Garudaxpose.Com | Pematangsiantar Niat hati bermain air, malah berujung duka. Seorang anak laki-laki berusia 5,5 tahun berinisial WAF meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Parbebsi, Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kamis (23/4/2026) siang.
Peristiwa tragis itu terjadi Kamis 23 April 2026 sekira pukul 11.45 WIB di Sungai Parbebsi, Jalan Sibatu-baru Blok II, Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
Korban WAF (5,5) ditemukan tenggelam saat mandi di sungai yang berada tak jauh dari belakang rumah orangtuanya. Kedalaman sungai di lokasi mencapai kurang lebih 2,5 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Personil piket Polsek Siantar Martoba langsung respon cepat ke TKP setelah menerima laporan warga. Pawas IPTU Ritca Siahaan bersama Kanit Reskrim IPDA Juhandya Malau, S.H turun langsung melakukan pengecekan.
Kapolsek Siantar Martoba AKP Martua Manik, S.H., M.H menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya korban bersama adik kandungnya keluar rumah untuk mandi ke Sungai Parbebsi. Setiba di lokasi, korban langsung masuk ke sungai sementara adiknya hanya menunggu di pinggir.
Nahas, adik korban melihat abangnya masuk lalu tenggelam. Sontak sang adik menangis minta tolong ke saksi Ramli Sianipar dan teman-temannya yang sedang duduk di perladangan dekat sungai.
Saksi bersama temannya langsung terjun ke sungai mencari korban. Tak lama, korban berhasil ditemukan dan diangkat ke pinggir. Warga berupaya memberikan pertolongan pertama di lokasi.
Ibu kandung korban, E (26), yang tiba di TKP langsung sepakat membawa WAF ke Puskesmas. Namun petugas medis menyarankan agar dirujuk ke RS Evarina Etaham Pematangsiantar menggunakan mobil BPBD. Sayang, setiba di RS, dokter jaga menyatakan korban sudah meninggal dunia.
Sekira pukul 14.00 WIB, pihak RS Evarina Etaham menyerahkan jenazah korban kepada orangtua untuk dibawa ke rumah duka.
Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan dan orangtua korban sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi,” pungkas AKP Martua Manik, S.H., M.H.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur kekerasan. Murni kecelakaan karena tenggelam.
(MNK)




