BREBES,GarudaXpose.com//-Lonjakan arus balik Lebaran 2026 menguat pada H+2. Senin (23/03/2026), ribuan kendaraan memadati Tol Trans Jawa sejak siang, membentuk antrean panjang yang mengular ke arah Jakarta dan sekitarnya. Kepadatan terasa mulai wilayah Tegal-Brebes hingga ruas Pejagan-Pemalang, dengan kecepatan rata-rata turun di titik pertemuan rest area KM 260-KM 252 serta simpul keluar-masuk di Kanci-Pejagan.
Untuk mengurai kepadatan, Korlantas Polri memberlakukan rekayasa One Way Nasional sepenggal mulai pukul 16.00 WIB. Jalur satu arah dibuka dari KM 263 Gerbang Tol Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama). Skema ini dibuka bertahap setelah indikator volume kendaraan per jam melampaui ambang batas, didukung pantauan CCTV dan traffic counting yang menunjukkan kepadatan berkelanjutan di segmen Palimanan–Cikampek. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Polda jajaran di sepanjang koridor Trans Jawa.
Di titik awal one way, tepat di bawah Simpang Susun Brebes Barat, petugas gabungan menyekat jalur dan mengarahkan kendaraan dari arah timur masuk ke Jalur A (lajur kanan). Water barrier, traffic cone, serta lampu rotator dipasang untuk memisah lajur. VMS di sepanjang ruas menampilkan “One Way KM 263–KM 70”, sementara petugas menyiapkan contraflow darurat di beberapa segmen bila kepadatan di lajur utama melonjak tiba-tiba. Petugas juga melakukan pembersihan lajur secara periodik untuk mengantisipasi kendaraan mogok yang kerap memperparah sumbatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penerapan rekayasa ini situasional, diberlakukan dan bisa dihentikan sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan. Prioritasnya menjaga kelancaran arus balik menuju Jakarta dan meminimalkan risiko antrean di bottleneck,” kata petugas di lokasi.
Untuk arah sebaliknya, kendaraan dari barat (Jakarta) yang hendak menuju timur (Jateng/Jatim) dialihkan keluar di Gerbang Tol Pejagan, lalu diarahkan melanjutkan perjalanan lewat jalur arteri Pantura via Brebes Tegal. Polisi mengingatkan pengguna jalan tidak memaksakan masuk ke ruas tol yang sedang satu arah ke barat demi menghindari lawan arus. Pengendara bus dan truk juga diimbau mematuhi batas waktu operasional yang berlaku serta memanfaatkan kantong parkir di luar tol bila terjadi penumpukan.
Jasa Marga menyiapkan tambahan mobile reader di gerbang-gerbang kunci, menambah petugas di booth, serta menempatkan tim urai di rest area yang rawan penuh, seperti KM 260B, KM 229B, dan KM 207A. Pengendara diminta memanfaatkan rest area bergilir maksimal 30 menit, memeriksa saldo e-toll, mengisi bahan bakar sebelum masuk tol, dan menyiapkan kartu cadangan. Tim medis dan derek siaga di titik rawan, termasuk akses keluar darurat di dekat Cikampek dan Palimanan.
Dampak rekayasa mulai terasa menjelang petang: kecepatan rata-rata di segmen Brebes Cikampek perlahan naik, meski kepadatan masih dinamis di titik masuk rest area dan pertemuan lajur. Antrean kendaraan sempat mengular di Pejagan akibat pengalihan arus dari barat, namun terurai setelah pengaturan buka-tutup di arteri. Polisi mengimbau pengemudi menjaga jarak aman, tidak menggunakan bahu jalan kecuali darurat, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta memantau kanal resmi NTMC Polri dan Jasa Marga untuk pembaruan skema lalu lintas.red
(Agus)










