ORADO SUMSEL GEBRAK DOMINO MENUJU OLAHRAGA PRESTASI, GELAR KEJURCAB SERENTAK PERTAMA DI INDONESIA !

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang – Sejarah baru olahraga Indonesia akan tercipta dari Bumi Sriwijaya. Menanggalkan stigma sekadar “permainan tongkrongan”, Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Provinsi Sumatera Selatan membuat gebrakan masif. Pada Minggu, 15 Februari 2026, untuk pertama kalinya di Indonesia, Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino akan digelar secara serentak di 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan oleh Pengurus Cabang ORADO. ​Ini bukan lagi sekadar banting batu gaple di pos ronda. Ini adalah panggung prestasi.

*​Dari Meja Kopi ke Podium Prestasi*
Di bawah komando Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Sumsel dan arahan Pengurus Besar (PB) ORADO, ribuan pemain amatir yang selama ini jago kandang akan ditarik keluar dari zona nyaman. Mereka akan diuji mental dan strateginya untuk bertransformasi menjadi atlit profesional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Tantangan terbesar kami adalah membuktikan bahwa Domino bukan sekadar hiburan atau adu nasib. Ini adalah olahraga otak. Di sini bicara soal taktik, probabilitas, fokus, ketepatan mengambil keputusan dalam detik krusial, dan kecerdasan emosional,” ujar M. Reza Farisyi, Ketua Pengprov ORADO Sumsel didampingi RM. H. Ari Maulana, Sekretaris dan Letkol. Inf. HY. Prasetyo, Bendahara.

*​Disiplin Atlit di Meja Hijau: “The Law of Domino 101″*
Lupakan suasana riuh penuh asap rokok dan kode mata. Kejurcab ini menerapkan aturan baku “The Law of Domino 101” yang ketat dan tegas. Para penonton akan menyaksikan sisi lain dari Domino yang belum pernah terlihat sebelumnya:

– ​Hening Cipta: Dilarang berbicara sepatah katapun saat bertanding.
– ​Anti-Kode: Dilarang menatap wajah pasangan, memberi isyarat, atau kode curang.
– ​Profesional: Wajib bersepatu, berpakaian rapi (diutamakan seragam), dilarang makan, minum, atau merokok di meja pertandingan.
– ​Cepat & Tepat: Waktu berpikir dibatasi hanya 30 detik untuk meletakkan buah.

​Pelanggaran berarti sanksi. Pertandingan akan diawasi ketat oleh perangkat pertandingan berlisensi resmi, mulai dari Technical Director (Lisensi B), Referee (Lisensi C), hingga Asisten Referee.

*​Medan Pertempuran Serentak*
Disiarkan secara Live, pertempuran strategi ini akan meledak bersamaan di: Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, Pagaralam, Lahat, OKU, OKI, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Empat Lawang, Banyuasin, Ogan Ilir, OKU Selatan, OKU Timur, Pali, dan Musi Rawas Utara. ​Kategori yang dipertandingkan meliputi: ​Junior (U-18): Usia 14-18 tahun (pencarian bibit muda) dan ​Senior: Usia 18-60 tahun (Pria & Wanita).
​Setiap tim yang turun terdiri dari satu kesatuan taktis: Seorang Manajer/Pelatih, 2 Pemain Utama, dan 1 Pemain Cadangan (Kapten Tim).

*​Menuju Tahta Nasional*
Kejurcab ini adalah saringan pertama dari “kawah candradimuka” atlit Domino Sumsel. Para Juara Kejurcab akan mewakili daerahnya untuk bertarung di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Sumsel pada 4-5 April 2026 mendatang. Tujuannya satu: Membentuk Tim Sumsel yang tangguh untuk menaklukkan Kejurnas ORADO pada 11-12 April 2026.

​Gebrakan ini terlaksana berkat soliditas Pengcab ORADO se-Sumsel serta dukungan penuh dari Ketua Umum dan jajaran PB ORADO, Forkopimda, Dewan Pembina ORADO Sumsel, Dispora, dan KONI baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sumatera Selatan telah membunyikan peluit pertama. Domino kini bukan lagi sekadar permainan, tapi pertarungan kehormatan dan prestasi. ​Siapkan taktikmu, atau pulang sebagai penonton!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Rekrutmen PT. GEI di Brebes: LSM Harimau Mencium Aroma Diskriminasi, Intervensi TKA, dan Potensi Konflik Sosial-Ekonomi yang Membara
Menko AHY dan Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Wisuda Unsri ke-182 : Kompak Tekankan Pentingnya Kualitas SDM Dalam Menghadapi Tren Global
Dugaan KKN Penggunaan DAK Tahun 2023 di Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Massa SIRA dan PST Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas
Pemekaran Sumatera Utara Bak Sinetron Panjang, Aspirasi Pantai Barat Madina Kian Mendesak
“Pembodohan Masif Kaum Terpelajar: Sakralisasi Rektor USU di Tengah Proses Hukum”
Warga Bergerak Sendiri, Abdul Wahid Siregar Cor Bahu Jalan Simpang Gambir–Lobung, Pemerintah Kemana?
Brebes dalam Pusaran Dilema: Peternakan Sapi di Lahan Sawah Dilindungi, Kajian Ulang Penentu Nasib!
Jadi Tuan Rumah Muktamar PII, Palembang Sukses Besar

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:12 WIB

ORADO SUMSEL GEBRAK DOMINO MENUJU OLAHRAGA PRESTASI, GELAR KEJURCAB SERENTAK PERTAMA DI INDONESIA !

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:47 WIB

Menko AHY dan Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Wisuda Unsri ke-182 : Kompak Tekankan Pentingnya Kualitas SDM Dalam Menghadapi Tren Global

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:28 WIB

Dugaan KKN Penggunaan DAK Tahun 2023 di Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Massa SIRA dan PST Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:15 WIB

Pemekaran Sumatera Utara Bak Sinetron Panjang, Aspirasi Pantai Barat Madina Kian Mendesak

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:33 WIB

“Pembodohan Masif Kaum Terpelajar: Sakralisasi Rektor USU di Tengah Proses Hukum”

Berita Terbaru