(Photo) Narasumber, Adhi Yusron, Reny Crisdiana, Dian, Dr. Ari Khiyatil, Catur (kamis, 12/2/2026)
TEGAL,JAWA TENGAH,GarudaXpose.com – Sebuah era baru dalam dunia peternakan Indonesia kian terbuka lebar, menjanjikan kemandirian pangan dan penguatan ekonomi akar rumput yang substansial! Bertani on Cloud (BOC) Volume 341 yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, sukses menggebrak dengan tema “Peluang Bisnis Silase Modern”. Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Ir. Ugik Romadi, SST.,M.Si atasnama Ka BPPSDMP, pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Balai Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Brebes (meskipun disebutkan Tegal dalam naskah sebelumnya, lokasi ini dikoreksi menjadi Brebes sesuai informasi baru), ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan panggung strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi pakan ternak. Agenda vital ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari Sekretaris Badan PPSDMP, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Penyuluhan Pertanian, Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batu, Kepala UPT Lingkup BPPSDMP, Kepala Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten, para Kelsi dan Katimker Penyuluhan Pertanian, Pengurus KTNA Nasional dan Daerah, Ketua FK-P4S Nasional beserta anggota, Ketua DPM/DPA beserta anggota, Presiden Ikamaja beserta anggota, hingga seluruh “Sobat Tani” di seluruh Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kolaborasi lintas sektoral yang kuat dan keseriusan pemerintah dalam memajukan sektor peternakan.
(Photo) Bareng Narasumber, Adhi Yusron, Reny Crisdiana, Dian, Dr. Ari Khiyatil, Catur (kamis, 12/2/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Dr. Ugik Rohmadi menyoroti potensi besar Indonesia sebagai negara agraris dalam sektor peternakan ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba). “Budidaya ternak ruminansia bukan hanya tentang produksi daging dan susu, melainkan investasi masa depan yang menjanjikan stabilitas produksi, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kemandirian pangan yang tak tergantikan,” tegasnya. Ia menekankan bagaimana usaha ini tak hanya berdampak signifikan pada pemenuhan gizi untuk mengurangi masalah kelaparan dan malnutrisi, menekan inflasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di pedesaan, bahkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar. Dengan pengelolaan modern dan intensif, budidaya ternak ruminansia diharapkan mampu menarik minat generasi muda dan investor untuk menekuni sektor ini, menjadikannya pilihan tepat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun ekonomi yang tangguh.
Tanggapan Positif dari Kepala Desa Pesayangan
Menyambut baik inisiatif strategis ini, Kepala Desa Pesayangan, H. Moh. Rosyidin, S.Sos., M.I.P., menyampaikan apresiasi hangat. “Kami di Desa Pesayangan merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Pertanian menjadikan desa kami sebagai tuan rumah acara sepenting ini,” ujarnya dengan ramah. “Ini adalah kesempatan emas bagi warga kami, khususnya para peternak, untuk belajar langsung tentang inovasi pakan yang tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan. Kami percaya, dengan penerapan silase modern ini, kesejahteraan peternak di Pesayangan dan sekitarnya akan meningkat drastis, serta turut berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.” Beliau menambahkan bahwa acara semacam ini akan memotivasi masyarakat desa untuk lebih proaktif dalam mengelola potensi pertanian dan peternakan yang mereka miliki.
Silase: Solusi Jitu Tekan Biaya Pakan, Tingkatkan Profitabilitas, dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional Secara Berkelanjutan
Salah satu tantangan terbesar dalam budidaya ternak ruminansia adalah biaya pakan yang mencapai sekitar 60-70% dari total operasional, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh. Tingginya biaya ini mencakup penyediaan hijauan seperti rumput, legum, dan jerami, serta konsentrat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Di sinilah “silase modern” hadir sebagai game-changer, sebuah terobosan yang mengubah cara pandang peternak. Silase, pakan hijauan ternak yang berasal dari rumput, tebon jagung, dan limbah pertanian lainnya yang diawetkan melalui fermentasi anaerob dalam silo atau plastik, terbukti mampu menghasilkan pakan beraroma asam wangi, tahan lama, dan meningkatkan daya cerna nutrisi untuk ternak. Proses ini memungkinkan pengelolaan bahan pakan asal tumbuhan berjalan secara tertib, terukur, dan berkelanjutan, tanpa mengganggu produksi peternakan nasional, bahkan di musim kemarau sekalipun.
