BREBES,GarudaXpose.com//-Optimisme baru menyelimuti upaya penanganan darurat sampah di Kabupaten Brebes. Ancaman menumpuknya volume sampah yang terus meningkat, khususnya di Kecamatan Brebes, diharapkan tak lagi menjadi persoalan berlarut-larut berkat semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat yang terus digelorakan. Harapan baik ini mencuat dengan jelas dalam kegiatan Halal Bi Halal sekaligus Pembekalan bagi para Direktur dan Pengurus Bank Sampah se-Kecamatan Brebes. Acara penting ini baru saja diselenggarakan pada Minggu, 5 April 2026, di Aula Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.
Desa Randusanga Kulon, yang berperan sebagai tuan rumah sekaligus inisiator dalam kegiatan pertama Forum Bank Sampah Kecamatan Brebes ini, menjadi sorotan utama berkat sebuah terobosan istimewa. Desa ini memiliki “Rumah Kreatif 3R” yang dikelola secara apik oleh Bank Sampah Rangkul Ceria. Fasilitas ini bukan hanya sekadar tempat pengumpulan sampah, melainkan pusat inovasi yang mengimplementasikan prinsip Reduce, Reuse, Recycle secara komprehensif dan kreatif. Ibu Andriani, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, dalam arahannya, sangat mengapresiasi inisiatif ini. Beliau menekankan pentingnya model pengelolaan yang holistik. “Rumah Kreatif 3R Randusanga Kulon ini berpotensi besar menjadi proyek percontohan (pilot project) pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan konsep ini, seluruh elemen masyarakat mulai dari rumah tangga sebagai penghasil sampah, institusi sekolah sebagai agen edukasi, pelaku usaha sebagai mitra distribusi, hingga para tukang sampah dan tukang rongsok sebagai ujung tombak pengumpul dapat menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan Bank Sampah,” jelasnya, menyoroti potensi besar model ini untuk direplikasi di wilayah lain dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Brebes dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan efektif.
Inovasi dalam pengolahan sampah yang seringkali dianggap tidak bernilai ekonomis juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh Bapak Heri Agus Nurohman, S.P., anggota DPRD Kabupaten Brebes, yang turut hadir dalam acara tersebut. Beliau memberikan pandangan mengenai dampak ekonomi dari kreativitas ini. Ia menyoroti bagaimana Bank Sampah Randusanga Kulon mampu memberikan nilai tambah pada sampah-sampah yang sebelumnya hanya menjadi beban lingkungan dan seringkali mencemari. “Selama ini, kita tahu bahwa sampah-sampah seperti pakaian bekas yang sudah tak terpakai, bungkus kemasan multilapis, sandal jepit usang, potongan karet, hingga sterofoam, hanya berakhir dibakar atau dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa memberikan manfaat sedikit pun. Namun, di Randusanga Kulon, dengan kreativitas dan sentuhan inovasi yang luar biasa, sampah-sampah ini bisa bertransformasi menjadi produk fungsional dan estetis seperti dinding rumah, paving blok, kursi, hiasan dinding, dan berbagai kreasi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini adalah sebuah terobosan yang benar-benar baru, revolusioner, dan patut dicontoh di Kabupaten Brebes maupun daerah lainnya,” terang Bapak Heri, menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam manajemen limbah untuk tidak hanya mengurangi masalah sampah tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dan keberlanjutan lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengakhiri acara penuh inspirasi ini, Kepala Desa Randusanga Kulon, Bapak H. Affan Setiono, S.E., menyampaikan harapannya yang besar terhadap peran Bank Sampah sebagai pilar pembangunan desa. Ia berharap Bank Sampah dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang signifikan, terutama melalui kolaborasi erat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Randusanga Kulon. Bapak Affan menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi desa untuk mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi. “Dengan berjalannya ekonomi sirkular yakni kegiatan perekonomian yang muncul dari proses daur ulang sampah secara berkelanjutan dan kemunculan berbagai inovasi ekonomi kreatif dari bahan dasar sampah, kami sangat berharap Desa Randusanga Kulon akan menjadi lebih bersih, lebih sejahtera, lebih mandiri, dan tentu saja, lebih maju dalam segala aspek kehidupan,” pungkas Bapak Affan, menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan inovasi ini akan terus menjadi pendorong utama dalam mencapai lingkungan yang lestari, ekonomi yang tangguh, dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Kegiatan Halal Bi Halal dan Pembekalan ini bukan hanya sebatas pertemuan seremonial, tetapi juga penanda dimulainya babak baru yang lebih progresif dan terarah dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Brebes, yang diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi seluruh masyarakat serta menjadi model inspiratif bagi daerah lain di Indonesia.(red*)
(Agus)












