Garudaxpose.com | Inderalaya. – Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar Wisuda ke-182, dalam Wisuda tersebut hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, serta Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki, S.E., M.Si. Dan OPD lainya, dalam acara Wisuda ke-182 Sesi 1 Universitas Sriwijaya (Unsri) yang digelar di Indralaya, Ogan Ilir, Rabu (11/02/26).

Kehadiran dua tokoh penting ini memberikan motivasi besar bagi ratusan wisudawan yang telah resmi menyandang gelar sarjana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam orasi ilmiahnya sebagai keynote speaker, Menko AHY memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan.
Dijelaskan AHY ada tiga poin utama dalam menghadapi masa depan Tren Global: Memahami peluang dan tantangan di tengah dinamika dunia, Optimisme Bangsa.
Membangun semangat kolektif untuk memajukan Indonesia dan Resiliensi: Mengubah ketidakpastian menjadi ketahanan nasional.
“Dinamika politik terus mengguncang dunia dan Indonesia tentu merasakan dampaknya. Namun, kita harus terus optimis untuk bertahan dan unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegas AHY.
Ia juga menambahkan bahwa investasi terbaik sebuah bangsa bukan hanya fisik, melainkan kualitas manusia.
“Universitas abadi adalah diri kita sendiri. Teruslah belajar, semoga Unsri semakin unggul.”
Senada dengan hal tersebut, Wagub Cik Ujang menyampaikan bahwa wisuda adalah tonggak sejarah penting bagi setiap individu.
“Keberhasilan ini bukan hanya milik pribadi, tetapi juga buah dari doa dan dukungan orang tua, keluarga, serta para pendidik. Jadikan semangat disiplin selama kuliah sebagai bekal di dunia kerja,” ujar Cik Ujang.
Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, SE., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran langsung Menko AHY dan Wagub Sumsel di tengah kesibukan mereka.
Kepada para wisudawan, Rektor menitipkan pesan mendalam “Selalu jaga nama baik almamater, jaga moral, dan nama baik orang tua. Berpikirlah secara inovatif (out of the box) agar sukses di masyarakat nanti,” ungkapnya.












