Garudaxpose.com, Tangerang Selatan – Komunitas Peduli Sungai yang tergabung dalam Banksasuci Foundation larutkan 20 ton ECO Enzym di Perbatasan Tangsel, Kabupaten dan Kota Tangerang sebagai upaya menetralisir sungai Cisadane pasca Tercemar 20 Ton Pestisida.
Menurut Ketua Banksasuci, Ade Yunus mengatakan bahwa Eco enzyme yang disebar ke Cisadane merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah organik (kulit buah/sisa sayuran), gula (merah/molase), dan air selama setahun terakhir. Cairan berwarna cokelat ini beraroma asam manis segar, berfungsi sebagai pembersih alami pestisida, dan penjernih air.
“Pelarutan ECO Enzym ini merupakan ikhtiar kami untuk menetralisir Sungai Cisadane Pasca Tercemar Pestisida,” Ungkap Ade, Minggu (15/02/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ade menambahkan bahwa Banksasuci telah melakukan berbagai upaya menyikapi tercemarnya Sungai Cisadane, Selain Advokasi melalui media dan aksi simpatik, Pengambilan Sampel untuk di uji laboratorium, pihaknya juga telah menebar 5 Ton Ikan dan kini pelarutan Eco Enzyme.
“Berbagai upaya telah kami lakukan agar Cisadane kembali pulih, ikhtiar ini hanya jangka pendek, jangka panjangnya tentu adalah penegakan hukum dan pengawasan secara ketat, karena tidak ada toleransi bagi kejahatan lingkungan,” Tegasnya.
Pria yang dijuluki, ‘Sunan Jaga Kali’ tersebut Berharap seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap tercemarnya sungai Cisadane agar kejadian tercemarnya Sungai Cisadane tidak terulang kembali.
“Ini kasus serius, semua pihak harus bersinergi dan kolaborasi, untuk memulihkan Sungai Cisadane, Hari ini, Esok dan Seterusnya secara berkesinambungan dan berkelanjutan,” Pungkasnya.













