4 Suwat (Blok) Bawang Merah Milik Petani Pagejugan Raib Dibedol Maling, Korban Enggan Lapor

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Photo: Pemilik lahan Bawang Merah,WARNUDI (59) yang di jebol maling (Sabtu pagi,13 Juni 2026)

BREBES, GARUDAXPOSE – Nasib apes dialami Warnudi (59), petani bawang merah asal Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes. Sebanyak 4 suwat atau sekitar 4 blok tanaman bawang merah miliknya di area persawahan Jalan Yos Sudarso, Pasar Batang, lenyap digasak maling pada Sabtu Pagi, 13 Juni 2026.

Lokasi pencurian berada di lahan yang cukup ramai, tepatnya di belakang Warung Sorsem milik Mbak Uci dan berhadapan langsung dengan Kantor KPU Kabupaten Brebes. Meski dekat jalan utama dan permukiman, pelaku leluasa menggasak bawang yang sudah siap panen tersebut tanpa terendus warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditemui awak media Garudaxpose, Sabtu (13/6/2026), Warnudi mengaku biasanya selalu berjaga di sawah itu setiap malam. Namun, pada malam kejadian ia memilih menjaga sawah satunya yang sudah dipanen.

“Kebetulan tadi malam tidak saya jaga. Saya jaga di sawah yang satunya karena sudah dibedol.Warnudi bilang Jam 1 pagi saya tengok, bawang masih utuh di 4 suwat itu. Jadi tidak ada curiga sama sekali,” ungkap Warnudi.

Ia baru menyadari bawangnya hilang keesokan paginya. Sekitar pukul 10.00 WIB, Warnudi datang bersama istrinya dengan maksud menanam timun di sela tanaman bawang. Betapa kagetnya ia saat mendapati 4 blok bawang yang semalam masih tertanam rapi kini sudah kosong tak bersisa. Di lokasi hanya tersisa bekas cabutan, tanah yang masih gembur, dan beberapa daun berserakan di pematang.

“Paginya saya datang sama istri mau nanam timun. Lihat bawang yang masih tertanam di blok kok kosong. Kaget saya, lemas rasanya. Mau marah sama siapa juga bingung,” tutur Warnudi.

Menurut perkiraannya, kerugian akibat pencurian ini mencapai puluan ribu rupiah karena bawang saat ini lagi mahal dan naik harganya bagus. Sebab, bawang merah di 4 sowat itu sudah berumur tua, daunnya mulai menguning dan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk dipanen. Warnudi menduga pelaku beraksi dini hari, setelah ia pulang dari pengecekan pukul 01.00 WIB. Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang karena mampu mengangkut hasil 4 suwat hanya dalam waktu singkat.

Aksi pencurian hasil pertanian ini kembali meresahkan petani di wilayah Brebes. Sejumlah petani sekitar mengaku kejadian serupa sering terjadi saat harga bawang sedang tinggi di pasaran. Modusnya sama: menyasar lahan yang tidak dijaga dan sudah siap panen. Meski begitu, banyak yang enggan melapor karena pesimistis pelaku bisa tertangkap.

Hal senada disampaikan Warnudi. Meski rugi , ia memilih tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. “Sudah lah, biarin saja. Lapor juga percuma, malingnya juga nggak ketangkep. Ujung-ujungnya buang waktu sama tenaga. Mending ikhlas, cari rezeki lagi,” ucapnya pasrah.

Warnudi hanya berharap ada patroli malam dari warga atau aparat desa agar sawah yang belum panen bisa lebih aman. Ia juga mengimbau petani lain untuk lebih waspada dan tidak lengah menjaga lahan, terutama saat harga komoditas sedang bagus.

“Kalau bisa dijaga ya dijaga terus. Sekali lengah ya habis. Saya sendiri yang ngalami. Tapi mau gimana lagi, mungkin belum rezeki saya,” pungkasnya.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dwi Nita Lestari Bersama Tim 17 Ajak Warga Jaga Kondusifitas Jelang PAW Kepala Desa Tamansari, Diusung Tokoh Masyarakat dan Mantan Legislator PPP
Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Danny Hendro Saputro, SH., MH. Soroti Pemadaman Listrik Bergilir di Banyuwangi, Siap Layangkan Surat Resmi ke PLN
Politeknik Agraria STPN Tawarkan Program Studi Khusus di Bidang Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang
Konsultasi Syarat Pengurusan Berkas Pertanahan, MPP Jadi Pilihan Masyarakat Cari Kepastian Layanan Pertanahan
Dampak BBM Naik, Bupati Lumajang Tarik Semua Kendaraan Dinas Roda Empat.
Wali Kota Aminuddin: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Menentukan Arah Pembangunan Kota Probolinggo
KSP Dudung Tinjau SPPG ProKids Malang, Pastikan Program MBG Berjalan Berkualitas dan Tepat Sasaran

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:50 WIB

4 Suwat (Blok) Bawang Merah Milik Petani Pagejugan Raib Dibedol Maling, Korban Enggan Lapor

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:42 WIB

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:19 WIB

Dwi Nita Lestari Bersama Tim 17 Ajak Warga Jaga Kondusifitas Jelang PAW Kepala Desa Tamansari, Diusung Tokoh Masyarakat dan Mantan Legislator PPP

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:05 WIB

Ketua LBH Gadjah Madha Indonesia Danny Hendro Saputro, SH., MH. Soroti Pemadaman Listrik Bergilir di Banyuwangi, Siap Layangkan Surat Resmi ke PLN

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:31 WIB

Politeknik Agraria STPN Tawarkan Program Studi Khusus di Bidang Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang

Berita Terbaru

Daerah

Sabtu, 13 Jun 2026 - 05:42 WIB