Pemkab Jembrana Teruskan Warisan Pekak Jegog
Garudaxpose.com l Jembrana Bali – Kesenian khas Kabupaten Jembrana, Jegog, kembali melangkah ke panggung internasional. Grup kesenian legendaris Suar Agung resmi berangkat ke Jepang hari ini untuk menjalankan misi budaya selama dua minggu, membawa nama harum Bali dan Indonesia di kancah global.
Rombongan yang dipimpin oleh Putu Bobi Agus Darma selaku koordinator, dilepas langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan , minggu siang ( 15/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim kesenian ini memberangkatkan total 26 personil yang terdiri dari seniman musik dan penari. Keberangkatan ini menandai babak baru bagi kejayaan Jegog di Negeri Sakura, di bawah pimpinan I Gede Oka, putra dari sang maestro almarhum Pekak Jegog.
Sembilan Pementasan di Tiga Provinsi Utama

Selama 14 hari di Jepang, tim Suar Agung dijadwalkan tampil dalam agenda yang padat, meliputi: Tiga Pementasan Besar di panggung utama. Enam Pementasan Skala Menengah yang tersebar di berbagai wilayah terfokus di tiga provinsi besar, yakni Fukuoka, Tokyo, dan Nagoya.
“Ini undangan dari pihak Jepang . Saat ini tim pertama untuk proses tuning instrumen sudah berada di lokasi. Hari ini, rombongan kedua sebanyak 21 orang menyusul untuk melengkapi tim. Kami membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali dentuman bambu khas Jembrana kepada masyarakat Jepang,” ujar Putu Bobi Agus Darma sebelum keberangkatan.
Misi budaya ini memiliki makna historis yang mendalam. Sejak tahun 1980-an hingga 2016, Jegog Suar Agung memiliki agenda rutin tampil di Jepang, bahkan hingga dua kali setahun. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti dan baru tahun ini berhasil diinisiasi kembali sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan publik Jepang terhadap seniman Jembrana.

“Kami mengawali kembali apa yang dulu menjadi rutinitas almarhum Pekak Jegog ( I Ketut Suwentra) . Harapan kami, pementasan ini tidak hanya sekadar tampil, tapi menjadi agenda rutin tahunan yang memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Jembrana, baik dari segi citra budaya maupun dampak ekonomi kreatif,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pihak keluarga besar Suar Agung juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana atas dukungan penuh yang diberikan.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Jembrana atas dukungan, support, dan doanya. Kami bertekad menjaga nama baik daerah dan memastikan misi budaya ini berjalan sukses sesuai harapan masyarakat Jembrana,” tutup Putu Bobi.

Sementara Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan usai melepas rombongan kesenian , mengharapkan keberangkatan ini menjadi momentum kebangkitan seniman lokal untuk terus berkarya di level internasional dan memperkuat posisi Jembrana sebagai “Kota Jegog” di mata dunia.
” Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana merasa bangga melihat grup Suar Agung kembali mengawali tradisi misi budaya ke Jepang .Ini adalah langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap potensi seni kita,” ujar Kembang Hartawan .
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan dukungan terhadap pelestarian Jegog Jembrana. Dukungan dalam bentuk fasilitasi kesenian tampil secara reguler di anjungan cerdas rambut siwi Jembrana .
” astungkare kedepan jegog akan siapkan panggung reguler disana. Ini dukungan apresiasi kita , memberi ruang tiap seniman untuk terus berkarya dan memiliki panggung tetap,” pungkasnya. ( Gustra ).
Jaga Stabilitas Harga Di Bulan Ramadhan, Pemkab Jembrana “Gempur” Inflansi Lewat Pasar Murah

Garudaxpose.com l Jembrana Bali– Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Melalui sinergi dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Jembrana menyelenggarakan Gelar Pangan Murah yang berpusat di depan MI Mujahiddin, Loloan Barat, pada Minggu (15/2).
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang jatuh dalam waktu berdekatan.
Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditi utama disediakan dengan harga di bawah pasar untuk meringankan beban ekonomi warga. Seperti beras dijual mulai harga Rp 58.000 per 5 Kg, gula pasir mulai Rp Rp 17.200/Kg dan minyak goreng mulai Rp 15.500/liter. Selain kebutuhan pokok tersebut, pasar murah ini juga menyediakan berbagai bumbu dapur, kue kering, hingga produk pangan olahan hasil UMKM lokal Jembrana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang meninjau langsung lokasi kegiatan menyampaikan bahwa operasi pasar ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah secara menyeluruh.
“Hari ini kita laksanakan Gerakan Pangan Murah untuk menyambut HBKN. Sebentar lagi warga Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan Lebaran, yang waktunya hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Fokus utama kita adalah menjaga agar tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan di seluruh wilayah Jembrana,” ujar I Made Budiasa.

Lebih lanjut, Budiasa menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga komoditas volatile food. Meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas seperti cabai rawit, telur, dan ayam ras, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.
“Harapan kita, melalui kerja sama dengan BULOG dan Pemerintah Provinsi, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang mendadak. Kita ingin harga sembako tetap stabil di Jembrana,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Loloan Barat dan sekitarnya. Sejak pagi, masyarakat telah memadati stan pangan untuk mendapatkan stok kebutuhan dapur. Kehadiran pasar murah ini dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dalam mengatur pengeluaran menjelang hari raya. (Gustra).













