Pastikan Penguasaan Tanah yang Adil, Menteri Nusron Jadikan Reforma Agraria sebagai Solusi Utama

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com – Palangka Raya – Ketimpangan struktur penguasaan tanah menimbulkan rasa tidak adil di tengah masyarakat. Keadaan itu, menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, adalah akar persoalan pertanahan di Indonesia. Untuk mengatasinya, ia menilai program Reforma Agraria perlu menjadi instrumen utama dalam memastikan pemerataan akses terhadap tanah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Rasa ketidakadilan itu muncul karena masyarakat lahir, tinggal, dan besar di suatu wilayah, namun justru menyaksikan tanah tempat mereka hidup diambil orang lain, dibangun kebun kelapa sawit, yang menghasilkan panen setiap hari, sementara mereka sendiri tetap hidup susah. Untuk mengatasi ketimpangan sosial seperti inilah kita menjalankan program Reforma Agraria,” jelas Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang bersama kepala daerah se-Kalimantan Tengah (Kalteng), di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Minggu (14/12/2025).

Reforma Agraria dirancang untuk menata kembali struktur penguasaan tanah agar jarak yang tercipta antara masyarakat lokal dan pelaku usaha karena rasa ketidakadilan itu bisa teratasi. “Supaya masyarakat sekitar juga terlibat dalam pembangunan. Dan kita memastikan masyarakat yang ada di Indonesia ini mempunyai hak yang sama, bisa garap tanah air kita secara bersama-sama,” tegas Menteri Nusron.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, Reforma Agraria memerlukan keterlibatan pihak pemerintah daerah. Menteri ATR/Kepala BPN mendapat mandat untuk menetapkan lokasi objek Reforma Agraria, namun penentuan masyarakat penerima manfaat merupakan kewenangan kepala daerah. “Yang menentukan subyeknya adalah bupati, wali kota, dan gubernur. Karena Bapak/Ibu yang menjadi Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria,” ungkapnya.

Di Kalteng sendiri, pelaksanaan Reforma Agraria tahun 2025 mencakup 10 kabupaten dan 1 kota, dengan sebaran program yang meliputi 26 kecamatan serta 38 desa dan kelurahan. Program Penataan Akses melalui fasilitasi pendampingan usaha diberikan kepada 800 kepala keluarga, sedangkan Penataan Aset berupa Redistribusi Tanah menjangkau 3.360 kepala keluarga. Seluruh target tersebut telah tercapai 100%.

Dalam Rapat Koordinasi dengan Menteri Nusron, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus berjalan searah agar manfaat program Reforma Agraria benar-benar dirasakan masyarakat. “Semoga kita semua dapat menghasilkan langkah konkret dalam mewujudkan tata ruang dan pertanahan yang tertib dan berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Menteri Nusron dalam pertemuan ini, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian; Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; serta Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalteng, Fitriyani Hasibuan dan jajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lumajang Ramp Check Truk Pasir, Satu Sopir Positif Narkoba
Brebes Bergerak Cepat! Longsor Cilibur Lumpuhkan Akses Vital, Bupati Paramitha Tegaskan Komitmen Relokasi Jalur demi Masa Depan Warga
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Kapolres Lumajang Gelar Safari Jumat di Masjid Mambaul Khoiroh Tekung
Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin
Tabrakan KA vs Truk Tepung di JPL 13 Leces, Lokomotif Blambangan Expres Ringsek
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Empat Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Belasan Rumah Terdampak
Wakil Bupati Brebes Gerak Cepat, Pimpin Peninjauan Pasca Longsor Talud Jembatan Kritis di Ketanggungan, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Akses Warga
Wakil Bupati Brebes Gerak Cepat, Pimpin Peninjauan Pasca Longsor Talud Jembatan Kritis di Ketanggungan, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Akses Warga

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 03:50 WIB

Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lumajang Ramp Check Truk Pasir, Satu Sopir Positif Narkoba

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:45 WIB

Brebes Bergerak Cepat! Longsor Cilibur Lumpuhkan Akses Vital, Bupati Paramitha Tegaskan Komitmen Relokasi Jalur demi Masa Depan Warga

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:34 WIB

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Kapolres Lumajang Gelar Safari Jumat di Masjid Mambaul Khoiroh Tekung

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:04 WIB

Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:14 WIB

Tabrakan KA vs Truk Tepung di JPL 13 Leces, Lokomotif Blambangan Expres Ringsek

Berita Terbaru

Bali

Sinergi TNI dan Pemkab Jembrana Tuntaskan TMMD Ke-127

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:24 WIB