Tradisi Makan Ketupat Masal Warga Boyolangu Banyuwangi Setiap 7 Syawal

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi rutin menggelar tradisi Lebaran Kopat pada H+7 Idul Fitri atau 7 Syawal. Tradisi ini sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur warga setempat setelah menjalani ibadah puasa Ramadan dan merayakan kemenangan.

Suasana Lebaran Kopat di Kelurahan Boyolangu berlangsung sangat meriah, Jumat malam (28/3/2026). Warga tampak sibuk menyiapkan ketupat untuk dibagikan kepada sanak saudara hingga tetangga sekitar. Tak hanya berbagi, banyak pula keluarga yang memilih untuk makan bersama di teras-teras rumah, menciptakan pemandangan kerukunan yang kental.

Lebaran Kopat di Desa Boyolangu ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian acara tradisi adat di wilayah tersebut. Acara inti dimulai tepat setelah waktu salat Magrib. Warga menyajikan deretan ketupat lengkap dengan sayur dan lauk pauk khas untuk disantap bersama keluarga besar yang sengaja datang berkunjung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keriuhan makin terasa di setiap sudut kampung. Anak-anak kecil tampak berlarian dengan ceria mengenakan baju koko dan kopiah. Gaya mereka sangat khas, yakni mengenakan celana pendek dengan sarung yang disampirkan di bahu atau dililit menyerupai tas pinggang, menambah warna-warni suasana malam itu.

Suara riuh obrolan warga yang saling beramah tamah mendadak hening ketika doa mulai dipanjatkan. Sang pembaca doa memandu warga untuk menundukkan kepala, memanjatkan syukur atas segala karunia dan keberkahan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seluruh masyarakat Boyolangu.

Begitu doa selesai, warga mulai menyantap hidangan ketupat yang sudah disiapkan sejak siang hari. Tradisi makan bersama ini tidak hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga yang mungkin jarang bertemu di hari biasa.

Kemeriahan berlanjut setelah waktu Isya. Masyarakat disuguhi pertunjukan seni dari para remaja Boyolangu yang membawakan tarian khas Banyuwangi. Antusiasme pengunjung meledak, mereka berdesakan ingin menyaksikan aksi panggung para pemuda yang lihai melestarikan warisan leluhur tersebut.

Tak hanya soal budaya, acara ini juga membawa berkah bagi ekonomi lokal. Deretan pelapak UMKM terlihat memadati area sekitar lokasi acara. Para pedagang mengaku sangat diuntungkan dengan membludaknya jumlah pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Banyuwangi.

Ketua Panitia, Risyal Alfani, mengaku sangat bersyukur acara “Boyolangu Traditional Culture” yang merupakan bagian dari rangkaian Puter Kayun ini berjalan lancar. Ia mengapresiasi semangat kolektif warga yang terus menjaga api tradisi agar tidak padam dimakan zaman.

“Bersyukur bisa berjumpa kembali di Boyolangu Traditional Culture. Kami sangat bangga dengan masyarakat Kelurahan Boyolangu yang hingga saat ini masih peduli akan pelestarian budaya lokal,” ungkap Alfani.

Sebelumnya, warga menggelar Qhotmil Qur’an di Kelurahan, dan para masyarakat adat terlebih dahulu melakukan ziarah ke petilasan Ki Buyut Jaksa pada sore hari. Ritual ini dilakukan untuk mengirimkan doa atas jasa-jasa beliau yang dipercaya memberikan banyak manfaat bagi kemajuan wilayah Boyolangu dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan Boyolangu Traditional Culture: 7 Syawal Qhotmil Qur’an, Selamatan Kopat dan Pentas Seni Budaya, 8 Syawal Seni Budaya pertunjukan Barong Lokal, 9 Syawal Pawai Kebo-Keboan, 10 Syawal tradisi Puter Kayun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Padang Lawas Buka Perimtaq-XVI Teguhkan Iman, Bangun Karakter Pramuka Unggul
TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang
Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan
Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG
PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL
KEPALA RUTAN KELAS I PALEMBANG HADIRI KEGIATAN KENAL PAMIT KAKANWIL DITJENPAS SUMATERA SELATAN
Wujud Kepedulian Sosial, Pegadaian Sumbagsel Kembali Gelar Program Mengetuk Pintu Langit
Hasibuan Mampu Tak Pernah Kendor Jaga Kebersihan Jalan Masyarakat Harapkan Perhatian Pemerintah Dan DRPD 

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:44 WIB

Bupati Padang Lawas Buka Perimtaq-XVI Teguhkan Iman, Bangun Karakter Pramuka Unggul

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:30 WIB

TK Islam Tarbawi An Nahl Outbound di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Yayasan Sekolah Karya Ibu Secara Sah Berubah Nama, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:25 WIB

Bantu Keuangan Negara, 568 Anggota Ormas APPM Ingin Berhenti Sebagai Penerima MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

PERKUAT KINERJA DAN INTEGRITAS, KARUTAN PALEMBANG IKUTI PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI OLEH KAKANWIL DITJENPAS SUMSEL

Berita Terbaru