KRISIS KEPERCAYAAN DI STIE WIDYA MANGGALIA: Mahasiswa Desak Transparansi dan Kepastian
BREBES,GarudaXpose.com-Mahasiswa STIE Widya Manggalia kembali beraksi, kali ini mereka mendatangi kantor pengelola yayasan di area kampus pada Minggu,28 Desember 2025. Aksi ini dipicu oleh ketidakjelasan jadwal kuliah dan nasib perkuliahan semester berjalan.
Mahasiswa menuntut pihak lembaga untuk memberikan klarifikasi dan kepastian terkait masalah yang terjadi di kampus. Mereka juga meminta lembaga untuk merilis secara resmi terkait tuntutan mahasiswa secara terbuka. Setidaknya ada empat poin utama yang menjadi tuntutan mahasiswa, yaitu: mempertanyakan kejelasan masalah yang terjadi di kampus, mempertanyakan nasib perkuliahan semester berjalan, memberi kepastian kapan dilaksanakan kuliah secara tatap muka, dan meminta lembaga merilis secara resmi terkait tuntutan mahasiswa secara terbuka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator aksi, Moh. Sakha Nusa Saputra, menyatakan bahwa aksi mahasiswa dipicu oleh pembatalan kuliah kelas sore secara tiba-tiba dan penggantian dengan perkuliahan online tanpa penjelasan resmi. “Sebelum tanggal 12 semua perkuliahan berjalan lancar, namun di hari itu kelas sore diliburkan secara tiba-tiba, kemudian hari senin tanggal 15 Desember hingga sekarang perkuliahan online, tapi sampai sekarang tidak ada pengumuman resmi bahkan tidak ada penjelasan resmi kenapa,” kata Sakha Nusa Saputra.
Mahasiswa juga menyoroti beberapa masalah lain, seperti penggembokan kampus dan pencopotan identitas kampus (STIE WIDYA MANGGALIA), hingga memaksa mahasiswa turun.
Pihak lembaga STIE Widya Manggalia telah menemui perwakilan mahasiswa dan menerima surat tuntutan. Ketua Lembaga, Dr. Lusia Wulandari Sutejo, menyatakan bahwa lembaga memahami dan menghargai aspirasi mahasiswa serta akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Lembaga berkomitmen memastikan bahwa kegiatan akademik dan pelayanan kepada mahasiswa tetap berjalan dengan baik, sambil bersama-sama menunggu penyelesaian melalui jalur yang tepat,” ujarnya.
Lembaga juga telah melaporkan permasalahan ini kepada pihak berwajib sejak tanggal 15 Desember 2025 dan proses hukum sedang berjalan. Pihak lembaga mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan sambil menunggu penyelesaian melalui jalur yang tepat. “Mari kita saling menjaga, mengedepankan dialog, dan mempercayakan penyelesaian permasalahan ini melalui mekanisme hukum yang berlaku demi kebaikan bersama,” tambah Dr. Lusia Wulandari Sutejo.
Ia juga berharap mahasiswa ikut bersama mengawal proses hukum yang sudah masuk ke kepolisian agar bisa segera ditangani lebih cepat lagi mengingat kegiatan akademik yang masih terus berjalan. “Lembaga menghormati sepenuhnya proses hukum tersebut dan berharap pihak kepolisian dapat menangani permasalahan ini secara profesional dan secepatnya, sehingga tercipta kepastian hukum dan rasa keadilan bagi seluruh pihak,” ujarnya.
(Agus)













