GarudaXpose.com | Lumajang – Menjelang pertandingan panas antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Lumajang bergerak cepat melakukan langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan sambang dan silaturahmi kepada komunitas suporter, baik dari kubu Bonek maupun Aremania. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Cafe Tjangkir, Desa Seruji, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (10/4/2026).
Ps Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma, turun langsung dalam kegiatan tersebut dengan memberikan himbauan kepada para perwakilan komunitas suporter agar senantiasa menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang laga yang kerap memicu rivalitas tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengajak seluruh elemen suporter, baik Bonek maupun Aremania, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Rivalitas boleh ada, namun jangan sampai menimbulkan konflik yang merugikan semua pihak,” ujar Iptu Irdani Isma.
Dalam pertemuan tersebut, terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara Satbinmas Polres Lumajang dengan para ketua komunitas suporter, khususnya dari Bonek.
Selain itu, tercapai kesepahaman bersama terkait pentingnya menjaga stabilitas kamtibmas menjelang pertandingan Arema FC kontra Persebaya.
Lebih lanjut, Iptu Irdani Isma menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan pembinaan akan terus dilakukan guna menciptakan sinergitas antara Polri dan komunitas suporter.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis, agar para suporter merasa dilibatkan dalam menjaga keamanan. Dengan begitu, potensi konflik dapat ditekan sejak dini,” tambahnya.
Dari kegiatan tersebut, Polres Lumajang juga memperoleh informasi awal terkait rencana pergerakan suporter yang nantinya akan digunakan sebagai bahan deteksi dini serta langkah antisipasi pengamanan.
Ketua komunitas Bonek juga menyampaikan komitmennya untuk turut serta mengimbau dan mengendalikan anggotanya agar tidak terlibat dalam tindakan anarkis maupun konflik dengan suporter Aremania. Hal ini menjadi langkah penting dalam mencegah potensi gesekan yang kerap terjadi saat momentum pertandingan besar.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya kesadaran anggota komunitas terhadap potensi kerawanan serta konsekuensi hukum dari tindakan provokatif. Edukasi yang disampaikan secara humanis oleh pihak kepolisian diharapkan mampu membangun kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan.













