BREBES,GarudaXpose.com//Cipelem Bulakamba-Di bawah naungan langit biru yang membentang luas, dengan semilir angin siang yang membelai dedaunan yang menari lembut, sebuah peristiwa sarat makna digelar di Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Pada hari Minggu, 5 Maret 2026, yang bertepatan dengan 16 Syawal 1447 Hijriah, halaman Masjid Al-Muklizin Kambangan yang biasanya hening, kini riuh rendah oleh lantunan shalawat yang memecah keheningan dan bisikan doa yang mengangkasa. Ini adalah momen bersejarah bagi Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Bulakamba, yang menyelenggarakan pertemuan dwiwulanan sekaligus ajang Halal Bihalal yang menghangatkan jiwa. Dalam balutan ukhuwah yang kian menguat, acara ini tak hanya merajut tali silaturahmi yang sempat merenggang pasca-Idul Fitri, namun juga mengukir jejak kepedulian sosial yang mendalam, laksana menanam benih kebaikan yang akan berbuah keindahan bagi masyarakat.

Sejak pagi hari, dari segenap penjuru desa hingga wilayah sekitar, para jemaah berduyun-duyun datang, bagai tetesan embun yang takzim berkumpul menjadi sungai, membawa serta harap dan doa yang tulus. Setiap wajah yang hadir memancarkan senyum ikhlas, setiap langkah menapakkan jejak persaudaraan, seolah menegaskan kembali eratnya ikatan ukhuwah yang mereka miliki. Di tengah kerumunan yang penuh semangat itu, sosok Nyai Hj. Khurma Munawaroh, M.Pd., seorang mubalighah berkaliber dari Lamaran, hadir sebagai lentera ilmu. Beliau memancarkan cahaya pencerahan yang menembus relung hati, memukau hadirin dengan tausiyahnya yang mendalam. Setiap untaian kata yang disampaikan bak mutiara hikmah yang berharga, setiap wejangan adalah embun penyejuk dahaga spiritual, membangkitkan gairah keislaman dan memperkuat identitas ke-NU-an di hati setiap jemaah. Kehadirannya menjadi magnet yang tak terbantahkan, menyedot perhatian ratusan pasang mata yang haus akan siraman rohani dan inspirasi di jalan kebaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara yang tertata rapi dan penuh makna diawali dengan sambutan khidmat dari Ketua Panitia, Ibu Supriyatin, yang menyambut hangat seluruh tamu undangan dengan senyum tulusnya, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu kental sejak awal. Sambutan penuh makna juga disampaikan oleh Ustad Kamaludin, mewakili tokoh masyarakat Desa Cipelem, yang menekankan pentingnya persatuan dan kerukunan sebagai fondasi kekuatan umat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Tak ketinggalan, Bapak Lebay Rois, sebagai perwakilan pucuk pimpinan desa, turut menggarisbawahi urgensi silaturahmi sebagai perekat ukhuwah yang tak lekang oleh waktu, mengikat kembali simpul-simpul persaudaraan yang mungkin sempat kendur, kini dipererat kembali dalam jalinan kebersamaan yang kokoh.
Sebelum menginjak ke inti acara, panggung kehormatan menjadi saksi pertunjukan memukau dari panduan suara Ranting Desa Cipelem. Dengan gerak yang serasi dan lagu-lagu Islami yang syahdu, diiringi instrumen sederhana namun mengena, para ibu-ibu Fatayat Desa Cipelem memancarkan energi positif, menunjukkan kekompakan dan bakat mereka dalam melantunkan syair-syair pujian. Penampilan mereka bukan sekadar hiburan semata, melainkan ekspresi kegembiraan dan semangat dakwah yang diwujudkan melalui seni, menambah semarak suasana dan menggetarkan hati para hadirin, seolah mengajak semua yang hadir untuk turut serta dalam irama kebaikan yang mengalun.
Namun, di antara semua jalinan kata, doa, dan penampilan yang memukau, ada satu momen yang paling menggetarkan sanubari dan menorehkan keharuan yang mendalam. Dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, diiringi bisikan doa dan harapan untuk keberkahan, Ibu Hj. Miftahul Janah mengulurkan tangan, menyerahkan santunan kepada 305 jiwa kaum dhuafa. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan nyata dari semangat berbagi dan kepedulian mendalam yang menjadi pilar ajaran Islam, sebuah jembatan kasih yang dibangun di atas dasar kepedulian sosial. Aksi mulia ini menegaskan komitmen Muslimat dan Fatayat NU Bulakamba dalam menebar kebaikan, meringankan beban sesama, dan menjadi jembatan kasih bagi mereka yang kurang beruntung. Senyum syukur dari para penerima dan air mata haru yang menetes dari para jemaah bercampur baur, menjadi saksi bisu keagungan tindakan ini, membuktikan bahwa di setiap rezeki yang diterima, ada hak bagi mereka yang membutuhkan, dan kepedulian adalah kunci kebahagiaan yang hakiki.
Panggung kehormatan juga menjadi wadah bagi pesan-pesan inspiratif dari para pimpinan organisasi, yang semakin membakar semangat jemaah. Hj. Syaidatul Musyarofah, M.Pd., yang mewakili PAC Fatayat NU Kecamatan Bulakamba, dengan intonasi yang menggugah, memantik semangat juang wanita muda NU untuk terus bergerak maju, berkarya, dan menjadi tiang peradaban yang kokoh, tak gentar menghadapi tantangan zaman modern. Beliau menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam pembangunan masyarakat. Senada dengan itu, Ibu Hj. Masruroh, dari PAC Muslimat NU Kecamatan Bulakamba, menyampaikan arahan meneduhkan, mengukuhkan peran vital Muslimat sebagai penjaga tradisi dan pengembang syiar Islam, baik dalam ranah ritual keagamaan maupun aksi nyata di tengah masyarakat yang terus berkembang dan membutuhkan sentuhan kasih dan bimbingan yang berkelanjutan. Pesan-pesan ini menyatukan visi, mengokohkan tekad, dan memotivasi seluruh anggota untuk terus berkontribusi.
Seluruh rangkaian acara yang dipandu dengan apik dan penuh pesona oleh saudari Nur Hikmah, mengalir lancar, tertata rapi, dan penuh makna dari awal hingga azan dzuhur mulai berkumandang, menjadi penanda berakhirnya pertemuan akbar ini. Meskipun ada rona kelegaan karena suksesnya acara, namun terselip pula sedikit kesedihan di wajah para jemaah, seolah tak rela mengakhiri kebersamaan yang hangat dan penuh berkah ini. Antusiasme yang tinggi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi indikasi kuat keberhasilan acara ini dalam mencapai tujuannya.
Pertemuan agung ini menjadi bukti nyata bahwa Muslimat dan Fatayat NU Bulakamba tak hanya aktif dalam ritual keagamaan semata, tetapi juga konsisten dalam aksi nyata pengabdian di tengah masyarakat, menjalankan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Semangat kebersamaan yang terjalin erat ini diharapkan akan terus menyala, menjadi bara api yang tak akan pernah padam dalam hati setiap insan yang hadir, mengukir sejarah pengabdian di bumi Bulakamba, serta menebar manfaat yang luas bagi semesta alam. Kegiatan seperti ini bukan hanya merajut silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas, dan menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk melakukan hal serupa. Semoga semangat yang berkobar pada hari itu akan terus menyala terang, membimbing umat meniti titian shiratal mustaqim menuju kebaikan, keberkahan, dan kemajuan yang berkelanjutan, membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bulakamba.(red*)
(Agus)












