VIRAL AKSI DEBUS MAKAN BELING RELAWAN SPPG BREBES: PIHAK MITRA SEBUT VIDEO DIPOTONG DAN DIPELINTIR

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//—Aksi seorang relawan Sentra Pelayanan Peternakan dan Gizi (SPPG) Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, yang makan pecahan lampu neon di atas mobil viral di media sosial. Pihak SPPG Kubangsari membantah narasi negatif yang beredar dan menyebut video telah dipotong.

Video tersebut pertama kali ramai setelah diunggah akun Instagram @updatebrebes. Dalam tayangan, pria berkaus biru khas SPPG tampak berdiri di atas mobil bertuliskan MBG, memecahkan lampu neon, lalu memakannya. Unggahan itu diiringi lagu “Mas Bahlil Ganteng” dan tiga narasi:
Naik ke atas mobil lalu pecahkan dan makan lampu neon, maksudnya apa yah?;
Pamer kekuatan atau nantang rakyat yang kritik MBG;
Fokus kerja bae mas ora usah kakehen tingkah.

Klarifikasi Mitra SPPG
Mitra SPPG Kubangsari, Umar, membenarkan pria dalam video adalah relawannya. Namun ia menyayangkan narasi yang dibangun pengunggah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu memang relawan SPPG sini. Aslinya bukan seperti itu. Video yang viral sudah dipotong dan diedit. Kemudian diberi narasi negatif yang menimbulkan kebencian,” kata Umar saat dihubungi Kamis (11/6) siang.

Umar menjelaskan, video direkam oleh asisten lapangan SPPG Kubangsari, Dheny Siswanto, sebelum Idul Adha. Durasi aslinya 58 detik dan diunggah lewat akun resmi SPPG.

Hiburan Usai Distribusi, Bukan Unjuk Kekuatan
Dheny membenarkan dirinya yang merekam. Menurut dia, relawan dalam video bernama Alfajar alias Yayang, bagian distribusi makanan. Yayang disebut memiliki latar belakang pemain debus dan pesulap keliling sebelum bergabung menjadi relawan.

“Asli orang sini, cuma dulu kerja sebagai pemain debus dan sulap keliling. Kemudian berhenti setelah bergabung menjadi relawan,” ujar Dheny.

Dheny menambahkan, video asli tidak hanya menampilkan debus makan beling. Ada pula atraksi sulap ompreng kosong menjadi penuh makanan. Musik latar yang dipakai pun lagu tarling pantura, bukan “Mas Bahlil Ganteng” seperti versi @updatebrebes.

“Sebenarnya ada adegan sulap, tapi dipotong. Kemudian diberi narasi negatif yang menyudutkan SPPG. Lagunya juga sudah beda, karena aslinya lagu khas tarling pantura,” tegasnya.

Ia menegaskan aksi itu dilakukan sebagai hiburan internal setelah relawan selesai distribusi ke sekolah-sekolah. Yayang sengaja unjuk kebolehan debus dan sulap untuk mencairkan suasana sekaligus melepas penat tim. Tidak ada maksud pamer kekuatan apalagi menantang pihak mana pun.

Dheny juga memastikan kegiatan relawan SPPG tetap berjalan normal pascaviralnya video tersebut. Distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat tidak terganggu. Pihaknya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi potongan video yang sudah diberi narasi tendensius.

“Jadi tidak betul video ini untuk menakuti pihak lain. Ini murni hiburan setelah selesai kerja. Kami mohon publik lihat versi utuhnya dulu sebelum menilai,” pungkas Dheny.

Hingga berita ini ditulis, akun @updatebrebes belum memberikan tanggapan atas klarifikasi dari pihak SPPG Kubangsari. Pihak SPPG Kubangsari mengaku terbuka jika ada pihak yang ingin mengonfirmasi langsung ke lapangan untuk melihat aktivitas relawan.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dahului Truk di Jalan Nasional Banyuwangi-Jember, Pengendara Motor Tewas di TKP
Wujud Bakti Warga Binaan Lapas Banyuwangi Melalui Partisipasi dalam Program Bedah Rumah
Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Digelar, Kapolres Lumajang Tekankan Pelayanan Masyarakat
Resmi Dilantik Pengurus DPC KWRI Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang periode 2026-2029. Wujudkan Jurnalis Profesional
Papan Bunga Bertebaran di Tugu Adipura, nanun tidak ada lagi sembako tukar nyawa. Keluarga Minta Keadilan untuk Joni Iskandar
Polsek Padang dan Forkopimka Mediasi Sengketa Tanah Warga di Rumah Rembuk
LBH Gadjah Madha Indonesia Apresiasi Kehadiran Kades Tumari dalam Takziyah Warga Desa Tegalrejo
LBH Gadjah Madha Indonesia Kawal Korban Laka Hingga RSUD Genteng, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:13 WIB

Dahului Truk di Jalan Nasional Banyuwangi-Jember, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:08 WIB

Wujud Bakti Warga Binaan Lapas Banyuwangi Melalui Partisipasi dalam Program Bedah Rumah

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:33 WIB

VIRAL AKSI DEBUS MAKAN BELING RELAWAN SPPG BREBES: PIHAK MITRA SEBUT VIDEO DIPOTONG DAN DIPELINTIR

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:42 WIB

Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Digelar, Kapolres Lumajang Tekankan Pelayanan Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Resmi Dilantik Pengurus DPC KWRI Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang periode 2026-2029. Wujudkan Jurnalis Profesional

Berita Terbaru