GarudaXpose.com | Lumajang – Semangat kebersamaan antara TNI, Polri, dan masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Lumajang.
Puluhan personel dari Polsek Randuagung dan Koramil Randuagung turun langsung membantu proses rehabilitasi rumah tidak layak huni milik Sunarwi di Dusun Elosan Desa Randuagung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang pada Kamis (12/6/2026).
Sejak pagi hari suasana gotong royong sudah tampak di lokasi. Anggota TNI dan Polri bekerja bersama warga setempat mengangkat material bangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian membongkar bagian rumah yang sudah lapuk. Sementara yang lain menyiapkan bahan bangunan untuk proses perbaikan.
Di tengah aktivitas tersebut tidak terlihat sekat antara aparat dan masyarakat. Mereka bekerja berdampingan dengan tujuan yang sama yakni membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga Sunarwi.
Rumah yang selama ini ditempati Sunarwi diketahui mengalami kerusakan pada sejumlah bagian. Kondisi bangunan yang sudah tua membuat rumah tersebut membutuhkan perbaikan agar lebih aman dan nyaman untuk dihuni.
Kapolsek Randuagung AKP Edi Kuswanto yang memimpin langsung kegiatan mengatakan rehabilitasi rumah tidak layak huni merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Menurutnya kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas antara aparat dengan warga.
“Kami bersama anggota Koramil dan masyarakat bergotong royong membantu rehabilitasi rumah Ibu Sunarwi agar menjadi lebih layak ditempati. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan antara TNI Polri dan masyarakat,” kata Edi di sela kegiatan.
Ia menjelaskan sinergi yang terjalin selama ini menjadi modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat. Karena itu pihaknya terus mendorong kegiatan kemanusiaan yang melibatkan seluruh elemen.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan semangat saling membantu. Ketika ada warga yang membutuhkan maka semua pihak bisa hadir memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung warga Dusun Elosan juga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka datang secara sukarela untuk membantu pekerjaan yang dilakukan aparat.
Kehadiran masyarakat membuat proses perbaikan berjalan lebih cepat dan penuh semangat kebersamaan.
Bagi Sunarwi bantuan tersebut menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Perempuan yang menjadi pemilik rumah itu mengaku terharu melihat banyak pihak yang peduli terhadap kondisi rumahnya.
Ia mengatakan selama ini dirinya tidak pernah membayangkan rumah yang ditempatinya akan mendapat perhatian dan bantuan dari TNI Polri serta warga sekitar.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI Polri serta seluruh warga yang sudah membantu memperbaiki rumah saya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ujar Sunarwi.
Menurutnya kondisi rumah yang ditempatinya memang sudah mengalami banyak kerusakan. Saat musim hujan tiba beberapa bagian rumah sering mengalami kebocoran sehingga membuat penghuni merasa tidak nyaman.
Dengan adanya rehabilitasi tersebut ia berharap keluarganya dapat tinggal dengan lebih aman dan tenang. Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah membantu mendapatkan kesehatan dan keberkahan.
Kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni di Dusun Elosan menjadi gambaran bahwa budaya gotong royong masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara TNI Polri dan warga membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan besar dalam membantu sesama.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat semangat kebersamaan seperti yang terlihat di Randuagung menjadi pesan penting bahwa persoalan sosial dapat diatasi melalui kerja bersama. Ketika kepedulian hadir maka harapan bagi warga yang membutuhkan pun ikut tumbuh.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna tersebut TNI dan Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan. Mereka juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan dan membantu kesulitan warga di sekitarnya. Sebuah potret nyata pengabdian yang lahir dari semangat kemanusiaan dan gotong royong.













