Sengkarut Sertifikat KPR BTN Palembang: Nasabah Lunas Sejak 2025, Hak Milik Masih “Disandera”

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang, – Kekecewaan mendalam dialami Marlinda, debitur Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Palembang. Meski telah melunasi seluruh kewajibannya sejak Juli 2025, dokumen Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menjadi haknya tak kunjung diserahkan oleh pihak bank.

Rumah yang berlokasi di Perumahan Griya Muara Enim Permai, Blok A2/17, Kabupaten Muara Enim tersebut kini berstatus tanpa kepastian hukum.

Padahal, secara finansial, nasabah telah memenuhi seluruh komitmen yang disyaratkan dalam akad kredit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah menyelesaikan pelunasan KPR, namun sampai sekarang sertifikat tidak pernah kami terima. Tidak ada penjelasan tertulis yang jelas dari pihak bank,” ujar perwakilan keluarga Marlinda kepada tim redaksi, Sabtu (15/02/2026).

Indikasi Maladministrasi dan Pelanggaran UU

Kasus ini dinilai kuat berindikasi pada tindakan maladministrasi pelayanan publik. Merujuk pada UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, penundaan berlarut dan pengabaian kewajiban hukum oleh institusi perbankan pelat merah merupakan bentuk pelanggaran serius.

Selain itu, situasi ini diduga kuat melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Bank berkewajiban menjaga kepentingan nasabah dan menjamin transparansi informasi, termasuk pengembalian agunan segera setelah kredit dinyatakan lunas.

Kronologi dan Dugaan Pungutan Liar
Berdasarkan data yang dihimpun, akad kredit dilakukan pada 6 Juni 2014 melalui BTN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Muara Enim.

Pasca-pelunasan yang disahkan pada 15 Juli 2025 oleh pejabat bank terkait, nasabah justru mendapat jawaban mengecewakan.

Pihak bank menyatakan sertifikat tidak berada di kantor mereka dan mengarahkan nasabah menemui Notaris rekanan, Bambang Hermanto.

Ironisnya, saat dikonfirmasi, pihak Notaris justru meminta biaya tambahan sebesar Rp15.000.000. Alasan yang dikemukakan adalah sertifikat masih berbentuk induk dan memerlukan proses turun waris karena pengembang dikabarkan telah meninggal dunia.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai prinsip kehati-hatian bank saat melakukan akad di awal masa kredit.

Jawaban Pihak Bank yang Mengambang
Hasil investigasi tim di lapangan menunjukkan bahwa kasus ini bukan sekadar masalah tunggal. Ratusan debitur di perumahan yang sama diduga mengalami nasib serupa selama bertahun-tahun.

Saat dikonfirmasi pada Kamis (19/02/2026), staf bagian dokumen BTN Cabang Palembang, Maya, membenarkan adanya kendala pada sertifikat induk atas nama Nursiti (Alm). Namun, pihak bank tidak mampu memberikan kepastian waktu (timeline) penyelesaian.

“Kami hanya bawahan, untuk lebih detil hubungi saja kontak itu,” ujar petugas sembari menyodorkan secarik kertas berisi nomor telepon tanpa penjelasan teknis.

Menanti Ketegasan OJK dan Ombudsman
Praktisi hukum menilai BTN sebagai bank negara seharusnya mengedepankan prudential principle (prinsip kehati-hatian).

Jika terbukti lalai dalam mengawasi agunan nasabah, BTN terancam sanksi administratif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mulai dari denda hingga pembatasan kegiatan usaha.

Di kutip media BBC Hingga berita ini diturunkan, surat konfirmasi resmi bernomor 02512/M.bbc/26-2/2026 yang dilayangkan redaksi MEDIABBC belum mendapatkan tanggapan dari manajemen BTN Cabang Palembang.

