Garudaxpose.com | Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik, buruh tani serta masyarakat lainnya, Kamis (12/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di GOR Kedopok, Jalan Mastrip, Kelurahan Kedopok.
Selain BLT DBHCHT, pada kegiatan tersebut juga diserahkan berbagai bantuan sosial lainnya, di antaranya bantuan alat bagi penyandang disabilitas, paket sembako, bantuan alat usaha, hingga bantuan nutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Probolinggo, Madihah, menjelaskan bahwa penyaluran BLT DBHCHT merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mendorong keluarga penerima manfaat agar lebih mandiri dan mampu meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya.
Madihah menyebutkan, total penerima BLT DBHCHT tahun 2026 di Kota Probolinggo mencapai 2.729 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 95 buruh pabrik, 66 buruh tani, serta 2.545 masyarakat lainnya yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 3.
Jika dirinci berdasarkan wilayah, penerima bantuan berasal dari Kecamatan Wonoasih sebanyak 434 orang, Kecamatan Kademangan 550 orang, Kecamatan Mayangan 598 orang, Kecamatan Kedopok 483 orang, dan Kecamatan Kanigaran 664 orang.
Selain BLT DBHCHT, dalam kesempatan yang sama pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial lainnya, di antaranya 136 paket sembako bagi fakir miskin, 18 paket bantuan alat usaha, 23 paket bantuan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), empat paket alat bantu bagi difabel, serta delapan paket bantuan bagi anak yatim terlantar.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan rasa syukur karena penyaluran bantuan tersebut dapat dilaksanakan pada bulan Ramadan yang penuh berkah.
“Mudah-mudahan di hari ke-22 Ramadan ini kita semua diberkahi kesehatan, diampuni dosa-dosa kita, dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” ujarnya di hadapan para penerima bantuan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan biasanya disalurkan setiap tiga bulan sekali. Namun menjelang Ramadan dan Idulfitri, Dinas Sosial mempercepat proses penyaluran agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok.
“Bantuan ini disegerakan sebelum Idulfitri agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Gunakan untuk membeli bahan pangan seperti beras, minyak dan kebutuhan penting lainnya,” pesannya.
Ke depan, lanjut Aminuddin, penyaluran bantuan akan dilakukan melalui sistem kartu yang bekerja sama dengan Bank Jatim agar lebih terintegrasi dan mudah dipantau.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan kemiskinan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Probolinggo. Saat ini, angka kemiskinan di Kota Probolinggo tercatat telah mengalami penurunan sebesar 0,69 persen.
“Kita berharap masyarakat ke depan bukan lagi sebagai penerima bantuan, tetapi mampu menjadi pihak yang memberi bantuan. Sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ungkapnya.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Dr. Rey Swigtyo, jajaran Forkopimda Kota Probolinggo, di antaranya Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yudo Apriyantono serta Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo Meilina Nawangwulan. Hadir pula pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo, Kepala BPS Kota Probolinggo, serta para camat dan lurah se-Kota Probolinggo.
Penulis : Septyan Dwi Cahyo










