Kepala SPPG Yayasan “Indonesia Terang benderang” batunadua Jae Diduga ajang korupsi dari Program MBG !

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com Padangsidimpuan –
Program makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto,yang wajib disalurkan dengan peraturan yang ditentukan.
Atas adanya program MBG yang diterapkan oleh presiden Prabowo Subianto yang disalurkan untuk dunia pendidikan dari Sekolah Dasar, Sekolah menengah pertama dan Sekolah menengah atas.
Surat keputusan badan gizi Nasional Nomor 63 tahun 2025 serta nomor 401.1 tahun 2025 tentang petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan program makan gizi gratis.
Ketentuan penyajian makan bergizi Gratis sesuai Petunjuk teknis badan gizi Nasional yakni harga per orang/siswa untuk sekolah dasar kelas satu (l) sampai kelas tiga (lll) dengan ketentuan harga Rp.8000(delapan ribu rupiah) dan untuk kelas empat (lV) sampai dengan kelas enam (VI) dengan ketentuan harga Rp.10.000 (Sepuluh ribu rupiah) per orang/Siswa.
Hal ini Mahmul Saleh Harahap sebut ke awak media garudaxpose.com (11/3/2026),
Kami dari generasi muda tao indonesia (GMTI) menemukan dugaan indikasi korupsi terkait pengadaan makanan bergizi Gratis disalah satu sekolah dasar yang  pelaksana program makan bergizi Gratis dari yayasan “indonesia terang benderang” yang ada diwilayah batunadua Jae kota Padangsidimpuan, yang berupa jenis makanannya berupa; Langsat empat biji, kurma tiga biji,telur rebus satu butir dan roti satu bungkus kecil. Yang diduga dari perhitungan kami harga dari makanan bantuan gratis ini berkisar Rp.6.500 (enam ribu lima ratus rupiah) .
Kami dari generasi muda tao indonesia sudah menyampaikan surat konfirmasi/klarifikasi kepihak yayasan yang menangani makanan bergizi Gratis yang ada di batunadua Jae pada (24/2/2026) sampai ini kami belum terima jawaban surat konfirmasi/klarifikasi dari pihak kepala Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yayasan ” Indonesia terang benderang tersebut .
“Kami menduga keras adanya indikasi korupsi yakni selisih harga dari kelas satu sampai kelas tiga Rp 1.500(seribu lima ratus rupiah) dan kelas empat sampai kelas enam Rp.3.500(tiga ribu lima ratus rupiah) Sehingga total dugaan korupsinya Rp.5000 (Lima ribu rupiah) per orang/siswa , untuk meraup keuntungan dari program MBG ini oleh pihak Kepala SPPG batu nadua sebagai pelaksana pengadaan makanan bergizi Gratis ini disalah satu sekolah dasar ” pungkasnya.
Kami minta pihak Aparat penegak hukum untuk memanggil dan menyidik pihak Kepala SPPG yayasan “indonesia terang benderang” terkait Pengadaan makanan bergizi Gratis yang diduga merupakan ketidak layakan makanan yang disajikan untuk meraup keuntungan yang signifikan sehingga merugikan keuangan negara. ” pinta Mahmul Saleh Harahap.
(RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan
Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN
Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa
Noor Arief Prasetyo terpilih Aklamasi sebagai ketua umum KJJT indonesia  
KASAT RESKRIM POLRES PADANG LAWAS TABUH GENDERANG, BERANGKATKAN GERAKAN BERSIHKAN PASAR DARI SPEKULASI DAN KECURANGAN PANGAN
Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:11 WIB

Bupati, DPRD dan Kapolres Muba Kompak Cari Solusi Minyak Rakyat, Legalisasi Jadi Bahasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:06 WIB

Kepala KPPN teguh irwono piagam langsung di terima sama Wakapolres Kompol A.Effan Sulaiman jember

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 07:12 WIB

HASIBUAN MAMPU SULAP TITIK SAMPAH JADI TAMAN DI DEPAN TK NEGERI BARUMUN

Rabu, 9 September 2026 - 02:05 WIB

Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

Berita Terbaru