Garudaxpose.com | Palembang – Gerakan Rakyat Bersatu (GBR) Sriwijaya bersama BaraNusa Sumatera Selatan di Bulan Suci Ramadan 1447 H bagikan beras 1 Ton kepada tukang Bentor yang ada di Jakabaring Palembang. Dipimpin langsung Ketua Umum GBR Sriwijaya Ferry Surajudin yang akrab disapa Ferry King, organisasi ini menyalurkan sekitar 1 ton beras kepada tukang bentor, penyapu jalan, serta warga kurang mampu di kawasan Jakabaring, Palembang, Minggu (8/3/26).

Kegiatan sosial di bulan Suci Ramadan ini dipusatkan di sekitar Sekretariat GBR Sumsel di Jalan Jakabaring tersebut melibatkan jajaran pengurus GBR Sriwijaya dan BaraNusa Sumsel. Tampak hadir Sekretaris Jenderal GBR Anthony, Ketua DPC GBR Ogan Ilir Boy, serta pengurus dan anggota kedua organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya yang disampaikan melalui Sekjen GBR, Ferry King menegaskan bahwa aksi berbagi ini merupakan komitmen organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok pekerja informal yang kerap luput dari perhatian.
“Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas. GBR Sriwijaya tidak ingin hanya menjadi organisasi nama saja, tapi harus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Tukang bentor, penyapu jalan, dan warga yang kurang mampu adalah saudara kita yang juga perlu diperhatikan,” ujar Ferry King.
Ia menambahkan, bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian nyata GBR Sriwijaya dan BaraNusa Sumsel terhadap masyarakat kecil yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami berharap langkah kecil ini bisa membantu meringankan beban mereka selama bulan suci Ramadan. Ke depan, kegiatan sosial seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua GBR Sriwijaya Martin Chaniago, yang akrab disapa Dewan, menilai bahwa perhatian terhadap komunitas bentor dan pekerja sektor informal masih perlu ditingkatkan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Menurutnya, para pengemudi bentor memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat perkotaan namun sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Komunitas bentor ini adalah bagian dari denyut ekonomi rakyat kecil. Mereka bekerja dari pagi sampai malam untuk menghidupi keluarga. Kami berharap pemerintah juga dapat lebih serius memperhatikan mereka, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun program pemberdayaan,” kata Martin Chaniago atau Dewan dak jadi.
Ia menegaskan, GBR Sriwijaya akan terus menggerakkan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat.
“Organisasi ini lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Selama kami masih diberi kekuatan, GBR Sriwijaya akan terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Aksi sosial tersebut mendapat sambutan positif dari para penerima bantuan. Sejumlah pengemudi bentor yang menerima paket beras mengaku bersyukur karena bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama Ramadan.(*)












