng Kaliwungu Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Berbasis Pariwisata
Diskominfo Lumajang Perkuat Promosi Pariwisata melalui Ekosistem Digital Terintegrasi
90 Ribu Wisatawan Liburan di Banyuwangi Selama Libur Panjang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:21 WIB

Ritual Adat “GREBEG SURO” Pendem Kepala Sapi Desa Sumbermujur, Menyedot Wisatawan Lokal dan Luar Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:39 WIB

Terpesona Pendopo Banyuwangi, Raline Shah: Such a Beautiful, Bagus Sekali

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:49 WIB

Tumpak Sewu Jadi Primadona Libur Iduladha dan Waisak, Dikunjungi Hampir 10 Ribu Wisatawan

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:28 WIB

Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi

Berita Terbaru

Kesehatan

Pemkab Tangerang Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:27 WIB