Baca juga selanjutnya info Jembrana terkait OPD dan Bantuan
Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Kabupaten Jembrana melakukan akselerasi penuh untuk mengukuhkan posisi sebagai daerah dengan pencapaian tertinggi dan tercepat di Bali dalam implementasi program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ambisi ini ditegaskan oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, usai menerima kunjungan sosialisasi dari Danrem 163/Wira Satya, di KDMP Desa Delod Berawah , Selasa ( 7/4).
Bupati Kembang Hartawan menyatakan bahwa Jembrana tidak ingin sekadar menjalankan program secara normatif, melainkan menargetkan hasil yang paling masif dan progres paling cepat dibandingkan kabupaten lain di Pulau Dewata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin tercepat, kami ingin terdepan, dan kami ingin terbanyak. Maka dari itu, upaya kolaborasi dengan TNI, desa adat, dan dinas langsung kita lakukan tanpa menunda,” tegas Bupati Kembang Hartawan.
Saat ini, Jembrana telah membuktikan komitmennya dengan menduduki posisi puncak dalam pencapaian target KDKMP. Tercatat sebanyak 7 titik telah mencapai pembangunan 100%, sementara 14 titik lainnya sedang dalam proses pembangunan aktif. Bupati menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah telah diinstruksikan untuk bergerak dengan ritme cepat dalam memfasilitasi seluruh aspek pembangunan fisik. Untuk memastikan Jembrana tetap di posisi terdepan, Pemkab telah menyiapkan tiga langkah taktis :
1. Hibah Aset Strategis : Memetakan dan menyerahkan aset pemerintah daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan koperasi.
2. Optimalisasi Lahan Desa Adat: Mengajak Desa Adat aktif menyumbangkan pemanfaatan lahan agar pembangunan fisik KDKMP merata di seluruh pelosok Jembrana.
3. Peningkatan Kualitas SDM: Menyiapkan pelatihan intensif bagi pengurus koperasi agar manajemen berjalan profesional dan berkelanjutan.
“Kami siap mengawal keberhasilan program Bapak Presiden Prabowo Subianto di Jembrana agar kesejahteraan masyarakat kami bisa meningkat secepat mungkin,” terang Bupati Kembang.
Senada dengan ambisi tersebut, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.E., mengapresiasi kesiapan luar biasa dari Jembrana. Menurutnya, sinergi antara TNI dan Pemda Jembrana adalah kunci utama mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Jembrana sangat luar biasa. Kita ingin Jembrana tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pelopor dan yang tercepat dalam urusan ketahanan pangan melalui KDKMP ini,” ujar Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.
Dengan dukungan penuh dari berbagai lini, Jembrana optimis mampu melampaui target-target yang ditetapkan. KDKMP di Jembrana diharapkan menjadi role model bagi kabupaten/kota lain di Bali dalam hal kecepatan birokrasi, ketersediaan lahan produktif, dan ketepatan eksekusi di lapangan. ( prok/tra)
Wabup Ipat: Desa Adalah Subjek Strategis, OPD Wajib Perkuat Integrasi Program
Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menegaskan bahwa desa dan kelurahan merupakan ujung tombak sekaligus subjek strategis dalam menentukan kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikan Wabup Ipat saat memimpin Apel Rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Senin (6/4), bertempat di depan Kantor Bupati Jembrana.
Dalam arahannya, Wabup Ipat menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah untuk mengubah paradigma dalam melihat desa. Menurutnya, desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan aktor utama yang memiliki peran vital dalam mencapai target-target daerah.
“Desa dan kelurahan adalah subjek strategis. Saya minta seluruh Perangkat Daerah melakukan konvergensi program yang menyasar langsung ke sana. Pastikan pembangunan desa berbasis pada data dan potensi lokal guna menciptakan kemandirian wilayah,” tegas Wabup Ipat di hadapan para peserta apel
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan peran desa harus dibarengi dengan sinkronisasi program antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. Fokus pada potensi lokal dianggap sebagai solusi jitu untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Jembrana 
Wabup Ipat berharap, dengan menjadikan desa sebagai basis pembangunan, setiap intervensi program pemerintah akan jauh lebih tepat sasaran karena menyentuh akar rumput secara langsung.
Di sisi lain, menyikapi kondisi fiskal daerah yang terbatas akibat dampak ekonomi global, Wabup Ipat mengajak seluruh jajaran ASN untuk menerapkan prinsip Empati Fiskal, Efisiensi anggaran diperintahkan melalui penghematan operasional, seperti penggunaan daya listrik dan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih terukur.
“Di tengah keterbatasan ini, inovasi adalah kunci. Jangan terjebak pada kegiatan rutinitas tanpa dampak nyata. Gunakan setiap rupiah anggaran dengan orientasi pada hasil yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wabup Ipat mengingatkan seluruh Perangkat Daerah untuk tetap bekerja optimal sesuai target RPJMD. Ia menuntut adanya peningkatan akuntabilitas dan transparansi agar setiap program yang digulirkan benar-benar memberikan manfaat konkret bagi masyarakat Jembrana. ( Bpkp/Tra).)
Bupati Jembrana Tegaskan Bantuan Beras dan Minyak Harus Segera Sampai ke Tangan Warga
Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan instruksi kepada seluruh jajaran di tingkat desa dan kelurahan untuk tidak menunda penyaluran bantuan pangan. Ia menegaskan bahwa bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) harus sudah diterima masyarakat maksimal dalam waktu lima hari setelah bantuan tiba di titik bagi.
“Jangan ditunda-tunda. Begitu bantuan beras dan minyak goreng datang, langsung salurkan ke warga. Saya tidak ingin bantuan ini menumpuk lebih dari lima hari,” tegas Bupati Kembang saat memimpin penyaluran bantuan beras CPP secara maraton di Kecamatan Pekutatan, Negara, dan Melaya, Senin (6/4).
Penyaluran bantuan ini merupakan program pemerintah pusat melalui BULOG Bali yang dialokasikan untuk periode Februari dan Maret 2026. Sebanyak 557 ton beras dan 111.496 liter minyak goreng digelontorkan untuk 27.874 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat dalam Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI.
Didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), Pimpinan Perum BULOG Kanwil Bali, serta jajaran Forkopimda, Bupati Kembang memastikan setiap keluarga menerima haknya berupa 20 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
Bupati juga menginstruksikan para Perbekel dan Kelian di masing-masing banjar untuk mengambil langkah proaktif jika terdapat warga yang berhalangan hadir. “Jika warga tidak bisa mengambil karena kendala fisik atau usia, petugas di desa dan banjar harus mengantarkan langsung ke rumah warga. Harus cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain memastikan kecepatan distribusi, Bupati Kembang juga turun langsung mengecek kualitas bahan pangan yang dibagikan. Ia memastikan beras dalam kondisi premium dan layak konsumsi agar memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan keluarga.
Senada dengan arahan Bupati, salah satu penerima manfaat asal Melaya, Nyoman Arini (42), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. “Astungkara, bantuan ini sangat meringankan. Uang yang biasanya untuk beli beras bisa saya pakai untuk kebutuhan lain seperti listrik,” ujarnya.
Penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan secara bertahap untuk wilayah Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana. Melalui langkah tegas ini, Pemkab Jembrana berharap stok pangan di rumah tangga tetap aman sehingga stabilitas harga pasar di Kabupaten Jembrana dapat terjaga dengan baik. ( prok/tra).












