Garudaxpose.com | Pasuruan — Dalam kegiatan Reses Persidangan II DPR RI, Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H., menegaskan bahwa nasionalisme sejati tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan keberpihakan nyata kepada rakyat.
Di hadapan masyarakat Pasuruan, Misbakhun menyampaikan bahwa nasionalisme bukan sekadar simbol atau atribut, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, nasionalisme hidup dan bermakna ketika pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Memaknai nasionalisme berarti memaknai kepentingan rakyat. Nasionalisme hadir ketika pembangunan memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Misbakhun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa Partai Golkar hadir sebagai partai yang mengusung ideologi kerakyatan dan melingkupi seluruh kepentingan rakyat. Rekam jejak panjang Golkar dalam pemerintahan, lanjutnya, selalu diarahkan pada upaya membangun masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan nasional.
“Golkar memiliki sejarah panjang dalam pembangunan nasional. Seluruh kontribusi itu dilakukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera,” tambahnya.
Dalam perjalanan pengabdiannya sebagai wakil rakyat, Misbakhun menegaskan pentingnya nilai gotong royong, inklusivitas, dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan pembangunan. Ia menekankan bahwa politik harus dimaknai sebagai instrumen untuk menghadirkan solusi atas kebutuhan riil masyarakat.
Berbagai sektor strategis seperti pendidikan, penerangan, transportasi, dan layanan dasar lainnya, menurutnya, merupakan isu-isu utama yang harus terus diperjuangkan demi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai masyarakat berhak menilai wakil rakyat dari karya dan kontribusi nyata yang diberikan kepada daerah.
“Masyarakat tidak bertanya siapa kita, tetapi apa yang sudah kita perbuat dan berikan untuk daerah,” tegasnya.
Sebagai Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun menyadari bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Ideologi, menurutnya, hanya akan bermakna apabila diwujudkan melalui partisipasi rakyat dan diskusi terbuka tentang arah pembangunan bangsa.













