TERIAKAN RANDUSANGA: JEMBATAN RAPUH ANCAM NYAWA ANAK BANGSA, PEMERINTAH BREBES TULI DI TENGAH BENCANA ABRASI DAN KEHANCURAN MASA DEPAN?

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo,(doc) Jembatan di jalur sungai Kali Kamal menuju sungai Banjangsari itu sudah keropos parah, sangat berbahaya!”

BREBES,GarudaXpose.com-// Di ujung utara Kabupaten Brebes, di mana garis pantai kian tergerus amarah laut, Randusanga Kulon bukan hanya terancam abrasi fisik, namun juga abrasi harapan akibat ironi pembangunan yang lumpuh. Dukuh Banjangsari, jantung desa yang kini terimpit isolasi ganda oleh alam yang mengganas dan kelalaian birokrasi memikul beban jembatan rapuh. Sebuah akses vital yang seharusnya menjadi penopang kehidupan, justru menjelma maut yang siap menelan nyawa, terutama generasi muda.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Bapak H.Afan Setiono,SE melalui sambungan telepon eksklusif dengan awak media GarudaXPose pada Selasa,3 Maret 2026,pukul 15,00 WIB, tak dapat menyembunyikan keprihatinan mendalamnya. Suaranya sarat kekecewaan, menggambarkan nestapa yang telah berlangsung bertahun-tahun. “Jembatan itu sudah lama rusak, kondisinya sangat memprihatinkan. Kami sudah berulang kali melaporkan, namun hingga kini, belum ada respons maupun tindakan serius dari pemerintah Kabupaten Brebes,” ujarnya, menyingkap borok birokrasi yang seolah buta terhadap penderitaan warganya. Laporan demi laporan menguap bak embun di pagi hari, tanpa jejak, tanpa solusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Randusanga Kulon, dengan tiga pedukuhan utamanya Randusanga sendiri, Sigempol, dan Banjangsari adalah cerminan perjuangan tak henti. Khususnya Dukuh Banjangsari, yang terletak di wilayah RW 5 dan terbagi menjadi lima RT, adalah potret daerah yang paling terpukul. Setiap sudutnya dikelilingi tambak, yang sepertiga lebihnya kini telah menjelma menjadi lautan kembali akibat abrasi. Inilah desa yang hidup di ambang batas, rentan banjir, dan kian terisolir. Ironisnya, ada satu wilayah yang bahkan sulit dijangkau dengan kendaraan darat biasa, memaksa warga bergantung pada perahu sebagai satu-satunya moda transportasi menyeberangi sungai.

Namun, kisah pilu tak berhenti pada ancaman alam semata. Di tengah keterbatasan ini, sebuah ancaman buatan manusia kian memperparah keadaan: jembatan yang menjadi satu-satunya penghubung ke rumah warga RT 04 RW 5, kini hanya tinggal kerangka. “Jembatan di jalur sungai Kali Kamal menuju sungai Banjangsari itu sudah keropos parah, sangat berbahaya!” seru puluhan masyarakat Randusanga Kulon yang ditemui tim GarudaXPose. Mata mereka memancarkan kecemasan mendalam, membayangkan potensi tragedi yang bisa terjadi kapan saja.

Ancaman ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur biasa. Jembatan yang lapuk itu adalah jalur utama anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya demi menggapai pendidikan. Bayangan tragis seorang anak terjatuh, meregang nyawa karena kelalaian negara, menghantui setiap langkah mereka. “Jangan sampai ada korban jiwa, apalagi sampai peristiwa ini menjadi berita nasional yang mempermalukan kita semua! Apakah harus menunggu nyawa melayang dulu baru pemerintah bergerak?” tegas seorang ibu dengan mata berkaca-kaca, mewakili suara hati para orang tua yang setiap pagi melepas anaknya dengan sejuta kekhawatiran. Mereka mencari nafkah, anak-anak menuntut ilmu, namun keduanya harus bertaruh nyawa.

Desakan masyarakat bukan sekadar permintaan akan perbaikan, melainkan jeritan hati yang menuntut keadilan, menagih janji negara untuk melindungi warganya. Pemerintah Kabupaten Brebes ditantang untuk segera membuka mata hati dan telinga, tak lagi tuli pada bahaya nyata yang mengancam. Jembatan itu bukan sekadar tumpukan beton atau kayu; ia adalah nadi kehidupan ekonomi, jaminan keselamatan, dan harapan bagi masa depan generasi penerus bangsa di Dukuh Banjangsari. Perbaikan harus segera dilakukan, bukan besok, bukan lusa, tapi sekarang! Jangan menunggu hingga nyawa melayang dan penyesalan menjelma menjadi ratapan pilu yang tak berkesudahan. Ini adalah panggilan darurat yang mendesak untuk menyelamatkan warga dan anak-anak yang setiap hari menaruhkan hidup mereka demi sebuah harapan.

Maka, pertanyaan besarnya adalah: akankah Pemerintah Kabupaten Brebes terus membisu, ataukah panggilan darurat ini akan menggugah nurani dan menggerakkan tindakan nyata? Jembatan Banjangsari adalah ujian kredibilitas, cermin keberpihakan, dan taruhan atas masa depan Randusanga Kulon. Setiap detik penundaan adalah ancaman, dan setiap nyawa yang terenggut akan menjadi noda hitam tak terhapus dalam sejarah pembangunan Brebes. Sudah saatnya pemerintah hadir, bukan hanya dengan janji, tapi dengan bukti konkret yang menyelamatkan warganya dari jurang bahaya.(red)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti
Cerita Perwira AL Asal Banyuwangi, Berkali-kali Gugur Tes Kini Jadi Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa dari Presiden
InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas
Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Nyadran Karo 1948 Caka Desa Ngadirejo Alunan Ketipung Pelestarian Budaya Lokal Tengger

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Martua Nainggolan, Bukti Jejak Baik Jurnalis Media Center Jayanti

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:15 WIB

InJourney dan Angkasa Pura Siapkan Roadmap Pariwisata Banyuwangi Mulai Event hingga Konektivitas

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Bertemu Sopir Logistik, Wabup Banyuwangi: Pengemudi Urat Nadi Ekonomi Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Berita Terbaru

Olahraga

Senin, 3 Agu 2026 - 05:54 WIB