BREBES,GarudaXpose.com//-Panitia Kompetisi U-13 PSSI Kabupaten Brebes menggelar temu teknik sekaligus screening terakhir bagi seluruh peserta, Kamis, 30 April 2026. Acara berlangsung pukul 14.00 WIB di Kantor Sekretariat PSSI Kabupaten Brebes dan jadi penentu sebelum 18 tim turun bertarung di Stadion Karangbirahi.
Temu teknik dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Kompetisi U-13 2026, Tri Boedi Hermanto. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PSSI Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah, yang di wakili oleh Bendahara PSSI Drs. Bambang Purwanto, Operator Kompetisi U-13 Mas Fauzi, tim screening Dahudin dan Kusjarin, serta seluruh Panitia dan perwakilan dari 18 SSB/tim peserta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan Tegas Ketua PSSI Brebes Heri Fitriansyah
Mengawali arahannya, Heri Fitriansyah, yang di wakili oleh Tri Boedi Hermanto, menekankan bahwa Kompetisi U-13 adalah pondasi pembinaan, bukan sekadar ajang cari juara.
“Saya minta semua SSB pegang teguh kejujuran, terutama soal data pemain. Jangan sampai terulang kasus pemain siluman seperti di Piala Bupati Cup tahun lalu. Kalau sampai ketahuan ada yang curang, sanksinya berat. Kita jaga marwah sepak bola Brebes dari kelompok usia dini,” tegas Heri.
Heri juga mengapresiasi langkah panitia yang sejak awal menerapkan pendaftaran dan screening secara online. “Ini bukti PSSI Brebes makin profesional dan transparan. Tidak ada lagi titip-titipan lewat WA atau SMS,” tambahnya.
Paparan Aturan dari Ketua Panitia Tri Boedi Hermanto
Usai arahan Ketua PSSI, Tri Boedi Hermanto memaparkan aturan teknis kompetisi secara detail agar tidak ada miskomunikasi di lapangan.
1.Peserta, Usia, dan Administrasi
Total 18 tim dinyatakan final ikut serta. Seluruh pemain wajib asli Kabupaten Brebes, dibuktikan dengan KK/KTP orang tua, dengan batas usia kelahiran 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2015. “Semua berkas sudah dicek tim screening. Yang tidak ikut screening otomatis kami anggap mundur,” kata Tri. Setiap tim juga wajib punya sertifikat anggota SSB, sudah menyerahkan Form A1-2-3, dan mendaftarkan 3 official termasuk pelatih.
2.Aturan Pertandingan
ID Card wajib dipakai setiap pemain saat bertanding. Soal kostum, tiap tim diminta bawa 2 set warna berbeda untuk antisipasi warna sama dengan lawan. Kostum kiper wajib beda dengan pemain. Aksesori seperti deker dan manset harus senada dengan warna kostum. Tim yang namanya disebut pertama di bagan berhak pakai kostum utama. Jika tetap sama, tim tamu yang wajib ganti.
Untuk jumlah pemain, tiap tim boleh daftarkan maksimal 23 pemain. Saat pertandingan, 11 pemain inti dan maksimal 12 cadangan. Pergantian pemain dibatasi 7 kali. Pertandingan hanya bisa berjalan jika minimal ada 7 pemain di lapangan. Kurang dari itu, laga dihentikan.
Durasi pertandingan disepakati 2 x 25 menit. Toleransi keterlambatan hanya 10 menit dari jadwal kick-off. Lewat dari itu, tim dinyatakan kalah WO. Setiap laga akan dipimpin 1 wasit tengah, 2 asisten wasit, dan 1 pengawas pertandingan dari Askab PSSI Brebes.
3.Sistem dan Jadwal Kompetisi
Kompetisi dibagi dua tahap. Pertama, Babak Penyisihan. 18 tim dibagi jadi 6 grup, masing-masing grup berisi 3 tim. Menggunakan sistem setengah kompetisi, artinya setiap tim main 2 kali. Kedua, Babak Gugur. Juara 1 dari tiap grup otomatis lolos ke 8 besar, ditambah 2 runner-up terbaik untuk menggenapi kuota. Setelah itu akan dilakukan drawing ulang untuk menentukan bagan perempat final, semifinal, hingga final.
Jadwal babak penyisihan ditetapkan Sabtu sampai Senin, 3–5 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB sampai sore di Stadion Karangbirahi. Untuk babak gugur perempat final sampai final akan digelar Jumat sampai Minggu di tempat yang sama. “Tanggal pastinya menyusul setelah penyisihan selesai,” jelas Tri.
4.Protes, Hadiah, dan Tim Medis
Terkait protes, Tri menegaskan hanya dilayani jika menggunakan formulir resmi yang ditandatangani official/pelatih dan kapten tim. Keputusan akhir ada di Komisi Disiplin Panitia.
Total hadiah pembinaan yang disiapkan panitia Rp7 juta. Rinciannya: Juara 1 mendapat uang pembinaan + trofi + piagam, Juara 2 Rp2 juta + trofi + piagam, Juara 3 bersama masing-masing Rp500 ribu + trofi + piagam, dan Top Skor Rp500 ribu + trofi. “Semua hadiah akan ditransfer dan dipotong pajak 5% sesuai aturan,” tambahnya.
Untuk kesehatan pemain, panitia menyiapkan tim medis di lapangan. Namun jika ada kasus yang harus dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas, biaya menjadi tanggung jawab tim. Karena itu, panitia sangat menyarankan seluruh pemain memiliki BPJS Kesehatan aktif. “Kartunya dibawa saat tanding biar kalau ada apa-apa bisa cepat ditangani,” imbau Tri.
Penegasan dari Tim Screening Dahudin
Tim Screening, Dahudin, ikut memberi penegasan soal pendaftaran pemain. “Kuotanya maksimal 23, tapi memang ada tim yang cuma daftarin 12 pemain. Itu hak masing-masing. Yang penting diingat, begitu kompetisi mulai, daftar nama pemain sudah kami kunci. Tidak bisa lagi nambah pemain baru, meskipun kuota masih,” tegas Dahudin.
Soal Pembagian Grup
Menutup paparan, Tri Boedi membuka forum diskusi soal pembagian grup. Panitia menawarkan opsi apakah tim dari satu kecamatan atau satu desa boleh bertemu di babak penyisihan atau harus dipisah. “Prinsipnya ini pembinaan. Kalau satu desa ketemu biar jadi bahan pemetaan kekuatan juga tidak apa-apa. Tapi kami kembalikan ke forum. Yang jelas, siapapun lawannya harus diterima,” jelasnya.
Drawing grup rencananya langsung dilakukan setelah temu teknik selesai. Panitia memastikan tidak ada rekayasa. “Bisa langsung diundi di tempat, biar transparan,” kata Mas Fauzi, Operator Kompetisi.
Di akhir acara, Ketua PSSI Kabupaten Brebes Heri Fitriansyah yang di wakili oleh Ketua Panitia Tri Boedi Hermanto, kembali mengingatkan seluruh elemen yang terlibat.
“Aturan sudah jelas, jadwal sudah ada. Sekarang tinggal komitmen kita semua. Untuk tim, junjung tinggi sportivitas. Untuk wasit, pimpin dengan adil. Untuk panitia, layani dengan profesional. Harapan saya, dari kompetisi ini lahir bibit-bibit pesepak bola Brebes yang tidak hanya hebat di lapangan, tapi juga berkarakter,” pungkasnya.red*
(Gus)













