BREBES,GarudaXpose.com//–Di tengah derasnya arus transformasi digital, Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri (Sespimmen) tak ingin tertinggal. Lembaga pendidikan calon perwira menengah ini menggencarkan program penguatan kompetensi menulis akademik dan publikasi digital bagi seluruh peserta didik atau Serdik Dikreg ke-66.
Kompol Ilham S. Sakti, S.H., S.I.K., M.H., salah satu Serdik Sespimmen Dikreg Ke-66, menegaskan bahwa kemampuan menulis dan publikasi digital kini jadi kebutuhan mutlak bagi calon pemimpin Polri.
“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Serdik harus mampu meningkatkan kapasitas intelektual dan profesional,” ujarnya, Rabu (11/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan Sekadar Syarat Lulus
Program ini dirancang agar Serdik mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis secara sistematis, menyusun argumen logis, dan menghasilkan karya ilmiah yang berbobot. Tujuannya jelas: mendorong pola pikir kritis, objektif, dan solutif menghadapi tugas kepolisian yang kian kompleks.
Karya tulis yang dihasilkan tak berhenti di ruang kelas. Hasil pemikiran dan penelitian Serdik didorong untuk jadi kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan, strategi, hingga praktik terbaik di tubuh Polri.
Dari Jurnal ke Platform Digital
Era digital membuat publikasi tak lagi terbatas di jurnal cetak. Serdik Sespimmen kini dilatih mengemas gagasan dalam format digital yang menarik, informatif, dan mudah diakses publik.
“Publikasi digital memperluas jangkauan pengetahuan, membangun jejaring profesional, sekaligus memperkuat citra institusi lewat informasi yang edukatif,” tambah Ilham.
Langkah ini juga jadi bagian membangun budaya literasi di lingkungan Sespimmen. Dengan budaya literasi yang kuat, semangat belajar, penelitian, dan inovasi diharapkan tumbuh berkelanjutan.
Bekal Pemimpin Polri Masa Depan
Penguasaan menulis akademik dan publikasi digital diyakini jadi bekal penting dalam pengambilan keputusan berbasis data. Lebih dari itu, kompetensi ini mendukung visi Polri yang modern, presisi, dan terpercaya.
“Dari setiap tulisan akan tumbuh gagasan. Dari gagasan yang dipublikasikan akan tercipta manfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Ilham.
Ia menutup dengan jargon yang kini digaungkan di Sespimmen: “Menulis untuk Menginspirasi, Berkarya untuk Negeri, dan Berpublikasi untuk Kemajuan Polri.”
Pungkasnya, Kompol Ilham menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang Sespimmen dalam mencetak pemimpin yang adaptif. “Pemimpin masa depan bukan hanya andal di lapangan, tapi juga unggul dalam nalar, gagasan, dan komunikasi publik. Tulisan adalah jejak intelektual yang tak lekang waktu,” tutupnya.
Terpisah, Kasespimmen Lemdiklat Polri menyampaikan bahwa penguatan literasi digital ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan dalam kurikulum. Harapannya, setiap lulusan Sespimmen mampu menjadi knowledge leader yang membawa perubahan positif, baik di internal Polri maupun di tengah masyarakat.
Dengan semangat lifelong learning, para Serdik kini tak hanya dituntut cakap memimpin pasukan, tetapi juga piawai merangkai kata, menuang pemikiran, dan menyebarkannya untuk kemajuan bersama.***
(Agus)










