Garudaxpose.com | Palembang – Sejarah baru olahraga Indonesia akan tercipta dari Bumi Sriwijaya. Menanggalkan stigma sekadar “permainan tongkrongan”, Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Provinsi Sumatera Selatan membuat gebrakan masif. Pada Minggu, 15 Februari 2026, untuk pertama kalinya di Indonesia, Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino akan digelar secara serentak di 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan oleh Pengurus Cabang ORADO. Ini bukan lagi sekadar banting batu gaple di pos ronda. Ini adalah panggung prestasi.

*Dari Meja Kopi ke Podium Prestasi*
Di bawah komando Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Sumsel dan arahan Pengurus Besar (PB) ORADO, ribuan pemain amatir yang selama ini jago kandang akan ditarik keluar dari zona nyaman. Mereka akan diuji mental dan strateginya untuk bertransformasi menjadi atlit profesional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Tantangan terbesar kami adalah membuktikan bahwa Domino bukan sekadar hiburan atau adu nasib. Ini adalah olahraga otak. Di sini bicara soal taktik, probabilitas, fokus, ketepatan mengambil keputusan dalam detik krusial, dan kecerdasan emosional,” ujar M. Reza Farisyi, Ketua Pengprov ORADO Sumsel didampingi RM. H. Ari Maulana, Sekretaris dan Letkol. Inf. HY. Prasetyo, Bendahara.
*Disiplin Atlit di Meja Hijau: “The Law of Domino 101″*
Lupakan suasana riuh penuh asap rokok dan kode mata. Kejurcab ini menerapkan aturan baku “The Law of Domino 101” yang ketat dan tegas. Para penonton akan menyaksikan sisi lain dari Domino yang belum pernah terlihat sebelumnya:
– Hening Cipta: Dilarang berbicara sepatah katapun saat bertanding.
– Anti-Kode: Dilarang menatap wajah pasangan, memberi isyarat, atau kode curang.
– Profesional: Wajib bersepatu, berpakaian rapi (diutamakan seragam), dilarang makan, minum, atau merokok di meja pertandingan.
– Cepat & Tepat: Waktu berpikir dibatasi hanya 30 detik untuk meletakkan buah.
Pelanggaran berarti sanksi. Pertandingan akan diawasi ketat oleh perangkat pertandingan berlisensi resmi, mulai dari Technical Director (Lisensi B), Referee (Lisensi C), hingga Asisten Referee.
*Medan Pertempuran Serentak*
Disiarkan secara Live, pertempuran strategi ini akan meledak bersamaan di: Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, Pagaralam, Lahat, OKU, OKI, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Empat Lawang, Banyuasin, Ogan Ilir, OKU Selatan, OKU Timur, Pali, dan Musi Rawas Utara. Kategori yang dipertandingkan meliputi: Junior (U-18): Usia 14-18 tahun (pencarian bibit muda) dan Senior: Usia 18-60 tahun (Pria & Wanita).
Setiap tim yang turun terdiri dari satu kesatuan taktis: Seorang Manajer/Pelatih, 2 Pemain Utama, dan 1 Pemain Cadangan (Kapten Tim).
*Menuju Tahta Nasional*
Kejurcab ini adalah saringan pertama dari “kawah candradimuka” atlit Domino Sumsel. Para Juara Kejurcab akan mewakili daerahnya untuk bertarung di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Sumsel pada 4-5 April 2026 mendatang. Tujuannya satu: Membentuk Tim Sumsel yang tangguh untuk menaklukkan Kejurnas ORADO pada 11-12 April 2026.
Gebrakan ini terlaksana berkat soliditas Pengcab ORADO se-Sumsel serta dukungan penuh dari Ketua Umum dan jajaran PB ORADO, Forkopimda, Dewan Pembina ORADO Sumsel, Dispora, dan KONI baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sumatera Selatan telah membunyikan peluit pertama. Domino kini bukan lagi sekadar permainan, tapi pertarungan kehormatan dan prestasi. Siapkan taktikmu, atau pulang sebagai penonton!













