Tokoh Masyarakat Pertanyakan Akurasi PAD Madina dari Sawit Pantai Barat

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com l Mandailing Natal — Besarnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mandailing Natal dari sektor perkebunan kelapa sawit kembali disorot. Kali ini, sorotan datang dari tokoh masyarakat Pantai Barat yang mempertanyakan akurasi laporan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PMKS) kepada pemerintah daerah.
Tokoh masyarakat Mandailing Natal asal Batang Natal, H. Syahrir Nasution, secara terbuka menyapa Bupati Mandailing Natal dan meminta adanya kepastian bahwa laporan seluruh perusahaan sawit telah sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Di Pantai Barat jumlah perusahaan perkebunan sawit dan PMKS tidak sedikit. Pertanyaannya sederhana: apakah Bupati bisa memastikan bahwa seluruh laporan perusahaan—yang menjadi dasar penarikan PAD—benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan yang diketahui OPD teknis?” ujar Syahrir, Minggu (18/01/2026).
Menurut Syahrir, sektor sawit selama ini kerap disebut sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. Namun, kontribusi tersebut perlu diuji dengan transparansi data produksi, luas lahan, volume TBS, dan kapasitas olah PMKS, agar PAD yang diterima daerah tidak hanya besar di atas kertas, tetapi juga adil dan optimal.
“Jangan sampai PAD kita terlihat stabil, tapi sebenarnya masih menyisakan potensi kebocoran. OPD teknis pasti punya data. Tinggal kemauan politik pemerintah daerah untuk menyandingkan laporan perusahaan dengan fakta di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan, dorongan ini bukan bentuk kecurigaan tanpa dasar, melainkan hak publik untuk memastikan tata kelola pendapatan daerah berjalan akuntabel, terutama di wilayah Pantai Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor ekonomi utama Mandailing Natal.
Syahrir juga menyinggung peran OPD terkait, seperti dinas yang membidangi perkebunan, perizinan, lingkungan hidup, hingga pendapatan daerah, agar tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga aktif melakukan verifikasi dan pengawasan.
“Kalau semua berjalan normal dan sesuai aturan, seharusnya pemerintah daerah tidak ragu membuka data agregat PAD sektor sawit. Transparansi justru akan memperkuat kepercayaan publik,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini masyarakat Pantai Barat kerap mendengar angka PAD disebut dalam forum resmi, namun tidak pernah melihat korelasinya secara langsung dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan wilayah penghasil.
“Kami tidak menuntut perlakuan istimewa. Kami hanya ingin keadilan fiskal. Jika sumber daya ada di Pantai Barat, maka manfaat pembangunan juga harus terasa di Pantai Barat,” kata Syahrir.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan klarifikasi akurasi laporan perusahaan sawit dan langkah konkret optimalisasi PAD dari sektor tersebut.
(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem Di Sejumlah Wilayah Bali
Skandal Agraria Kapas I: Pemkab Madina Diduga Ulur Waktu Penyelesaian Konflik Lahan, Hak Rakyat Kembali Digantung
Tiga Ketua BPD Se-Kecamatan Semboro Resmi Ambil Sumpah dan Janji Jabatan
Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Pastikan Kesiapan Denpasar Sambut Pasar Rakyat TP PKK Bali 2026 Libatkan 125 UMKM
Optimalisasi Kesadaran Hukum Masyarakat, 14 Mahasiswa FH Unitas Palembang Mulai KKN di Kelurahan Enam-Belas Ulu Palembang
Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Menerima Studi Tiru TP PKK Kabupaten Magelang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Bangli Dan Imigrasi Denpasar Resmi Jalin Kerjasama Keimigrasian
Soroti Potensi Pelanggaran Disiplin, Publik Desak Bupati dan Dinas Pendidikan Madina Tindak Tegas Oknum PNS Rangkap Jabatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem Di Sejumlah Wilayah Bali

Rabu, 4 November 2026 - 06:01 WIB

Skandal Agraria Kapas I: Pemkab Madina Diduga Ulur Waktu Penyelesaian Konflik Lahan, Hak Rakyat Kembali Digantung

Rabu, 4 November 2026 - 04:54 WIB

Tiga Ketua BPD Se-Kecamatan Semboro Resmi Ambil Sumpah dan Janji Jabatan

Selasa, 3 November 2026 - 12:50 WIB

Optimalisasi Kesadaran Hukum Masyarakat, 14 Mahasiswa FH Unitas Palembang Mulai KKN di Kelurahan Enam-Belas Ulu Palembang

Selasa, 3 November 2026 - 11:19 WIB

Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Menerima Studi Tiru TP PKK Kabupaten Magelang

Berita Terbaru