BREBES,GarudaXpose.com-Lautan manusia memadati jalan raya dan Alun-alun Brebes, menciptakan suasana yang luar biasa dalam peringatan Harlah ke 100 NU . Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes turut serta dalam Istighosah Kubro, menegaskan komitmen menjaga nilai keagamaan dan kebangsaan . Suasana khidmat dan kebersamaan terpancar dari wajah-wajah yang hadir, menunjukkan kecintaan dan kesetiaan mereka kepada NU.
NU dan Santri: Menjaga Spirit Keagamaan di Abad Kedua
Kirab Kebangsaan yang dimulai pada Rabu (28/1/2026) dari Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, telah menempuh perjalanan panjang selama beberapa hari, membawa bendera NU dan Merah Putih sebagai simbol perjuangan, persatuan, dan pengabdian kepada agama dan bangsa . Kirab ini melibatkan ribuan kader dan warga NU dari berbagai wilayah, dengan setiap etape perjalanan diisi dengan istighosah dan doa bersama di sejumlah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU.
Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan apresiasi atas kontribusi NU dan berharap NU terus menjadi pilar utama pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat . “Semoga NU terus berkembang dan tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun peradaban yang lebih baik. Kita harus menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penguatan nilai spiritual,” ujarnya.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menambahkan, “Polres Brebes siap mendukung dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, sehingga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung dengan lancar dan aman. Kami juga berharap santri dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga toleransi dan kerukunan. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan NU dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Istighosah ini bagian dari perayaan satu abad NU (1926–2026) dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia” . Bupati tekankan pentingnya keseimbangan IPTEK dan IMTAQ . Generasi muda, termasuk santri, harus dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi, serta keimanan dan ketakwaan yang kuat untuk menghadapi tantangan modernisasi dan kemerosotan moral
Acara dimeriahkan dengan penampilan Hadroh dari Polres Brebes, membawakan lagu-lagu religius yang membuat suasana semakin khidmat . Kapolres Brebes serahkan Buku Santri Brambang, simbol dukungan penguatan dunia pesantren dan peran strategis santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara . Harlah ke 100 NU teguhkan NU dan santri sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan .
NU dan Santri: Menjaga Spirit Keagamaan di Abad Kedua
Kegiatan ini juga diakhiri dengan doa bersama, memohon perlindungan dan keberkahan bagi Kabupaten Brebes, serta memohon petunjuk dan kekuatan untuk terus berkhidmat kepada agama dan bangsa. Dengan semangat ini, NU dan santri siap memasuki abad kedua dengan komitmen menjaga nilai-nilai luhur dan berkontribusi bagi bangsa dan negara, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Puncak acara diakhiri dengan pembacaan do’a, yang memohon kepada Allah SWT untuk senantiasa memberikan rahmat dan hidayah kepada seluruh umat Islam, khususnya warga NU, agar tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran agama dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa . Dengan mengucap “Amin” bersama, ribuan jamaah menutup acara Harlah ke 100 NU dengan penuh harapan dan semangat untuk terus berkhidmat kepada agama, bangsa, dan negara.
(Agus)












