Cek Fakta: Tidak Benar Ada Helikopter Jatuh Saat Kunjungan Bencana Semeru

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Beredar video dan unggahan di media sosial TikTok yang menyebutkan adanya helikopter jatuh saat kunjungan ke lokasi bencana Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Unggahan tersebut disertai tulisan yang tidak jelas serta beragam komentar warganet yang memicu kebingungan.

Di kolom komentar, sebagian warganet mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dengan menulis, “kejadian di mana?” dan “yang mana ini?”. Ada pula komentar singkat seperti “helikopternya,” tanpa penjelasan. Bahkan, terdapat komentar yang menyebut, “di India kejadiannya,” namun tanpa menyertakan sumber yang bisa dipastikan kebenarannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi di Lumajang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami pastikan tidak ada kejadian helikopter jatuh di Kabupaten Lumajang, khususnya yang dikaitkan dengan kunjungan penanganan bencana Gunung Semeru,” jelas Mustaqim saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun lembaga kebencanaan terkait insiden kecelakaan helikopter di wilayah Lumajang. Seluruh aktivitas kunjungan ke kawasan bencana selalu dilakukan dengan pengamanan dan prosedur keselamatan yang ketat.

Mustaqim juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial, terutama jika tidak disertai keterangan waktu, lokasi, dan sumber yang jelas.

“Komentar di media sosial bukan sumber informasi resmi. Jika ragu, sebaiknya cek dulu ke kanal resmi pemerintah atau media terpercaya,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kominfo terus mengajak masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

“Saring sebelum sharing. Dengan begitu, kita ikut menjaga ketenangan dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang keliru, serta selalu mengutamakan informasi dari sumber yang jelas dan dapat dipercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara
Camat Jayanti dan Kapolsek Sambangi Rumah Dua Bocah Korban Tenggelam di Kali Cidurian
DOUBLE JABATAN, KASI PELAYANAN DESA KROCOK JADI WARTAWAN: Konflik Kepentingan Mengancam?
Solidaritas Kemanusiaan, DPC Hiswana Migas Tangerang Beri Bantuan Bencana Aceh dan Sumatra
Razia Balap Liar, Polres Lumajang Amankan Lima Sepeda Motor
Sambut HUT Kota Tangerang Ke-33, Banksasuci Tanam 3.300 Pohon
Sampah Jadi Persoalan, Di Duga DLH Kota Tangsel Tutup Mata
Truk Kontainer Terguling di Pantura Brebes, Kemacetan Parah!

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:46 WIB

Camat Jayanti dan Kapolsek Sambangi Rumah Dua Bocah Korban Tenggelam di Kali Cidurian

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:10 WIB

DOUBLE JABATAN, KASI PELAYANAN DESA KROCOK JADI WARTAWAN: Konflik Kepentingan Mengancam?

Senin, 19 Januari 2026 - 13:49 WIB

Solidaritas Kemanusiaan, DPC Hiswana Migas Tangerang Beri Bantuan Bencana Aceh dan Sumatra

Senin, 19 Januari 2026 - 01:22 WIB

Cek Fakta: Tidak Benar Ada Helikopter Jatuh Saat Kunjungan Bencana Semeru

Minggu, 18 Januari 2026 - 02:43 WIB

Razia Balap Liar, Polres Lumajang Amankan Lima Sepeda Motor

Berita Terbaru

Politik

PSI Kersana Siap Bertarung di Pemilu 2029

Jumat, 23 Jan 2026 - 00:15 WIB