Penanganan Darurat Semeru di Pronojiwo Berjalan Terpadu, BPBD Jelaskan Mekanismenya

- Penulis

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memberikan penjelasan resmi mengenai tata kelola Pos Lapangan Pronojiwo pasca erupsi Gunung Semeru. Klarifikasi ini disampaikan untuk menjaga agar informasi publik tetap seimbang dan mendukung kelancaran penanganan darurat.

Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menerangkan bahwa seluruh langkah operasional di lapangan berjalan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru Tahun 2025, serta SK Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/596/KEP/427.12/2025 tentang Komando Penanganan Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru Tahun 2025. Kedua regulasi tersebut menjadi dasar penetapan struktur komando, pembagian peran, serta pola koordinasi penanganan kedaruratan.

Isnugroho menjelaskan bahwa pos lapangan sejak awal ditempatkan di Kecamatan Pronojiwo karena pertimbangan jarak yang dekat dengan wilayah terdampak sekaligus memastikan proses komando dan pengendalian dapat berjalan lebih efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penempatan logistik di kantor kecamatan juga merupakan keputusan teknis untuk memperpendek jalur distribusi bantuan kepada warga yang berada di titik pengungsian maupun wilayah sekitar,” jelas Isnugroho saat dikonfirmasi, Kamis (27/11/2025).

Dalam struktur yang ditetapkan melalui SK Komando, kecamatan, TRC, relawan, dan BPBD memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi. Camat Pronojiwo turut masuk dalam jalur pengendalian distribusi logistik sebagai bagian dari mekanisme koordinasi resmi yang ditetapkan Bupati Lumajang.

“Dengan pola ini, seluruh unsur tetap berada pada satu alur komando sehingga langkah-langkah penanganan dapat dijalankan secara terpadu.
BPBD juga memberikan penjelasan mengenai kontribusi relawan lokal yang sejak erupsi terjadi telah bergerak mendampingi masyarakat,” terang Isnugroho.

Menurut Isnugroho, relawan merupakan bagian penting dari dukungan kemanusiaan, dan BPBD menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka. Untuk menjaga kelancaran koordinasi, relawan dihimpun melalui tautan pendaftaran khusus dan dikelompokkan dalam satu kanal komunikasi yang memungkinkan setiap laporan kegiatan masuk ke laporan situasi harian Pos Komando.

Terkait informasi publik yang berkembang mengenai dinamika penugasan relawan, BPBD menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi mengenai keluhan yang diterima. Para relawan tetap melaksanakan tugas sesuai arahan rencana operasi, dan komunikasi lapangan berjalan melalui kanal resmi yang telah disiapkan.

Pengelolaan logistik, yang merupakan tanggung jawab penuh BPBD melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik, terus disesuaikan dengan kebutuhan warga di pengungsian maupun masyarakat yang mengungsi mandiri. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan dapat menjangkau seluruh kelompok terdampak secara merata.

Isnugroho menambahkan bahwa koordinasi antara kecamatan, TRC, relawan, dan BPBD berjalan menggunakan jalur komando dalam SK Komando Penanganan Darurat. Setiap unsur bekerja sesuai peran masing-masing, dengan tujuan menjaga keselarasan langkah di lapangan.

Sebagai penutup, BPBD Lumajang mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi yang terbuka dan akurat agar seluruh proses penanganan tetap berjalan kondusif.

Informasi yang selaras dengan prosedur menjadi bagian penting dalam merawat kebersamaan seluruh unsur penanganan darurat Semeru, sehingga layanan kemanusiaan dapat diberikan semaksimal mungkin bagi warga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Talagasari Apresiasi Kinerja Kompol Johan Armando: “Cepat Ungkap Kasus, Wilayah Kami Jadi Kondusif
Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak
Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Intensif Tangani Banjir Akibat Luapan Kali Sabi
Tanggap Bencana Banjir, Pemkot Tangerang Bangun Dapur Umum hingga Tingkat Kelurahan
Babinsa Koramil 0820-03/Leces Laksanakan Komsos dan Kerja Bakti Bersama Warga Desa Leces
Bahas KUHP dan KUHAP Terbaru Perkuat Koordinasi Dengan Kajari
35 ASN Brebes Pensiun, Bupati Ajak Tetap Produktif dan Dukung Pembangunan
Kereta Comuterline Supaspro Siap Beroperasi 1 Maret, Tarif Probolinggo – Surabaya Hanya 8.000

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:59 WIB

Kades Talagasari Apresiasi Kinerja Kompol Johan Armando: “Cepat Ungkap Kasus, Wilayah Kami Jadi Kondusif

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:12 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:41 WIB

Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Intensif Tangani Banjir Akibat Luapan Kali Sabi

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:49 WIB

Babinsa Koramil 0820-03/Leces Laksanakan Komsos dan Kerja Bakti Bersama Warga Desa Leces

Jumat, 23 Januari 2026 - 04:29 WIB

Bahas KUHP dan KUHAP Terbaru Perkuat Koordinasi Dengan Kajari

Berita Terbaru