BREBES,GarudaXpose.com-4 Februari 2026 – Di malam yang sunyi dan hening, sebuah harapan kecil bernama Syafiq Arisky menjadi pusat perhatian. Bayi kecil ini memikul beban besar dengan kelainan bawaan serius pada saluran pencernaan, Congenital Absence Atresia and Stenosis of Rectum with Fistula, yang membuatnya harus hidup dengan stoma viabel. Meskipun kondisinya telah menunjukkan perbaikan, namun perjalanan panjang masih terbentang di hadapannya, dengan kontrol mingguan dan pendampingan bedah anak yang tak boleh terputus.
Keluarga Syafiq, yang tinggal di Dusun Cimohong, Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, berharap agar anak mereka dapat dirawat di RSUD Brebes yang lebih dekat, sehingga orang tua tetap bisa bekerja sambil menjalani perawatan panjang. Ayah Syafiq, Fatkhul Mutmin, seorang pedagang cilok yang menggantungkan nafkah dari gerobak sederhana, kerap harus menghentikan jualan untuk mengantar anaknya ke Purwokerto, meninggalkan hari-hari tanpa penghasilan. Ibu Santi, sang ibu, juga harus meninggalkan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga untuk merawat Syafiq, membuat keluarga ini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ny. Rieke Astuti Darwanto, Ketua Departemen Perempuan dan Anak DPW PSI Jawa Tengah, memimpin kunjungan ke rumah Syafiq dan menyampaikan komitmen untuk membantu. “Harapan mereka sangat manusiawi, dirawat di tempat yang dekat agar orang tua tetap bisa bekerja. Kami akan berupaya berkoordinasi dengan RSUD Brebes dan mencari solusi terbaik agar keluarga tidak terus terbebani jarak dan biaya. Kami juga akan membuka opsi rujukan terdekat lain seperti Cirebon, jika memang diperlukan. Kami ingin memastikan bahwa Syafiq mendapatkan perawatan yang terbaik, tanpa harus meninggalkan keluarganya.”
Kunjungan ini bukan sekadar empati, melainkan ikhtiar untuk membantu keluarga Syafiq. DPW PSI Jawa Tengah bersama jajaran DPD setempat melakukan pendataan kebutuhan keluarga, membuka ruang pendampingan berkelanjutan, serta menyiapkan langkah koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait. Kisah Syafiq mengingatkan kita bahwa kesehatan anak bukan hanya perkara rumah sakit, tetapi juga soal keberlangsungan hidup orang tua dan masa depan saudara-saudaranya.
Di ruang tamu yang sunyi, di antara dinding yang menyimpan doa, harapan menemukan bentuknya: lebih dekat, lebih manusiawi. Dan ketika kepedulian memilih hadir, bahkan di malam hari, harapan belajar bernapas lebih panjang. Melalui langkah ini, DPW PSI Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di sisi perempuan dan anak, memastikan bahwa perjuangan keluarga kecil tidak dibiarkan berjalan sendirian. Harapan, sejauh apa pun, selalu pantas diperjuangkan.
Dengan komitmen ini, DPW PSI Jawa Tengah berharap dapat membantu keluarga Syafiq untuk mendapatkan perawatan yang terbaik, dan memberikan harapan baru bagi keluarga kecil ini. Selain itu, DPW PSI Jawa Tengah juga akan terus memantau perkembangan Syafiq dan memastikan bahwa keluarga ini mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh beberapa anggota DPD PSI Jawa Tengah, yang juga menyampaikan komitmen mereka untuk membantu keluarga Syafiq. Mereka berharap bahwa dengan kerja sama dan kepedulian bersama, Syafiq dapat segera mendapatkan perawatan yang terbaik dan menjalani hidup yang lebih baik.
DPW PSI Jawa Tengah juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam membantu keluarga Syafiq, baik melalui donasi maupun doa. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat membuat perbedaan besar bagi keluarga Syafiq,” kata Ny. Rieke Astuti Darwanto.
Demikian berita ini disampaikan. Terima kasih.
(Agus)












