Rakor Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Forkopimda Mitigasi Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, terdapat beberapa hal yang perlu diantisipasi sesuai seruan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan kehidupan antar umat beragama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial bertempat di Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali pada Senin (16/3).

“Mengantisipasi potensi kerawanan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali bersama unsur Forkopimda, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali telah menerbitkan seruan bersama tentang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948/Tahun 2026 yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026,” kata wayan koster.

Seruan Bersama ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di Bali untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan kehidupan antar umat beragama, sehingga kedua perayaan suci tersebut dapat berlangsung dengan penuh khidmat, saling menghormati, dan tetap menjaga suasana Bali yang aman dan kondusif.

Koster menjelaskan bahwa momentum hari raya biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas keagamaan, serta kegiatan sosial dan ekonomi. Kondisi ini perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gesekan sosial yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selain itu, kita juga perlu mewaspadai berbagai dinamika sosial seperti kemungkinan munculnya narasi provokatif di media sosial, kurangnya pemahaman terhadap ketentuan pelaksanaan Nyepi oleh pendatang maupun wisatawan asing, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hari raya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat langkah-langkah strategis antara lain dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor; memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik sosial; mengoptimalkan peran aparat keamanan dan perangkat desa adat; serta mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di masyarakat.

“Saya ingin menegaskan bahwa kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati dan dilindungi,” ungkap Koster.

Namun menurutnya dalam pelaksanaannya diperlukan pendekatan yang bijaksana, dialogis, serta memperhatikan kearifan lokal dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai wadah dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan di masyarakat.

Diketahui Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial mengusung tema ‘Mitigasi Potensi Konflik Sosial Menjelang Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah dalam Rangka Mewujudkan Kerukunan Sosial’ menghadiri empat narasumber antara lain Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama dan Kabag Ops Badan Intelijen Negara Daerah Bali.(Eka/Tra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Tegalsari Banyuwangi, Gerakan Makan Ikan Diperkuat Demi Generasi Sehat dan Cerdas
Bulan Muharram Penuh Berkah: H. Ridhohul Khukam, S.T. Bagikan 8 Ton Beras Rojolele untuk 950 Dhuafa dan Anak Yatim di Brebes
Mengaku Kuasa Hukum Dari Peradi Pedagang Ex TPPS Cisoka, Petugas Kepolisian Pertanyakan Kuasa Dan KTP, Tak Bisa Tunjukkan !!
GKW Swara Ratna Kencana Duta Denpasar Tampil Memukau di PKB XLVIII
Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Pududusan Agung di Pura Dalem Pengaotan Desa Adat Bekul
PT. Ussy Persada Group kembali Menunjukkan Komitmennya Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR)
Berdiri di Lahan Pribadi, LSM Gerhana Indonesia Sebut Rencana Pembongkaran Pasar Cisoka Langgar Konstitusi
Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:26 WIB

Dari Tegalsari Banyuwangi, Gerakan Makan Ikan Diperkuat Demi Generasi Sehat dan Cerdas

Senin, 22 Juni 2026 - 12:45 WIB

Bulan Muharram Penuh Berkah: H. Ridhohul Khukam, S.T. Bagikan 8 Ton Beras Rojolele untuk 950 Dhuafa dan Anak Yatim di Brebes

Senin, 22 Juni 2026 - 07:01 WIB

Mengaku Kuasa Hukum Dari Peradi Pedagang Ex TPPS Cisoka, Petugas Kepolisian Pertanyakan Kuasa Dan KTP, Tak Bisa Tunjukkan !!

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:33 WIB

GKW Swara Ratna Kencana Duta Denpasar Tampil Memukau di PKB XLVIII

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:27 WIB

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Pududusan Agung di Pura Dalem Pengaotan Desa Adat Bekul

Berita Terbaru