Ketua Dekranasda Bali Minta Para Seniman Ajegkan Gaya Lukisan Bali Asli

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Gianyar-Bali – Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster, mengajak para seniman lukis untuk terus menjaga dan mengajegkan gaya lukisan Bali asli sebagai wujud pelestarian akar tradisi. Hal itu disampaika9nnya saat membuka pameran lukisan Aboedt Art yang bertempat di Toko Seni Warna, Lodtunduh, Ubud, Gianyar, pada Sabtu (14/2).

Ia pun mengapresiasi inisiatif Aboedt yang berhasil mengumpulkan karya seni dan para seniman dalam satu ruang kebersamaan sebagai langkah penting memperkuat ekosistem seni lukis Bali di tengah dinamika pasar yang belum menentu.

Menurutnya, menjaga kualitas karya harus tetap menjadi prioritas meskipun kondisi pasar sedang sepi dan belum dapat dipastikan kapan kembali ramai. Pengalaman membuka program IKM Bali Bangkit saat masa pandemi menjadi bukti bahwa kesiapan para perajin dan seniman akan membuahkan hasil ketika situasi kembali pulih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena itu, pelestarian aliran seni lukis Bali harus terus dijaga, dengan akar tradisi yang kuat sebagai fondasi utama,” ujarnya seraya mencontohkan Gianyar yang dinilai luar biasa karena hampir setiap desa melahirkan seniman yang tetap berpegang pada akar budaya.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menekankan bahwa karya seni merupakan cerminan isi hati perupa. Para pelukis diminta terus berkarya dengan ketulusan karena hasil akhirnya merupakan bagian dari proses yang ditentukan oleh semesta.

“Kesabaran menjadi ujian utama dalam perjalanan berkesenian,” imbuhnya. Generasi muda pun diharapkan tetap menjaga dan mengembangkan gaya lukisan khas Keliki serta menemukan jati diri masing-masing sebagai pelukis.

Sementara itu, sang seniman Aboedt menyampaikan bahwa gerakan yang mereka bangun mengusung tema Kebangkitan Seni Warna Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kebangkitan ini lahir dari kondisi dunia seni yang sempat lesu sejak pandemi COVID-19.

“Kami mencoba bangkit bersama. Hari ini saya berkarya lebih bebas, tidak terikat pasar, dan menggunakan bahan berkualitas tinggi. Saya juga mengajak teman-teman untuk ikut bergerak bersama sebagai bagian dari semangat kebangkitan ini,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun kondisi saat ini masih sepi, para seniman harus tetap menjaga kualitas karya dan tidak tergoda untuk mengobral lukisan.

“Jangan sampai kita sendiri merusak nilai karya kita. Kualitas harus dijaga. Mungkin sekarang belum banyak terjual, tetapi ke depan pasti ada waktunya,” katanya. Ia juga berharap ada pengaturan yang lebih baik terkait sistem komisi bagi pemandu atau perantara agar tidak merugikan seniman maupun merusak ekosistem seni.

Ny. Putri Koster turut menyampaikan terima kasih kepada Aboedt yang telah merangkul para seniman untuk terus berkarya bersama. Ia mengajak masyarakat untuk menghargai setiap karya seni karena pada dasarnya semua kembali pada selera masing-masing. Ke depan, ia juga mendorong rencana pengumpulan para seniman dalam sebuah pameran virtual sebagai upaya memperluas apresiasi sekaligus memperkenalkan karya lukis Bali kepada publik yang lebih luas. (Mul/TRa).


Ny. Putri Koster Saksikan Pementasan Drama “Blanjong”

Hidupkan Jejak Sejarah Bali dalam Bulan Bahasa Bali ke-VIII

Garudaxpose.com | Denpasar -Bali – Dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII yang diselenggarakan sepanjang Februari, Pemerintah Provinsi Bali mengangkat tema “Atma Kerthi – Udianning Purnaning Jiwa”, yang bermakna pemuliaan jiwa untuk mencapai kesempurnaan hidup. Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan melestarikan, menguatkan, serta menghidupkan kembali bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui pendekatan budaya dan seni pertunjukan.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah pementasan sesolahan drama oleh Teater Agustus yang membawakan karya berjudul “Blanjong” (Sayong ri Singha Dwara Pura). Pementasan ini disaksikan langsung oleh Putri Koster di Gedung Kertha Sabha, Provinsi Bali, pada Sabtu (14/2).

 

Drama “Blanjong” merupakan garapan semi-dokumenter yang memadukan fakta sejarah dengan fiksi dramaturgi sehingga menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya artistik, tetapi juga sarat nilai edukasi. Kisah yang diangkat berlandaskan pada keberadaan Prasasti Blanjong, sebuah prasasti batu karang yang menjadi salah satu peninggalan tertua di Bali dan ditemukan di wilayah Sanur.

