Gerak Cepat Sebelum Viral, Anggota DPRD Murnaeni,S.E Tanggapi Kondisi Gedung SDN Kubangsari 03

- Penulis

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Kondisi Gedung SD Negeri Kubangsari 03, Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes yang sempat viral di media sosial ternyata sudah lebih dulu direspon oleh Anggota DPRD Dapil IV Fraksi Gerindra, Murnaeni, S.E. Bahkan sebelum ramai di publik, Proposal bantuan resmi dari pihak sekolah sudah masuk ke meja Murnaeni dan langsung ditindaklanjuti.

Awal Mula: Laporan Berantai dari Kades ke Dewan

Informasi kerusakan SDN Kubangsari 03 sampai ke Murnaeni tidak lewat jalur formal dinas, melainkan laporan berantai dari warga yang peduli terhadap dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi lengkapnya:Kepala Desa Kubangsari, Siswo mendokumentasikan kondisi sekolah berupa foto dan video secara detail, lalu mengirimkannya ke suami Murnaeni karena kedekatan personal dan kepedulian yang sama terhadap fasilitas pendidikan.

Suami Murnaeni yang menerima kiriman tersebut langsung meneruskan semua bukti visual ke istri Murnaeni tanpa menunda.
Murnaeni usai melihat kondisi riil bangunan sekolah segera berkoordinasi dengan Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra, Heru Irawanto,Beliau juga di DPRD sebagai pimpinan Dewan dari fraksi Gerindra

untuk membahas langkah penanganan tercepat.
SDN Kubangsari 03 kemudian secara resmi mengirimkan proposal bantuan kepada Murnaeni selaku Anggota DPRD Dapil IV yang membidangi wilayah tersebut.

Melihat kondisi bangunan yang memprihatinkan, Murnaeni mengaku terkejut sekaligus prihatin. “Kok masih ada sekolahan yang seperti itu. Miris sekali. Sebelumnya tidak ada laporan atau tindakan dari Dinas atau langsung dari sekolahan tersebut ke saya,” tegas Murnaeni saat dikonfirmasi GarudaXpose.com melalui WhatsApp, Kamis 23 April 2026.

Dua Tahun Ajukan ke Dinas via Dapodik, Nihil Tindak Lanjut

Kepala SDN Kubangsari 03, Kunto, S.Pd.SD, membenarkan pihaknya sudah berupaya maksimal mengikuti seluruh prosedur resmi pemerintah terkait pengajuan perbaikan sarana prasarana.

“Tahun 2024 dan 2025 sudah saya ajukan ke Dinas Sapras. Sudah dua kali. Saya mengajukan sesuai rangka-rangka yang di Dinas melalui aplikasi Dapodik. Itu sudah saya laksanakan semua prosedurnya,” jelas Kunto saat dihubungi terpisah.

Fakta yang membuat miris, Kunto mengajukan perbaikan untuk dua sekolah sekaligus dalam periode yang sama. Hasilnya timpang dan menimbulkan tanda tanya: satu sekolah di wilayah Ketanggungan sudah mendapat bantuan perbaikan, sementara SDN Kubangsari 03 hingga kini belum tersentuh sama sekali.

Murnaeni menambahkan, dari keterangan pihak sekolah, pengajuan pertama ke dinas sudah dilakukan lebih dari satu tahun lalu. Namun tidak ada tindakan, tidak ada survei lanjutan, dan tidak ada kejelasan kelanjutannya.

Respon Dewan Hitungan Hari, Proposal Baru Masuk 3 Hari Lalu

Berbanding terbalik dengan lambatnya birokrasi dinas, respon dari legislatif justru cepat dan terukur. Proposal resmi ke Murnaeni baru diterima sekitar tiga hari lalu, tepat sebelum isu kerusakan sekolah ini viral di media sosial.

“Pengajuan ke Bu Dewan baru. Mungkin 3 hari yang lalu baru diterima proposal Pak. Bu Dewan tadi bilang saya akan langsung diupayakan,” ungkap Kunto.

Meski proposal baru masuk, Murnaeni langsung bergerak melakukan verifikasi dan komunikasi ke pihak terkait. Kepala Desa Kubangsari, Siswo, juga menyatakan komitmennya siap membantu mengawal proses pengajuan ini sampai terealisasi di lapangan. “Saya siap dampingi terus. Kasihan anak-anak sekolah,” ujar Siswo.

