BREBES,GarudaXpose.com//-Kondisi memprihatinkan dialami puluhan siswa SD Negeri Kubangsari 03 di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Sudah beberapa tahun terakhir, tiga ruang kelas di sekolah itu ambruk dan belum juga diperbaiki. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar jadi terganggu dan siswa harus rela sekolah sampai sore hari.
Dari tiga ruang kelas yang rusak, kondisi paling parah ada di ruang kelas 5 dan 6. Dindingnya sudah lapuk dan catnya mengelupas di mana-mana. Kerangka atap kayu juga keropos dimakan usia, bikin banyak genteng jatuh dan plafon ambrol berantakan ke lantai. Satu ruang kelas lainnya juga rusak meski tidak separah dua kelas tadi, tapi tetap tidak aman dipakai karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Karena hanya tersisa tiga ruang kelas yang layak, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar bergiliran. Guru SD Negeri Kubangsari 03, Sri Asih, menjelaskan pembagiannya: siswa kelas 1, 2, dan 3 masuk pagi mulai pukul 07.00 WIB dan dipulangkan lebih cepat pukul 10.00 WIB. Giliran berikutnya, siswa kelas 4, 5, dan 6 baru masuk siang dan baru bisa pulang pukul 15.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem giliran ini jelas membuat jam belajar jadi tidak ideal. Siswa kelas kecil waktu belajarnya berkurang, sementara siswa kelas besar harus pulang sore saat cuaca panas dan badan sudah capek. Konsentrasi belajar pun ikut terganggu karena jam istirahat dan jam pulang yang molor.
Bahkan untuk menutupi kekurangan ruang, kantor kepala sekolah pun terpaksa disulap menjadi ruang kelas darurat untuk siswa kelas 6. “Yang rusak parah ada dua kelas, satu lagi rusak tidak terlalu parah tapi tidak bisa dipakai semua. Kelas yang dikosongkan itu kelas 5 dan 6 mulai tahun ajaran baru kemarin,” kata Sri Asih saat ditemui di lokasi, Rabu (22/4/2026).
Sri Asih menambahkan, kerusakan ruang kelas makin parah saat musim hujan kemarin karena bangunannya memang sudah lapuk. Setiap hujan deras, air masuk ke dalam kelas lewat atap yang bolong. Pihak sekolah tidak tinggal diam. Mereka sudah mengajukan proposal perbaikan atau revitalisasi ruang kelas ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes sejak Februari 2026 lalu.
Pengajuan itu ternyata sudah ditindaklanjuti. Petugas dari Dindikpora Brebes juga sudah datang meninjau langsung kondisi sekolah dan mendokumentasikan kerusakan. “Dari dinas juga sudah ke sini dan tinggal menunggu realisasi. Kami cuma bisa berharap segera dibangun, kasihan anak-anak,” ujar Sri Asih.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes, Aditya Perdana, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi. Dia memastikan SDN Kubangsari 03 sudah masuk dalam daftar usulan sekolah yang akan diperbaiki lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan.
“Kalau usulan sudah masuk. Nanti turunnya bertahap sesuai kemampuan anggaran dari Kementerian. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi karena kondisinya memang darurat,” kata Aditya melalui pesan singkat, Rabu (22/4/2026).
Untuk saat ini, para siswa dan guru masih harus bersabar sambil menunggu realisasi perbaikan. Mereka berharap ruang kelas yang ambruk bisa segera dibangun kembali agar proses belajar bisa normal seperti sekolah lain, tidak perlu lagi bergantian sampai sore dan bisa fokus mengejar ketertinggalan materi, pungkasnya.red*
(Gus)














