Pemkot Denpasar Gelar Pra Musrenbang Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting 2026

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto:

GarudaXpose.com (Denpasar)
Pemerintah Kota Denpasar melalui Bappeda Kota Denpasar menggelar Pra Musrenbang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kota Denpasar Tahun 2026, bertempat di Ruang Mahottama Lantai III Graha Sewaka Dharma, Rabu (4/3).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Pra Musren Penurunan Prevalensi Stunting.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Stunting berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, produktivitas hingga daya saing bangsa.

Dalam konteks pembangunan Kota Denpasar sebagaimana tertuang dalam visi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan Berlandaskan Nilai-Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, penurunan stunting merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan secara berkeadilan.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka prevalensi stunting Kota Denpasar menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2024, prevalensi stunting berada pada angka 10,8 persen. Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Tahun 2024, angka tersebut menurun menjadi 10,4 persen.

“Capaian ini tentu belum sesuai dengan ekspektasi kita bersama. Kita masih menghadapi tantangan pada beberapa indikator layanan, khususnya intervensi yang menyasar remaja putri, pasangan calon pengantin, pencegahan anemia, pendampingan keluarga berisiko stunting serta layanan spesifik bagi baduta dan balita,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran dan efektif. Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar telah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 69 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta selaras dengan tema pembangunan Kota Denpasar Tahun 2027, yakni “Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM serta Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Budaya melalui Transformasi Digital Menuju Denpasar Maju”.

Adapun strategi yang akan diperkuat ke depan meliputi, pertama, penguatan intervensi promotif dan preventif khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kedua, peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader pendamping keluarga.
Ketiga, penguatan konvergensi lintas sektor melalui aksi konvergensi yang mencakup analisis situasi berbasis data, penguatan perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Keempat, penguatan perencanaan dan penganggaran melalui penandaan program dan kegiatan stunting. Kelima, peningkatan kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, desa adat serta partisipasi masyarakat.

“Saya juga menekankan pentingnya peran kecamatan, desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam memastikan layanan benar-benar menjangkau sasaran. Konvergensi harus nyata di lapangan, bukan hanya dalam dokumen perencanaan,” tegasnya.

Melalui Pra Musrenbang ini, Arya Wibawa berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyepakati langkah-langkah strategis yang akan diintegrasikan dalam RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 dengan pendekatan yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sari Dewi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pra Musrenbang ini berlandaskan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, serta Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini meliputi evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan penurunan stunting, perumusan usulan program dan kegiatan intervensi, pemilahan dan penandaan program dalam kategori fisik prasarana, sosial, budaya dan ekonomi, serta deklarasi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari secara luring ini diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari unsur perangkat daerah, instansi vertikal, Tim Penggerak PKK, WHDI, UPTD Puskesmas se-Kota Denpasar, BPS, Kantor Kementerian Agama, camat, perbekel/lurah, Majelis Madya Desa Adat, tenaga ahli, perguruan tinggi, Ikatan Bidan Indonesia, serta DPD KNPI Kota Denpasar.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan paparan dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali mengenai keberlanjutan regulasi percepatan penurunan stunting, Kepala Bappeda Provinsi Bali terkait sinkronisasi program percepatan penurunan stunting tingkat provinsi, serta Kepala Bappeda Kota Denpasar mengenai rencana penanganan stunting Kota Denpasar Tahun 2027.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemberian masukan dari seluruh peserta sebagai bahan penyempurnaan program. Melalui Pra Musrenbang ini diharapkan konvergensi percepatan penurunan stunting benar-benar terimplementasi di lapangan, sehingga mampu mewujudkan generasi Denpasar yang sehat, cerdas dan berdaya saing. (Don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bali Raih Dua Penghargaan Kemendagri dan Kantongi Insentif Fiskal Rp 3 M
Wali Kota Denpasar Jaya Negara Terima Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Barito Timur
Bulan Bung Karno Wujudkan Bangsa Berdaulat, Berdikari, Berkepribadian dan Berkebudayaan
Wali Kota Jaya Negara Pimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Denpasar, Ajak Semua Pihak Berkolaborasi, Amalkan Nilai Pancasila Menuju Denpasar Maju
Hari Lahir Pancasila, Bupati Kembang Ajak Perkokoh Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Info Bali Terkait Tata Kelola Daerah, Kunker PGRI, Sektor Kerajinan dan Tantangan Global
ASN Pemkab Jembrana Gelar Aksi Gotong Royong
Info Bali Soal Sampah, Peluncuran Counter EETA Basis Web dan Uji Digital Bansos

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:18 WIB

Bali Raih Dua Penghargaan Kemendagri dan Kantongi Insentif Fiskal Rp 3 M

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:58 WIB

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Terima Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Barito Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 01:27 WIB

Bulan Bung Karno Wujudkan Bangsa Berdaulat, Berdikari, Berkepribadian dan Berkebudayaan

Senin, 1 Juni 2026 - 23:36 WIB

Wali Kota Jaya Negara Pimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Denpasar, Ajak Semua Pihak Berkolaborasi, Amalkan Nilai Pancasila Menuju Denpasar Maju

Senin, 1 Juni 2026 - 08:42 WIB

Hari Lahir Pancasila, Bupati Kembang Ajak Perkokoh Persatuan dan Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru