Rumah Baru Berkah, Keluarga Asrofi Gelar Tasyakuran Meriah Dihadiri Tokoh Penting Brebes

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo/Bapak Asrofi memberikan Sambutan ( Senin wage, 16/2/2026) BREBES,GarudaXpose.com-Suasana penuh suka cita, kebersyukuran, dan kehangatan menyelimuti kediaman Bapak Asrofi dan Istrinya Ibu Eni Linawati,dan ibu putri tercinta mereka, di Perum Grand Surya Residence Pulosari, Brebes. Pada hari istimewa Senin Wage,16 Februari 2026, keluarga besar ini dengan penuh rasa syukur menggelar acara tasyakuran dan selamatan “Slup-slupan Omah Anyar”, sebuah tradisi penuh makna sebagai wujud rasa terima kasih atas anugerah rumah baru yang kini mereka tempati.

Sejak pagi, tepat pukul 06.00 WIB, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an 30 juz telah mengalun merdu, memenuhi setiap sudut rumah dan memberikan kesejukan spiritual bagi para hadirin. Pembacaan kitab suci ini berlangsung khusyuk hingga menjelang waktu Dhuhur, menjadi fondasi spiritual yang kuat bagi seluruh rangkaian acara. Puncak kekhidmatan dilanjutkan setelah shalat Dhuhur, tepatnya pukul 12.45 WIB, dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi penghuni rumah baru.

Momen haru dan simbolis tak terlewatkan pada pukul 13.00 WIB, ketika kunci dan dokumen penyerahan rumah diserahkan secara resmi oleh Bapak Basori, sosok tukang bangunan yang telah bekerja keras mewujudkan impian keluarga Asrofi, kepada sang kepala keluarga, Bapak Asrofi. Ini bukan sekadar penyerahan fisik, melainkan simbol rampungnya sebuah ikhtiar dan dimulainya lembaran baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelahnya, prosesi “Slup-slupan” yang menjadi inti dari tradisi ini berlangsung dengan penuh makna. Adzan berkumandang dari empat penjuru rumah, mengundang rahmat dan menolak bala. Kemudian, air yang telah didoakan secara khusus disiramkan di sekeliling hunian baru, diiringi lantunan shalawat Nabi yang menenangkan hati. Sebuah ritual yang tak kalah istimewa adalah pemasukan air dari sembilan mata air berbeda ke dalam sumur rumah, melambangkan harapan akan keberkahan, kemakmuran, dan sumber kehidupan yang tak pernah kering. Rangkaian ini dilengkapi dengan doa menempati rumah baru, sebuah permohonan agar rumah ini selalu menjadi tempat yang damai dan penuh cinta.

Suasana semakin meriah namun tetap syahdu dengan pemotongan tumpeng, simbol rasa syukur atas rezeki yang telah dilimpahkan. Dalam momen yang menyentuh hati, potongan tumpeng pertama secara haru oleh Bapak Asrofi di serah kan kepada istri tercinta, Ibu Eni Linawati, dan anak-anak, serta istri kesayangannya, Ibu Putri Sadly Setiaowati, menandakan kebersamaan dan cinta kasih dalam keluarga.

Sambutan Tuan Rumah, Bapak Asrofi: Untaian Harapan dan Doa

Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Bapak Asrofi, sebagai tuan rumah, tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Dengan suara bergetar menahan haru, beliau menyampaikan, “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Hadirin sekalian yang kami muliakan, hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kami sekeluarga. Berkat rahmat dan karunia Allah, serta doa restu dari Bapak, Ibu, dan seluruh sanak saudara, akhirnya impian kami untuk memiliki rumah sendiri terwujud. Rumah ini bukan sekadar bangunan, tapi adalah amanah, tempat kami akan merajut cerita, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan membesarkan anak cucu.”

Beliau melanjutkan, “Kehadiran Bapak Wakil Bupati, Absen,Bapak Camat absen , Bapak Kepala Desa hadir, Bapak-bapak anggota DPRD, serta seluruh tamu undangan sekalian, merupakan kehormatan yang tak terhingga bagi kami. Doa dan restu yang Bapak Ibu panjatkan hari ini, adalah bekal paling berharga bagi kami. Kami mohon doanya agar rumah ini senantiasa diberikan keberkahan, menjadi tempat yang nyaman, tentram, dan selalu diliputi keimanan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak Ibu sekalian dengan pahala yang berlipat ganda. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini terdapat banyak kekurangan. Sekali lagi, terima kasih banyak atas kehadiran dan doa Bapak Ibu semua.”

