Garudaexpose.com | Mandailing Natal – Di bawah langit Lingga Bayu yang mulai redup, barisan Pramuka SMP Negeri 1 Lingga Bayu berdiri rapi di halaman sekolah. Dengan seragam cokelat lengkap dan semangat yang terpancar dari wajah-wajah muda, mereka mengikuti upacara pembukaan Pelantikan Kenaikan Tingkat yang dirangkai dalam kegiatan Persami (Perkemahan Sabtu–Minggu), Sabtu (13/12/2025).
Sebanyak 57 peserta—17 putra dan 40 putri—mengikuti kegiatan ini bukan sekadar untuk naik tingkat, tetapi untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan. Persami menjadi ruang belajar yang berbeda dari ruang kelas; tempat di mana karakter ditempa melalui pengalaman langsung, kebersamaan, dan kemandirian.
Upacara pembukaan dipimpin oleh Kakak Robinson Sinulingga, S.Pd selaku Wakil Kepala SMP Negeri 1 Lingga Bayu. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, melainkan proses pembentukan mental dan akhlak generasi muda.
“Melalui Pramuka, adik-adik belajar menghargai waktu, mematuhi aturan, dan saling tolong-menolong. Inilah bekal karakter yang akan mereka bawa sepanjang hidup,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap peran dalam upacara dijalankan oleh peserta didik sendiri—mulai dari pemimpin upacara, pembaca Pancasila, Dasa Darma, hingga Trisatya. Hal ini menjadi wujud nyata pendidikan kepemimpinan dan kepercayaan diri yang ditanamkan sejak dini.
Hadirnya Ketua Kwarran Lingga Bayu Kakak Kholis Nasution, perwakilan sekolah-sekolah sekitar, serta Dewan Kerja Ranting (DKR) semakin menambah semangat peserta. Kehadiran para kakak pembina dan tamu undangan menjadi penguat bahwa perjuangan adik-adik Pramuka tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan penuh dari lingkungan kepramukaan.
Meski Kepala SMP Negeri 1 Lingga Bayu, Rizki Fitria Jambak, S.Pd, berhalangan hadir, pesan dan dukungan tetap tersampaikan. Di bawah kepemimpinannya, sekolah perlahan bangkit dan kembali menumbuhkan kegiatan positif yang membangun karakter siswa.
Sepanjang malam hingga keesokan siang, peserta Persami akan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan—mulai dari pembinaan mental, kerja sama regu, hingga penguatan nilai Tri Satya dan Dasa Darma. Bagi mereka, api unggun, tenda sederhana, dan kebersamaan menjadi guru yang mengajarkan arti tanggung jawab dan persaudaraan.
Persami ini bukan sekadar kegiatan akhir pekan, melainkan perjalanan kecil dalam membentuk pribadi-pribadi tangguh, berakhlak, dan siap menjadi generasi penerus bangsa. Dari Lingga Bayu, Pramuka kembali menegaskan jati dirinya: mendidik dengan hati, membangun karakter dengan aksi nyata.
Penulis : M.SN
Editor : Kaperwil Sumut













