BREBES,GarudaXpose.com-Gema semangat menyambut Hari Raya Imlek 2026 sudah sangat terasa di seantero Kabupaten Brebes. Pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, persiapan perayaan Imlek yang meriah ini telah memasuki tahap krusial, berpusat di lokasi ikonik Rest Area Banjaratma KM 260 B, Kecamatan Bulakamba. Paguyuban Tionghoa Brebes, sebuah organisasi yang aktif melestarikan kebudayaan Thionghoa di wilayah ini, tengah gencar mempersiapkan serangkaian acara yang bukan sekadar perayaan, melainkan juga simbol persatuan dan kemajuan. Di bawah kepemimpinan Dhany Bagus Purnama, putra daerah asli Brebes, paguyuban ini bertekad menyuguhkan perayaan pergantian tahun shio yang berkesan, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, harmoni budaya, sekaligus mendukung visi “Brebes Beres” (Bersih, Elok, Rapi, Sehat).
Photo/Mas Dhany Bagus Purnama (Yes) Selasa,17/2/2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dhany Bagus Purnama, yang juga dikenal sebagai penggemar seniman barongsai andal juga ketuanya , bukan nama baru dalam kancah perayaan Imlek di Brebes. Selama dua tahun berturut-turut, ia sukses menyelenggarakan event serupa di Rest Area Banjaratma, yang selalu berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, baik lokal maupun dari luar kota. Tahun ini, ia kembali dipercaya untuk memimpin atraksi puncak. Dengan pengalaman matang, Dhany menjanjikan sebuah pertunjukan naga yang tak hanya memukau secara visual, namun juga kaya akan filosofi mendalam yang relevan dengan makna perayaan Imlek dan semangat kebersamaan.
“Kami selalu berusaha menyajikan yang terbaik untuk masyarakat Brebes dan para pengunjung Rest Area Banjaratma,” tutur Dhany dengan semangat di sela-sela persiapan yang padat. “Untuk pertunjukan naga, biasanya kami melibatkan sembilan orang untuk menggerakkan seluruh tubuh naga, menciptakan gerakan yang sinkron dan penuh makna. Namun, demi memastikan kelancaran dan antisipasi kelelahan yang mungkin terjadi selama pementasan panjang, kami selalu menyiapkan dua orang cadangan. Ini bukan sekadar teknis, melainkan cerminan dari semangat gotong royong dan kesiapan kami dalam menghadapi setiap tantangan yang membutuhkan sinergi tim yang solid. Filosofi ini selaras dengan semangat ‘Brebes Beres’, di mana setiap elemen masyarakat berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama.”
Lebih lanjut, Dhany Bagus Purnama, menjelaskan detail menarik mengenai atraksi naga tahun ini yang dipastikan akan menjadi sorotan utama. “Istilah kami, ini adalah naga ‘empat kaki’. Meski penampilannya mungkin terlihat familiar, di balik itu kami mengerahkan sebelas orang untuk mengendalikannya dengan sempurna. Jumlah ini kami yakini akan menghasilkan gerakan yang lebih dinamis, lincah, dan bertenaga, memberikan pengalaman visual yang tak terlupakan,” ungkapnya sambil tersenyum misterius, mengisyaratkan kejutan yang akan datang dan memancing rasa penasaran publik. Inovasi dalam pementasan ini diharapkan mampu memberikan dinamika baru dan daya tarik tersendiri, menjadikan pertunjukan naga sebagai simbol keberuntungan, kekuatan, dan kemakmuran yang akan terpancar sepanjang tahun bagi seluruh warga yang hadir, membawa energi positif untuk tercapainya “Brebes Beres” di segala bidang.
Persiapan intensif terus dilakukan oleh Paguyuban Thionghoa Brebes, didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk Bapak Yohanes Ciledug Ketua tim Baronsai yang selalu memberikan bimbingan, arahan, serta fasilitas yang memadai. Segala detail, mulai dari penataan panggung yang megah di area terbuka Rest Area Banjaratma, pemilihan kostum barongsai dan naga yang autentik dan indah dengan sentuhan modern, hingga penyusunan alur pertunjukan yang dramatis dan menghibur, dipersiapkan dengan cermat dan teliti. Semua itu bertujuan agar mampu memancarkan esensi kebudayaan Thionghoa yang otentik, namun tetap relevan dan dapat dinikmati oleh khalayak luas di Brebes, tanpa memandang latar belakang.
Paguyuban Thionghoa Brebes berharap, perayaan Imlek 2026 ini tidak hanya menjadi tontonan spektakuler semata, melainkan juga wadah silaturahmi yang erat, pertukaran budaya yang memperkaya khazanah lokal, dan pemersatu masyarakat lintas etnis di Kabupaten Brebes. Mereka optimis, dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari semua pihak, perayaan tahun ini akan berjalan lancar, meriah, dan membawa berkah serta sukacita yang melimpah bagi seluruh lapisan masyarakat yang merayakan maupun yang turut menyaksikan. Semoga semangat kebersamaan yang terjalin erat ini terus membara, mengisi tahun baru dengan kebahagiaan, kemajuan, dan tentunya, terwujudnya “Brebes Beres” untuk masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.(Red/II)
(Agus)














