Garudaxpose.com|Mojokerto – Atmosfer khidmat menyelimuti Lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur, Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu pagi (18/2/2026). Di bawah langit cerah, ratusan personel kepolisian berdiri tegak mengikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional, sebuah momentum strategis untuk merefleksikan kembali peran Polri di tengah dinamika masyarakat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, S.I.K., memimpin jalannya kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU), personel Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta para siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri kemampuan Brimob T.A. 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho membacakan amanat tertulis Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. Pesan yang disampaikan tidak hanya sekadar seremonial, melainkan memuat instruksi krusial terkait tantangan keamanan, agenda nasional, hingga kesiapan spiritual personel menjelang bulan suci Ramadhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Membuka amanatnya, Kapolda Jatim melalui Kepala SPN Polda Jatim menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam setiap langkah tugas kepolisian. Mengingat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang sudah di depan mata, personel diminta untuk meniatkan setiap pelayanan mulai dari pengaturan jalan hingga penegakan hukum sebagai ladang ibadah.
“Pengabdian kita kepada masyarakat adalah manifestasi keimanan kita. Apalagi di bulan penuh berkah nanti, setiap pelayanan tulus yang kita berikan, Insya Allah akan dicatat sebagai amal saleh dengan pahala berlipat ganda,” ujar Kombes Pol Agung mengutip pesan Kapolda.
Di ranah strategis, amanat tersebut menyoroti hasil Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2026. Polda Jatim diinstruksikan untuk tegak lurus mendukung “Asta Cita” Presiden, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan energi.
“Jawa Timur adalah lumbung pangan nasional. Kita harus memastikan swasembada pangan berjalan lancar tanpa gangguan mafia pangan, serta mengawal distribusi pupuk dan stabilitas harga bahan pokok,” ungkapnya.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi atensi utama. Berdasarkan evaluasi nasional, Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang dikelola Polri dinilai sangat baik. Oleh karena itu, Ka SPN meneruskan instruksi agar jajaran Polda Jatim terus mendukung target pemerintah menjangkau anak-anak hingga ke wilayah terpencil di Jawa Timur.
Salah satu poin menarik dalam amanat kali ini adalah respons Polri terhadap isu lingkungan. Menindaklanjuti peluncuran Gerakan Indonesia Asri oleh Presiden Prabowo Subianto, serta ancaman kelebihan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diprediksi terjadi pada 2028, personel diperintahkan melakukan langkah taktis.
Instruksi tersebut mencakup kewajiban melaksanakan korve (pembersihan) selama 15 menit setiap hari di lingkungan kantor, pemilahan sampah organik dan non-organik secara disiplin, hingga penghematan energi.
“Kebersihan lingkungan adalah cerminan kedisiplinan dan kehormatan institusi kita,” tambah Kombes Pol Agung membacakan amanat Kapolda Jatim.
Menutup amanatnya, penekanan dan instruksi diarahkan pada profesionalisme penegakan hukum di era digital. Menyikapi fenomena viral terkait penerapan KUHP dan KUHAP baru, Kapolda Jatim memberikan ultimatum agar tidak ada lagi ketidakpekaan penyidik yang mencederai rasa keadilan.
“Jangan sampai ada lagi kasus ‘korban menjadi tersangka’ atau insiden viral akibat ketidakpekaan penyidik yang meruntuhkan citra Polri. Pastikan setiap tahapan prosedur hukum dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Kombes Pol Agung membacakan amanatnya.
Upacara diakhiri dengan gelora semangat “Jogo Jawa Timur” sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Polri yang Presisi, dekat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.












