Garudaxpose.com | Palembang – Tekanan terhadap Disnakertrans Sumsel untuk membuka hasil investigasi maut di PT Pamapersada Nusantara (PTBA) semakin memanas. Presidium Jaringan Aktivis 98 (JA 98) Sumatera Selatan resmi mengambil sikap tegas mengawal kasus ini.
Ketua Presidium JA 98 Sumsel, Ramogers, SH., menegaskan bahwa persoalan K3 bukan sekadar urusan teknis dinas biasa, melainkan menyangkut nyawa manusia yang standarnya diatur secara internasional di bawah pengawasan dunia (WHO).
“Barang ini sudah terjadi, nyawa sudah melayang, dan investigasi lapangan sudah rampung. Saya tegaskan, masalah K3 itu urusan internasional, standarnya jelas di bawah WHO. Jangan jadikan ‘verifikasi’ sebagai alasan untuk menutup-nutupi fakta. Publik butuh kejelasan, bukan sandiwara birokrasi!” tegas Ramogers, SH. dengan nada bicara yang tajam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh Aktivis 98 ini juga menginstruksikan sekretarisnya, Rizky, beserta seluruh jaringan JA 98 untuk memantau ketat pergerakan Disnakertrans. Menurut Ramogers, SH., jika transparansi ini tetap dihambat, maka JA 98 tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah-langkah organisasi yang lebih besar.
Pimpinan Umum Media BBC, Nopri (Macan Tutul), menyambut baik instruksi tegas dari Ketua JA 98 Sumsel tersebut.
“Dukungan Bang Ramogers, SH. adalah sinyal bahwa ini sudah menjadi isu kemanusiaan dan pelanggaran aturan internasional. Jika tetap mandek di meja Kadis, kami bersama barisan JA 98 siap turun ke jalan untuk menyuarakan kebenaran,” ujar Nopri.
Langkah ini memperkuat rencana surat konfirmasi resmi yang akan segera dilayangkan Media BBC kepada Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, guna melaporkan tersumbatnya informasi di Disnakertrans.
(Red)