“Bayangkan, peternak kini bisa ‘salam ternak tanpa ngarit’! Keluhan peternak yang sebelumnya harus mencari rumput setiap hari, kini bisa diatasi dengan panen pakan hanya sebulan sekali berkat teknologi silase,” ujar Catur Puryanto, seorang Widya Iswara dari BBPP Batu di bawah Kementerian Pertanian, yang turut hadir dalam acara tersebut. Pernyataan ini bukan hanya slogan, melainkan janji efisiensi yang nyata. Ia menambahkan bahwa efisiensi manajemen pakan melalui pemanfaatan pakan lokal dan pengawetan seperti silase sangat penting untuk menjaga keuntungan dan profitabilitas jangka panjang usaha peternakan. Ini adalah langkah maju yang esensial dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional dan mengurangi beban biaya operasional peternak.
Catur Puryanto juga menjelaskan bahwa program BOC ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) peternak agar memiliki pengetahuan dan semangat kemandirian yang mumpuni. “Kami menginduksi masyarakat agar punya semangat berusaha diri sendiri secara mandiri,” ungkapnya, menegaskan pentingnya persiapan SDM sebelum memulai usaha. Program ini bersifat nasional dan tidak hanya terfokus di Brebes atau Tegal, namun pada kesempatan ini, fokus diberikan pada potensi silase di Tegal sebagai salah satu agenda utama yang dapat direplikasi di daerah lain.
Dari Limbah Pertanian Menjadi Peluang Emas: Kisah Sukses Adhi Yusron Memantik Inspirasi Nyata
Makin menarik, acara ini menghadirkan Adhi Yusron, seorang pelaku usaha produksi silase yang telah merasakan manisnya peluang bisnis ini, sebagai bukti nyata keberhasilan implementasi teknologi silase. Adhi Yusron membagikan tips dan trik bagaimana mengelola usaha pakan ternak silase dengan memanfaatkan limbah pertanian dan hijauan di sekitar secara optimal. “Saya berharap, kegiatan ini dapat diikuti dengan baik sehingga materi yang disampaikan dapat menjadi oase dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang, khususnya dalam pemenuhan pakan ternak di musim kemarau,” ujar Ugik Rohmadi. Kisah dan inspirasinya diharapkan mampu memantik minat generasi muda dan investor untuk terjun ke bisnis pakan modern yang menjanjikan ini, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerahnya masing-masing. Ini adalah panggilan bagi para pelaku usaha untuk melihat limbah sebagai sumber daya, bukan buangan.
(Photo) Narasumber, Adhi Yusron, Reny Crisdiana, Dian, Dr. Ari Khiyatil, Catur (kamis, 12/2/2026)
Melalui budidaya ternak ruminansia yang didukung inovasi pakan silase, Indonesia dapat meningkatkan kemandirian pangan, mengurangi impor daging dan susu, sehingga menghemat devisa negara dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar. Lebih jauh lagi, program ini sangat penting untuk ketahanan pangan lokal karena menyediakan sumber protein hewani berkualitas tinggi, mendukung pemenuhan gizi untuk pencegahan stunting dan peningkatan kualitas SDM bangsa, serta dapat mendukung program pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak bisa dibayangkan betapa banyak perputaran ekonomi yang dihasilkan dengan budidaya ini, dengan resonansi menyebar ke berbagai elemen masyarakat dari berbagai kalangan. Ini termasuk pengelolaan oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) atau kelompok masyarakat, menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Penutup: Komitmen Kuat untuk Ketahanan Pangan Nasional
Dengan disertai rasa syukur kepada Allah SWT, Kepala BBPP Batu atas nama Ka BPPSDMP,, secara resmi menyatakan Bertani on Cloud (BOC) Volume 341 DIBUKA. Acara ini bukan hanya seremoni, melainkan sebuah penegasan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus mendorong inovasi dan adaptasi teknologi di sektor pertanian, khususnya peternakan. Dengan kolaborasi, edukasi, dan inspirasi seperti yang dihadirkan di BOC ke-341 ini, cita-cita ketahanan pangan nasional yang mandiri, berkualitas, dan berkelanjutan, bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang siap dicapai dengan langkah-langkah konkret dan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa. (Red/II)
(Agus)













