Garudaxposs.com | Palembang, – Organisasi ini tidak lahir di ruang nyaman. Pemuda Pancasila tumbuh dari masa ketika bangsa ini sedang mencari jati dirinya.
Pemuda Pancasila lahir pada 28 Oktober 1959, di tengah situasi bangsa yang belum sepenuhnya stabil. Saat itu, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan: konflik ideologi, ancaman disintegrasi, dan kegelisahan akan arah masa depan bangsa. Dalam kondisi inilah, sekelompok pemuda merasa terpanggil untuk menjaga nilai dasar negara—Pancasila.
Pemuda Pancasila tidak lahir sebagai simbol kekerasan, melainkan sebagai wadah pemuda yang ingin berdiri di garis depan menjaga ideologi bangsa. Mereka hadir sebagai reaksi terhadap kondisi sosial dan politik yang rawan, ketika Pancasila perlu dibela bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga keberanian dan sikap tegas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada masa awal, Pemuda Pancasila berperan sebagai kekuatan moral dan sosial. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, namun disatukan oleh satu tekad: Indonesia harus tetap berdiri di atas Pancasila. Mereka bukan sekadar penonton sejarah, tetapi bagian dari perjalanan bangsa itu sendiri.
Seiring waktu, perjalanan Pemuda Pancasila mengalami pasang surut. Ada masa kejayaan, ada pula masa penuh kritik. Namun satu hal yang tak bisa dihapus dari sejarah: Pemuda Pancasila adalah organisasi yang lahir dari kegelisahan mencintai bangsa.
Memahami sejarah lahirnya Pemuda Pancasila berarti memahami bahwa organisasi ini dibangun bukan dari niat main-main. Ia lahir dari kebutuhan zaman, dari rasa tanggung jawab pemuda terhadap negaranya.
Kalau kita ingin menilai hari ini, mari pahami dulu sejarahnya.(*)
Oleh : Permana Saputra
Aktivis Pemuda Pancasila
Kegiatan Sosial dan Kebersamaan
Belajar Mengabdi Untuk Lingkungan













