Libatkan Organisasi Perempuan, Pemkot Probolinggo Perkuat Gerakan Pencegahan Stunting

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo terus mengintensifkan langkah percepatan penurunan stunting dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peranan Wanita dalam Mendukung Gerakan Cegah Stunting” yang digelar oleh Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dinkes P2KB tersebut melibatkan beragam organisasi perempuan, mulai dari kader PKK, kader posyandu, hingga unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, dan Dharma Wanita Persatuan. Selain itu, penanggung jawab gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga turut ambil bagian.

Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam mencegah stunting sejak lingkup keluarga. Menurutnya, peran ibu sangat menentukan dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ibu adalah ujung tombak. Dari rumah tangga, kita bisa memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar pemahaman tentang stunting tidak berhenti pada teori semata, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Stunting, kata dia, berdampak pada tumbuh kembang anak secara fisik maupun kognitif.

Dalam kesempatan tersebut, Evariani turut mengingatkan penerapan pola A-B-C-D-E sebagai langkah pencegahan stunting. Mulai dari aktif mengonsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan rutin, konsumsi protein hewani, kunjungan posyandu setiap bulan, hingga pemberian ASI eksklusif.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, Intan Soedarmaji, mengungkapkan bahwa angka stunting di daerahnya mengalami penurunan sebesar 9,56 persen pada 2025. Capaian tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat.

“Sebanyak 180 peserta dari berbagai organisasi perempuan kami libatkan dalam kegiatan ini. Tujuannya untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Para peserta juga mendapatkan pelatihan praktis pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah dijangkau. Materi disampaikan oleh narasumber dari Poltekkes Kemenkes Surabaya serta praktisi kuliner.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain menerima materi, mereka juga diajak memahami pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, pola makan sehat, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mendukung program Gerakan Cegah Stunting. Pemerintah berharap, melalui keterlibatan aktif perempuan, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran di tengah masyarakat.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB