Garudaxpose.com l Mandailing Natal — Setelah beberapa hari terakhir warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), pemerintah daerah memastikan bahwa pasokan mulai kembali stabil. Tambahan suplai Pertalite dijadwalkan masuk pada Rabu (03/12/2025), sehingga antrean panjang di SPBU diproyeksikan berangsur terurai.
Kelangkaan ini bermula dari bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Kerusakan jalan, terputusnya jalur distribusi, serta cuaca ekstrem membuat suplai BBM ke Madina tersendat dan hanya datang dalam jumlah terbatas.
Antrean Panjang Hampir di Semua SPBU
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal pekan, SPBU di Panyabungan, Simpang Gambir, Natal, Lingga Bayu, dan beberapa kecamatan lain dipadati warga yang mengantre berjam-jam. Minimnya pasokan membuat kendaraan roda dua hingga roda empat menumpuk di sekitar SPBU.
“Dua hari terakhir kami hanya menerima sekitar 8.000 liter per pengiriman. Jumlah ini jelas tidak cukup untuk kebutuhan warga,” ujar salah seorang pengelola SPBU di Panyabungan.
Di wilayah pesisir, situasi bahkan lebih berat. Banjir dan gelombang tinggi menyebabkan keterlambatan distribusi jalur laut, membuat kendaraan operasional pemerintah dan tim penanggulangan bencana kesulitan memperoleh BBM.
Pemkab Madina Pastikan Distribusi Normal Bertahap
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan bahwa suplai tambahan sebanyak 40.000 liter Pertalite akan masuk pada Rabu dan langsung didistribusikan ke SPBU.
“Kita sudah koordinasi dengan Pertamina. Mulai besok, distribusi akan kembali normal secara bertahap. Semoga antrean panjang dapat berkurang,” ujar salah satu pejabat Pemkab Madina.
Pemkab juga meminta warga membeli BBM sesuai kebutuhan untuk mencegah panic buying dan memastikan distribusi merata.
Pertamina: Stok Aman, Distribusi Terkendala Cuaca
Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut menegaskan bahwa kuota BBM untuk Madina tidak berkurang. Gangguan distribusi terjadi karena beberapa faktor eksternal, di antaranya:
Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi
Kerusakan akses jalan akibat banjir dan longsor
Gangguan distribusi jalur darat dan laut
Lonjakan kebutuhan pasca-bencana
“Kendala distribusi ini sedang kami atasi. Kami pastikan seluruh SPBU akan kembali mendapat suplai sesuai jadwal,” terang perwakilan Pertamina.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan agar kondisi tidak semakin memburuk.
Harga Eceran Sempat Melonjak
Kelangkaan BBM membuat harga eceran di tingkat pengecer meroket. Di beberapa wilayah terpencil, harga Pertalite dilaporkan mencapai Rp15.000–20.000 per liter.
“Kalau bisa cepat normal. Warga sudah susah karena banjir, jangan ditambah sulit cari bensin,” keluh seorang warga Lingga Bayu.
Pedagang kecil, nelayan, hingga sopir angkutan mengaku aktivitas mereka sangat terhambat akibat keterbatasan BBM.
Situasi Diprediksi Stabil dalam 1–3 Hari ke Depan
Pemkab Madina memperkirakan kondisi pasokan BBM akan pulih bertahap dalam 1–3 hari ke depan, selama cuaca mendukung dan suplai tambahan tiba tepat waktu. Pemerintah bahkan menyiapkan jalur distribusi alternatif jika akses utama masih terkendala.
Untuk mencegah kecurangan, aparat kepolisian bersama petugas SPBU akan memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi.
Penulis : M.SN
Editor : Kaperwil Sumut