Kasus ini akan terus dikawal hingga nasabah mendapatkan haknya sesuai koridor hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pematangsiantar Berikan Penghargaan ke Masyarakat Berperan aktif Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat
Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat Lingga Bayu, Mandailing Natal — Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat kembali mendapat apresiasi positif. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Kecamatan Lingga Bayu, Serka Kholis Nasution, yang terpantau selalu aktif hadir dan terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi salah satu bukti nyata kedekatan Babinsa dengan masyarakat serta kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah binaannya. Kepala MTsN 6 Mandailing Natal, Hj. Junaida Nasution, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa kehadiran Serka Kholis Nasution bukan hanya sebagai tamu undangan semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan sekolah. “Serka Kholis Nasution saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Komite MTsN 6 Mandailing Natal. Beliau sangat aktif membantu berbagai kegiatan sekolah, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, hingga pembinaan karakter siswa,” ungkap Hj. Junaida. Menurutnya, sosok Babinsa seperti Serka Kholis menjadi contoh nyata bahwa TNI hadir bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat. “Beliau selalu hadir dalam setiap kegiatan penting di sekolah maupun di tengah masyarakat. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan,” tambahnya. Selain aktif di lingkungan sekolah, Serka Kholis juga dikenal masyarakat sebagai Babinsa yang responsif terhadap berbagai kegiatan sosial, keagamaan, gotong royong, hingga kegiatan pemerintahan di Kecamatan Lingga Bayu. Mulai dari pendampingan kegiatan masyarakat, pengamanan acara keagamaan, kegiatan kemasyarakatan, hingga mendukung program pembangunan desa, kehadiran Babinsa dinilai memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan. Masyarakat Lingga Bayu pun menilai keaktifan Babinsa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. “Babinsa seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Selalu hadir, cepat tanggap, dekat dengan rakyat, dan tidak pernah membedakan siapa pun,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Serka Kholis Nasution pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal menjadi simbol bahwa pendidikan dan pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab bersama, termasuk unsur TNI sebagai bagian dari masyarakat. Semangat pengabdian dan kedekatan dengan warga yang ditunjukkan Serka Kholis Nasution menjadi bukti bahwa slogan TNI Bersama Rakyat benar-benar hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Lingga Bayu. Dengan konsistensi dan kepeduliannya, Babinsa Lingga Bayu terus menjadi figur yang dihormati dan diapresiasi oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sosial di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.
Monitoring Kunjungan Kesbangpol Kota Palembang Ke Ormas Pemuda Pancasila Kota Palembang
Ciptakan Lingkungan Aman, Sat Binmas Polres Tebing Tinggi Sambangi Warga
SIRA Bersama PST Minta SKK Migas, ESDM dan Pertamina Libatkan Masyarakat Suban Jeriji Dalam Pengelolaan Sumur Minyak, Serta Diduga KSO GKM Tidak Sesuai SOP
Pegadaian Padukan Olahraga, Investasi, dan Kepedulian Sosial dalam Golden Run 2026
Bupati Palas Sampaikan LKPJ 2025 Realisasi APBD Capai 91,88 Persen 

Berita Terbaru

Uncategorized

Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat Lingga Bayu, Mandailing Natal — Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat kembali mendapat apresiasi positif. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Kecamatan Lingga Bayu, Serka Kholis Nasution, yang terpantau selalu aktif hadir dan terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi salah satu bukti nyata kedekatan Babinsa dengan masyarakat serta kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah binaannya. Kepala MTsN 6 Mandailing Natal, Hj. Junaida Nasution, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa kehadiran Serka Kholis Nasution bukan hanya sebagai tamu undangan semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan sekolah. “Serka Kholis Nasution saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Komite MTsN 6 Mandailing Natal. Beliau sangat aktif membantu berbagai kegiatan sekolah, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, hingga pembinaan karakter siswa,” ungkap Hj. Junaida. Menurutnya, sosok Babinsa seperti Serka Kholis menjadi contoh nyata bahwa TNI hadir bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat. “Beliau selalu hadir dalam setiap kegiatan penting di sekolah maupun di tengah masyarakat. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan,” tambahnya. Selain aktif di lingkungan sekolah, Serka Kholis juga dikenal masyarakat sebagai Babinsa yang responsif terhadap berbagai kegiatan sosial, keagamaan, gotong royong, hingga kegiatan pemerintahan di Kecamatan Lingga Bayu. Mulai dari pendampingan kegiatan masyarakat, pengamanan acara keagamaan, kegiatan kemasyarakatan, hingga mendukung program pembangunan desa, kehadiran Babinsa dinilai memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan. Masyarakat Lingga Bayu pun menilai keaktifan Babinsa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. “Babinsa seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Selalu hadir, cepat tanggap, dekat dengan rakyat, dan tidak pernah membedakan siapa pun,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Serka Kholis Nasution pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal menjadi simbol bahwa pendidikan dan pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab bersama, termasuk unsur TNI sebagai bagian dari masyarakat. Semangat pengabdian dan kedekatan dengan warga yang ditunjukkan Serka Kholis Nasution menjadi bukti bahwa slogan TNI Bersama Rakyat benar-benar hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Lingga Bayu. Dengan konsistensi dan kepeduliannya, Babinsa Lingga Bayu terus menjadi figur yang dihormati dan diapresiasi oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sosial di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 10:16 WIB

Kapolres Pematangsiantar Berikan Penghargaan ke Masyarakat Berperan aktif Cegah Penyalahgunaan Narkotika

Selasa, 28 April 2026 - 09:37 WIB

Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat

Selasa, 28 April 2026 - 08:57 WIB

Monitoring Kunjungan Kesbangpol Kota Palembang Ke Ormas Pemuda Pancasila Kota Palembang

Selasa, 28 April 2026 - 08:04 WIB

Ciptakan Lingkungan Aman, Sat Binmas Polres Tebing Tinggi Sambangi Warga

Selasa, 28 April 2026 - 07:43 WIB

SIRA Bersama PST Minta SKK Migas, ESDM dan Pertamina Libatkan Masyarakat Suban Jeriji Dalam Pengelolaan Sumur Minyak, Serta Diduga KSO GKM Tidak Sesuai SOP

Berita Terbaru