Sorotan Tajam: Betonisasi Saluran Irigasi di Pebatan, Brebes, Menuai Pertanyaan

- Penulis

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotan Tajam: Betonisasi Saluran Irigasi di Pebatan, Brebes, Menuai Pertanyaan

BREBES,GarudaXpose.com- Pembangunan beton di atas lahan PT KAI di Desa Pebatan, Wanasari, Brebes, memicu sorotan publik. Prosedur perizinan dan transparansi anggaran dipertanyakan. Banyak pihak yang merasa tidak puas dengan proses pembangunan ini, terutama warga sekitar yang merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Heri Tato dari Yabpeknas menekankan bahwa pemanfaatan lahan BUMN harus sesuai regulasi. “Lokasi ini seharusnya bebas hambatan demi keamanan kereta api,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan ini harus mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat menuntut transparansi anggaran dan fungsi proyek. “Harus jelas, jangan ada kesan tertutup,” tambah Heri. Mereka ingin tahu berapa anggaran yang digunakan, siapa saja yang terlibat, dan apa saja manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

Warga Pesantunan protes pembetonan saluran irigasi yang menyebabkan banjir. “Kami minta solusi, tapi tidak ada jawaban,” kata warga. Mereka merasa bahwa pembangunan ini hanya memindahkan masalah ke tempat lain, bukan menyelesaikannya.

Dinas PSDA Brebes sudah turun ke lokasi dan berjanji membantu normalisasi saluran. “Insyaa Allah, kami bantu agar air mengalir,” tulis Zudan, Kepala Dinas PSDA Brebes. Namun, warga masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah.

Kades Pebatan, Moh.Abdul Gofur,membenarkan bahwa pembangunan betonisasi saluran irigasi tersebut menggunakan anggaran desa. “Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait dan memiliki izin,” katanya. Namun, Agus tidak menjelaskan secara detail tentang perizinan dan anggaran yang digunakan. “Tanya saja ke Dinas PSDA, mereka yang tahu,” tambahnya.

Warga sekitar berharap agar pemerintah segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan solusi yang tepat. “Kami tidak ingin banjir lagi, tolong bantu kami,” harap warga. Mereka ingin hidup aman dan nyaman, tanpa harus khawatir dengan banjir setiap kali hujan turun.

Sementara itu, Camat Wanasari, Imam Tohid, S.Sos., menyatakan bahwa pemerintah kecamatan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami akan terus berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Dini, salah satu warga Pebatan, juga berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat. “Kami hanya ingin hidup aman dan nyaman, tidak ada lagi banjir yang mengganggu kami,” katanya.

(Agus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pengkondisian Proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, SIRA Minta KPK RI Turun Tangan dan Periksa
Sakti Mandraguna! Toko Obat Tipe G Samping WTC Tetap Eksis: Bukti Polisi “Kalah” atau Memang “Dipelihara”?
Parliamentary Threshold (PT) Produk Politik Akal-akalan Pasca Orde Baru”
Usut Tuntas Dugaan Abuse Of Power Dan Indikasi KKN Serta Tindak Pidana Pencucian Uang oleh Yayasan Bani Makki Kayu Agung, DPW-MSK INDONESIA dan PB.FPMP Sumsel Minta Kejati Sumsel
“Rektorat USU Membisu! Muryanto Amin Terseret ‘Sirkel Kejahatan Korupsi’ OTT Topan Ginting, Mengapa Belum Ada Klarifikasi?”
Badai Emas Pegadaian 2025 Resmi Diundi, Nasabah Syariah Raih Hadiah Paket Haji Plus
Bulan Januari Atau Februari Akan Dilakukan Rapat Terkait Pengelolaan Danau OPI, Berikut Beberapa Hal Disampaikan
15 Ribu Karyawan Terancam PHK, DPRD Sumsel Diminta Fasilitasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:52 WIB

Dugaan Pengkondisian Proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, SIRA Minta KPK RI Turun Tangan dan Periksa

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:59 WIB

Sakti Mandraguna! Toko Obat Tipe G Samping WTC Tetap Eksis: Bukti Polisi “Kalah” atau Memang “Dipelihara”?

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:31 WIB

Parliamentary Threshold (PT) Produk Politik Akal-akalan Pasca Orde Baru”

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:24 WIB

Usut Tuntas Dugaan Abuse Of Power Dan Indikasi KKN Serta Tindak Pidana Pencucian Uang oleh Yayasan Bani Makki Kayu Agung, DPW-MSK INDONESIA dan PB.FPMP Sumsel Minta Kejati Sumsel

Kamis, 22 Januari 2026 - 04:08 WIB

“Rektorat USU Membisu! Muryanto Amin Terseret ‘Sirkel Kejahatan Korupsi’ OTT Topan Ginting, Mengapa Belum Ada Klarifikasi?”

Berita Terbaru