Untuk menambah keberkahan acara, Mawaidotul Khasanah yang penuh ilmu disampaikan oleh Bapak Ustadz Tajudin, memberikan pencerahan rohani bagi seluruh hadirin. Doa penutup yang khusyuk kemudian dipimpin oleh Bapak Kyai Muhammad Khusaeni, mengakhiri rangkaian doa dan harapan baik untuk rumah baru ini.

Acara tasyakuran ini semakin semarak dan menunjukkan kuatnya jalinan silaturahmi serta dukungan masyarakat Brebes. Turut hadir dalam undangan kehormatan Wakil Bupati Brebes, Bapak Wurja, S.E., Camat Brebes, Bapak Asip Fauzan, S.H., S.IP., Tokoh Pemuda H. Ridhohul Khuman, S.T. Tak ketinggalan, dua tokoh politisi terkemuka dari DPRD, yakni Bapak H. Tobidin dari Partai PAN dan Bapak H. Syamsul Falah dari Fraksi Demokrat, juga turut hadir memberikan doa restu. Kehadiran para tokoh penting dan seluruh tamu undangan ini menjadi kehormatan dan kebahagiaan tak terkira bagi keluarga Bapak Asrofi, Ibu Eni Linawati, dan Ibu Putri Sadly Setiaowati, menegaskan betapa rumah baru ini dibangun di atas fondasi cinta, doa, dan kebersamaan.

Pungkasnya, acara tasyakuran “Slup-slupan Omah Anyar” keluarga Asrofi bukan sekadar perayaan pindah rumah biasa. Ia adalah cerminan kekayaan budaya dan nilai spiritual masyarakat Brebes, di mana rasa syukur diungkapkan secara mendalam, tali silaturahmi dipererat, dan harapan akan masa depan yang berkah senantiasa dilangitkan. Semoga rumah baru ini menjadi titik awal bagi banyak kebahagiaan dan kebaikan bagi jnkeluarga Asrofi serta masyarakat sekitar.(Red/II)

  1. (Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masalah K3 Urusan Internasional, Jangan Main-main dengan Nyawa, Ketua JA 98 Sumsel Warning Disnaker
Ketua Dekranasda Bali Minta Para Seniman Ajegkan Gaya Lukisan Bali Asli
Diduga Akibat Pengerjaannya Tidak Sesuai RAB, Robohnya Tribun Lapangan Bola Desa Talang Nangka
Perampasan Lahan Sebagai Sisa-sisa Kolonial: Kebutuhan Mendesak Mendekolonialisasi Hukum Agraria Indonesia
Buka Mubes Kompas Sumsel Ke-XIII Ini Pesan Kadispora Sumsel
Terkait Pemberitaan di Media Sosial, Forum Komite SMA dan SMK Sumsel Berikan Klarifikasi dan Meluruskan Opini Negatif, Ini Penjelasnya !!!
Pegadaian Sabet “Best Sovereign Sukuk” dan “Best Social Bonds in Asia 2025”
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan Serta Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin, SIRA Laporkan ke Kejati Sumsel

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 08:19 WIB

Rumah Baru Berkah, Keluarga Asrofi Gelar Tasyakuran Meriah Dihadiri Tokoh Penting Brebes

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:01 WIB

Masalah K3 Urusan Internasional, Jangan Main-main dengan Nyawa, Ketua JA 98 Sumsel Warning Disnaker

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:07 WIB

Ketua Dekranasda Bali Minta Para Seniman Ajegkan Gaya Lukisan Bali Asli

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:04 WIB

Diduga Akibat Pengerjaannya Tidak Sesuai RAB, Robohnya Tribun Lapangan Bola Desa Talang Nangka

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:45 WIB

Perampasan Lahan Sebagai Sisa-sisa Kolonial: Kebutuhan Mendesak Mendekolonialisasi Hukum Agraria Indonesia

Berita Terbaru