Prasasti yang telah berusia sekitar 1.112 tahun tersebut menjadi bukti sejarah penting keberadaan Kerajaan Singha Dwara Pura yang dipimpin oleh Raja Sri Kesari Warmadewa. Melalui dramatisasi ini, nilai-nilai sejarah dihidupkan kembali dalam bentuk seni pertunjukan sehingga dapat lebih mudah dipahami dan diapresiasi oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

 

Pementasan ini menjadi wujud nyata komitmen pelestarian warisan budaya Bali sekaligus memperkuat peran seni sebagai media edukasi, refleksi, dan pemuliaan jati diri budaya Bali, sejalan dengan semangat Bulan Bahasa Bali ke-VIII. (eka/Tra).


Ibu Putri Koster Ingatkan Perbedaan Budaya adalah Kebanggaan Harus Dirawat

Garudaxposr.com l Denpasar-Bali – Pendamping Gubernur Bali, Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang juga dikenal sebagai seniman multitalenta, mengajak generasi Pulau Dewata untuk menjaga kebudayaan Bali dengan bangga menggunakan bahasa lokal di daerah sendiri.

Selain itu, kebanggaan menggunakan busana Bali sekaligus mengenal aksara Bali tentu menjadi kebiasaan yang harus terus ditanamkan, sehingga kita mampu menjaga jati diri budaya Bali dengan keberagaman yang kita miliki.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2).

“Bali tentu kita ketahui sebagai daerah pariwisata dan wajah Indonesia dengan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Masuknya budaya Barat, saya harapkan tidak menjadikan generasi muda Bali lupa akan kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang dimiliki, terutama pada busana, aksara, dan bahasa daerah Bali,” ungkap Ibu Putri Koster.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan budaya kita ini? Antara Bali dengan daerah lain tentu memiliki perbedaan budaya sebagai ciri khas yang melekat. Namun, perbedaan tersebut sudah tentu menjadi kebanggaan yang harus kita jaga dan rawat sebagai kekayaan, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tegasnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan serangkaian Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Dalam seminar yang mengangkat tajuk “Aksara Kawi” ini, salah satu narasumber, Gede Suarbawa, menjelaskan bahwa dalam sejarah sistem aksara di Indonesia dikenal tiga sistem yang pengaruhnya meluas dan mendalam dalam pembentukan tradisi keberaksaraan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga sistem aksara tersebut adalah Pallawa, Arab, dan Latin.

Di samping itu, terdapat sistem lain yang dijumpai dalam tinggalan arkeologi Indonesia yang pengaruhnya tidak mendalam dan tidak berkelanjutan, yaitu aksara Siddhamatrka/Pre-Nagari dan aksara Cina.

“Aksara Pallawa memiliki sejarah panjang dalam dunia pertulisan di Indonesia. Aksara ini digunakan pada prasasti tertua dari Muara Kaman, Kutai, yang memuat informasi tentang kebesaran Raja Mulawarman, serta di Jawa Barat tentang Raja Purnawarman yang prasastinya menggunakan aksara dasar Pallawa. Pada masa-masa selanjutnya, di tempat lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, sistem aksara ini mengalami transformasi menjadi aksara Kawi,” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya Seminar Aksara Kawi ini, diharapkan tradisi dan kebudayaan kita sebagai bangsa yang beragam dan penuh warna semakin kuat, namun tetap hidup rukun berdampingan dengan rasa toleransi yang tinggi.(tutt/Tra,).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masalah K3 Urusan Internasional, Jangan Main-main dengan Nyawa, Ketua JA 98 Sumsel Warning Disnaker
Gubernur Koster Membaur Akrab Bersama Ribuan Peserta Fun Run 2026
Diduga Akibat Pengerjaannya Tidak Sesuai RAB, Robohnya Tribun Lapangan Bola Desa Talang Nangka
Sambut Ramadhan 1447 H, Warga Blok F Mulya Asri 2, Gelar Tawaqufan, Akhirussanah dan Santunan Anak Yatim
Netralisir Sungai Cisadane, Banksasuci Larutkan 20 Ton Eco Enzyme 
Anggota Polsek Sukapura Dampingi GMBQ Salurkan Al-Qur’an di Desa Sapikerep
Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
Perampasan Lahan Sebagai Sisa-sisa Kolonial: Kebutuhan Mendesak Mendekolonialisasi Hukum Agraria Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:01 WIB

Masalah K3 Urusan Internasional, Jangan Main-main dengan Nyawa, Ketua JA 98 Sumsel Warning Disnaker

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:07 WIB

Ketua Dekranasda Bali Minta Para Seniman Ajegkan Gaya Lukisan Bali Asli

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:04 WIB

Diduga Akibat Pengerjaannya Tidak Sesuai RAB, Robohnya Tribun Lapangan Bola Desa Talang Nangka

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:53 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Warga Blok F Mulya Asri 2, Gelar Tawaqufan, Akhirussanah dan Santunan Anak Yatim

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:31 WIB

Netralisir Sungai Cisadane, Banksasuci Larutkan 20 Ton Eco Enzyme 

Berita Terbaru

TNI POLRI

Komsos Dengan Warga, Babinsa Koramil Rutin Pantau Wilayah Binaan

Minggu, 15 Feb 2026 - 14:41 WIB

TNI POLRI

Tingkatkan Kemananan, Babinsa Gelar Patroli Bersama Komduk

Minggu, 15 Feb 2026 - 14:37 WIB