BREBES,GarudaXpose.com//-Menjelang Lebaran, Jalan M.Yamin di kawasan Pasar Batang, Brebes, Minggu (15/3/2026) sore berubah jadi titik temu harapan. Di antara deretan becak yang biasanya menunggu penumpang, ratusan pengayuh becak antre tertib menerima kantong sembako dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Brebes. Sebanyak 600 paket kebutuhan pokok dibagikan sebagai wujud kepedulian di bulan Ramadan, saat harga-harga mulai merangkak dan kebutuhan keluarga meningkat.
“Kegiatan ini murni swadaya anggota. Semua iuran dari rekan-rekan, lalu kami belanjakan dan bagikan hari ini,” kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Brebes, Wahyudin Noor Aly (Goyud), di sela pembagian paket. Ia menegaskan, aksi berbagi sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan. “Setiap tahun sebelum Lebaran kami upayakan hadir untuk masyarakat. Ini bukan soal besar-kecilnya bantuan, tapi soal konsistensi hadir di tengah warga,” ujarnya.
Ketua panitia, Gosi Prayudi, N.S.T., menambahkan bahwa sasaran tahun ini difokuskan pada abang becak. “Budidaya kepedulian kami salah satunya menyasar abang becak mereka yang setiap hari mengayuh di terik dan hujan, tapi kerap luput dari perhatian. Harapannya bantuan ini meringankan kebutuhan jelang hari raya, setidaknya untuk beras, minyak, gula, dan kebutuhan dapur lainnya,” ucap Gosi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pukul 15.00 Sore WIB, panitia membuka pos pembagian. Daftar penerima disusun sederhana: pengayuh becak yang biasa mangkal di sekitar Pasar Batang dan ruas-ruas Jalan M. Yamin. Tanpa seremoni panjang, paket diserahkan satu per satu. “Kami ingin tetap menjaga martabat penerima. Tidak perlu antre panjang atau berdesakan, cukup tertib dan semua kebagian,” kata Gosi. Panitia mencatat setiap paket berisi beras, cukup untuk membantu dapur keluarga selama beberapa hari ke depan.
Kegiatan kali ini terasa lebih hangat karena seluruh Srikandi Pemuda Pancasila Brebes turun langsung. Mereka ikut mendata penerima, mengangkat paket, menyapa ramah, dan memastikan para abang becak pulang membawa senyum. “Kehadiran Srikandi bukan sekadar simbol. Kami ingin menunjukkan sisi keibuan organisasi: telaten, rapi, dan peduli pada detail kebutuhan keluarga,” ujar salah satu perwakilan Srikandi di lokasi. Sinergi antara anggota inti dan Srikandi membuat pembagian berjalan cepat dan tertib, sekaligus memberi pesan bahwa peran perempuan penting dalam kerja-kerja sosial.
Suasana mengharukan muncul ketika beberapa penerima bercerita pelan. Karsono (57), pengayuh becak asal Brebes, mengaku penghasilannya menurun sejak awal Ramadan. “Penumpang tidak seramai biasanya. Dapat paket ini, alhamdulillah, bisa untuk buka puasa dan sahur anak-istri,” ujarnya sambil mengusap peluh. Hal senada disampaikan Darmin (62), yang sudah lebih dari dua dekade mengayuh becak di sekitar Pasar Batang. “Lebaran tinggal menghitung hari, kebutuhan makin banyak. Bantuan seperti ini bikin kami merasa tidak sendiri,” katanya lirih.
Selain berbagi di Ramadan, Gosi menegaskan Pemuda Pancasila Brebes juga aktif dalam kegiatan sosial lain, termasuk membantu saat bencana dan mendukung program pembangunan pemerintah. “Kami ingin menegaskan, Pemuda Pancasila bukan stigma preman. Yang melekat di masyarakat tidak seperti itu kami peduli dan hadir untuk warga, tidak hanya di Ramadan,” katanya. Menurutnya, citra organisasi dibangun lewat aksi nyata: gotong royong, tanggap bencana, dan pendampingan kegiatan kemasyarakatan.
Aksi di Jalan M. Yamin berlangsung tertib hingga siang. Warga pasar yang melintas ikut menyaksikan, beberapa bahkan menawarkan diri membantu mengangkat paket bersama Srikandi. MPC Pemuda Pancasila Brebes berharap kegiatan ini bisa diperluas pada tahun-tahun mendatang, menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. “Kalau tahun ini 600 paket, tahun depan semoga bisa lebih. Kami juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak lain agar manfaatnya makin luas,” tutup Goyud.red
(Agus)













