BREBES,GarudaXpose.com //-Di tepian Saung Teras Banyu Sifood, Bangsri, sebuah malam yang mulanya biasa saja, tiba-tiba berubah menjadi kanvas penuh warna emosi. Dewi fortuna seolah tersenyum mengiringi perayaan hari lahir Rieke Astuti yang ke-34, sosok yang mengemban amanah di Departemen Perempuan dan Anak DPW PSI Jawa Tengah. Bukan sekadar angka, 7 Maret 1992-2026, tanggal ini menjadi penanda perjalanan hidup yang matang, dirayakan dalam balutan silaturahim penuh hikmat sekaligus berbuka puasa bersama.
Detik-detik sebelum kejutan itu membuncah, tak ada sedikitpun prasangka di benak Rieke. Ia tenggelam dalam obrolan hangat, menikmati kebersamaan yang telah terjalin. Namun, mendadak melodi “Selamat Ulang Tahun” mengalun lembut, memecah keheningan. Sorot mata Rieke tak lagi bisa menyembunyikan keterkejutannya, ada gejolak haru yang memancar. “Sungguh, saya tak pernah membayangkan, ulang tahun ke-34 ini akan terukir sebagai lembaran sejarah yang tak terlupakan dalam hidup saya,” bisiknya, suaranya sedikit bergetar menahan rasa. Sebuah pengakuan jujur dari lubuk hati yang paling dalam, tentang betapa sentuhan kejutan sederhana ini begitu berarti.
Puncaknya, rombongan DPC PSI Brebes muncul, membawa serta kue ulang tahun yang dihias cantik, bagaikan pembawa pesan cinta. Di garda terdepan, berdiri dengan gagah Ketua DPC PSI Brebes, Darwanto, yang akrab disapa Bos Wawan. Kehadiran beliau bukan sekadar formalitas, melainkan simbol dukungan dan kebersamaan yang kokoh. Dalam hitungan mundur yang penuh semangat, lilin-lilin pun ditiup serentak, disusul dengan pemotongan kue yang tak kalah sakralnya. Momen itu, yang disebut “membuat Ibu Rieke Astuti mlongo” – saking terkejut dan terharunya – menjadi bukti nyata ketulusan para kader. Dengan mata berkaca-kaca, Rieke menyuapkan potongan pertama kepada Bos Wawan, sang suami tercinta, sebuah isyarat kasih yang mendalam, sekaligus pengakuan atas peran penting pasangan hidupnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemeriahan tak berhenti di situ. Rieke Astuti, dengan semangat berbagi, menghidupkan suasana dengan kuis interaktif, menawarkan hadiah uang tunai dan kaos bagi yang berhasil menjawab. Bukan hanya tentang hadiah, namun ini adalah cara Rieke mendekatkan diri, menciptakan tawa, dan menegaskan bahwa kebersamaan adalah inti dari perjuangan. Malam itu, di Saung Teras Banyu Sifood, bukan hanya ulang tahun yang dirayakan, melainkan sebuah ikatan persaudaraan yang kian mengental, menjanjikan langkah-langkah selanjutnya yang lebih kuat dalam mengukir sejarah.
Rona bahagia terpancar jelas dari sosok Rieke Astuti. Parasnya yang cantik dengan rambut lurus yang anggun, berpadu harmonis dengan keramahan tulus yang selalu ia suguhkan kepada siapa pun. Kehangatan pribadi inilah yang seolah menjadi magnet, menarik simpati dan mempererat tali silaturahim dalam keluarga besar PSI. Malam itu adalah cerminan betapa pribadi yang tulus dan ramah dapat menyatukan hati, mengukir senyum, dan meninggalkan jejak kebaikan yang takkan lekang oleh waktu.(red)
(Agus)













