GarudaXpose.com | Lumajang – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Padepokan Sunyoruri Gunung Puji di lereng Gunung Lemongan, Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, saat ratusan warga mengikuti tradisi Malam 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Kegiatan yang telah berlangsung secara turun-temurun itu dihadiri masyarakat dari berbagai daerah, baik dari Lumajang maupun luar daerah seperti Malang, Jember, Surabaya, Probolinggo, Kediri, Banyuwangi hingga Lampung. Menariknya, peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang agama, mulai Islam, Hindu hingga Kristen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa dan mantra ritual yang dipimpin Juru Kunci Gunung Lemongan, Jaka Dewa Purnama, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Bhabinkamtibmas Desa Papringan Aiptu Nanang Handoko bersama Babinsa Sertu Muhtaryono melakukan pengamanan dan monitoring selama kegiatan berlangsung.
Aiptu Nanang Handoko mengatakan kehadiran aparat keamanan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Kami hadir untuk melakukan monitoring dan pengamanan agar masyarakat yang mengikuti tradisi Malam 1 Suro dapat melaksanakan kegiatan dengan nyaman dan aman. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar dan kondusif,” kata Nanang di lokasi kegiatan.
Menurut dia, tradisi Malam 1 Suro di kawasan lereng Gunung Lemongan merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
“Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana spiritual bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan toleransi antarwarga yang berasal dari berbagai daerah maupun latar belakang agama,” ujarnya.
Kapolsek Klakah AKP Ilham Ade Putra mengapresiasi seluruh pihak yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, kegiatan budaya dan tradisi masyarakat merupakan bagian dari kekayaan sosial yang perlu dijaga bersama selama pelaksanaannya tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban umum.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan lintas agama menunjukkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat,” ujar AKP Ilham Ade Putra.
Ia menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan panitia kegiatan menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman selama pelaksanaan tradisi tersebut.
“Dari hasil pemantauan anggota di lapangan, kegiatan berlangsung aman, lancar dan terkendali. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga keamanan bersama,” tambahnya.
Sekitar 120 orang tercatat mengikuti kegiatan yang digelar di Pendopo Padepokan Sunyoruri Gunung Puji, Dusun Gunung Kenek, Desa Papringan. Hingga kegiatan berakhir pada dini hari, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Klakah terpantau aman dan kondusif.