Desakan Transparansi dan Evaluasi Anggaran Pendidikan

Kasus SDN Kubangsari 03 membuka tabir persoalan klasik: lambatnya birokrasi penanganan sarana prasarana sekolah di daerah. Sekolah sudah taat prosedur dua tahun berturut-turut lewat aplikasi Dapodik yang menjadi sistem resmi Kemendikbud, tapi mentok tanpa kejelasan.

Begitu laporan masuk ke anggota dewan melalui jalur aspirasi masyarakat, respon justru datang dalam hitungan hari. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik soal alur, prioritas, dan transparansi penggunaan anggaran pendidikan di tingkat dinas.

Ketua Komite SDN Kubangsari 03, Karyadi, berharap kejadian ini jadi momentum perbaikan. “Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Plafon banyak yang lapuk, tembok retak. Khawatir kalau hujan deras,” kata Karyadi.

Komitmen Kawal Hingga Terealisasi

Murnaeni menegaskan pihaknya tidak akan berhenti di penerimaan proposal. Ia berkomitmen mengawal usulan perbaikan SDN Kubangsari 03 sampai masuk dalam prioritas penganggaran dan terealisasi fisiknya.

“Saya sudah terima proposalnya dan sudah saya pelajari. Ini akan saya perjuangkan di pembahasan anggaran. Anak-anak Brebes berhak dapat fasilitas belajar yang layak. Tidak boleh ada lagi sekolah yang luput dari perhatian,” tegas Murnaeni.

Sementara siswa SDN Kubangsari 03 masih harus bertahan belajar di ruang kelas yang kondisinya mengkhawatirkan, harapan kini bertumpu pada gerak cepat legislatif setelah jalur dinas buntu selama dua tahun.

Anggota DPRD Dapil IV Fraksi Gerindra: Murnaeni, S.E
Kepala SDN Kubangsari 03: Kunto, S.Pd.SD
Ketua Komite SDN Kubangsari 03: Karyadi
Kepala Desa Kubangsari: Siswo
Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra: Heru Irawanto, Beliau juga di DPRD sebagai pimpinan Dewan dari fraksi Gerindra

Pihak sekolah dan desa kini berharap tindak lanjut dari Murnaeni bisa segera direalisasikan agar proses belajar mengajar tidak lagi terganggu dan keselamatan siswa lebih terjamin, pungkasnya.red*

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Ruang Kelas SD di Brebes Ambruk Bertahun-tahun, Puluhan Siswa Terpaksa Belajar Bergiliran Sampai Sore
Nominal PIP Siswa Kelas VI SDN Pasir Muncang I Rp225 Ribu, Diduga Sesuai Tahap Pencairan
Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang
Haru dan Pesan untuk Masa Depan: SMAN 3 Brebes Lepas 11 Kelas XII Lewat Apel Pelepasan Bersama Orang Tua
Rektor IAD Probolinggo Tembus Lereng Gunung, Perkuat Pendidikan Madrasah Hingga Pelosok
Luar Biasa!, 16 Peserta Didik SMKN 1 Lumajang Lulus SNBP 2026
Bayang Luka di Balik Pintu Kelas: Kasus Perundungan Berulang di SD Brebes Ungkap Rapuhnya Pengawasan dan Kasih Sayang
Pemkab Jembrana Sosialisasikan Skema Beasiswa “1 Keluarga 1 Sarjana” Program Bali

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:00 WIB

Gerak Cepat Sebelum Viral, Anggota DPRD Murnaeni,S.E Tanggapi Kondisi Gedung SDN Kubangsari 03

Rabu, 22 April 2026 - 17:19 WIB

3 Ruang Kelas SD di Brebes Ambruk Bertahun-tahun, Puluhan Siswa Terpaksa Belajar Bergiliran Sampai Sore

Rabu, 22 April 2026 - 08:04 WIB

Nominal PIP Siswa Kelas VI SDN Pasir Muncang I Rp225 Ribu, Diduga Sesuai Tahap Pencairan

Selasa, 21 April 2026 - 11:55 WIB

Semangat Hari Kartini Warnai Persiapan Rapat Kerja DKKT Kabupaten Tangerang

Senin, 20 April 2026 - 06:54 WIB

Haru dan Pesan untuk Masa Depan: SMAN 3 Brebes Lepas 11 Kelas XII Lewat Apel Pelepasan Bersama Orang Tua

Berita Terbaru