GarudaXpose.com I Lumajang – Capaian komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Lumajang sepanjang tahun 2025 menandai fase penting transformasi informasi pemerintah dari sekadar penyampai aktivitas menjadi instrumen strategis pembangunan sosial. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pemberitaan Lumajang yang disalurkan melalui kanal daerah hingga nasional berhasil menjangkau lebih dari 13,7 juta pembaca, mempertegas peran Lumajang dalam merawat Indonesia melalui jurnalisme yang mencerahkan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menjelaskan bahwa berdasarkan rekapitulasi data resmi, Portal Berita Lumajang memproduksi 2.910 berita dengan total pembaca 2.801.136 kali. Sementara pada level nasional, kontribusi Lumajang melalui Portal Berita InfoPublik tercatat 1.574 berita dengan jumlah pembaca mencapai 10.923.417 kali.
“Jika digabungkan, total jangkauan pembaca pemberitaan Lumajang sepanjang 2025 mencapai 13.724.553 kali dibaca. Data tersebut bersumber dari dashboard statistik resmi Portal Berita Lumajang dan Portal InfoPublik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, sehingga mencerminkan capaian yang terukur dan akuntabel,” kata disaat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (8/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mustaqim, angka tersebut tidak dapat dimaknai semata sebagai popularitas konten, melainkan sebagai indikator meningkatnya literasi publik dan kepercayaan masyarakat terhadap informasi pemerintah yang disajikan secara utuh, jernih, dan bertanggung jawab.
“Jutaan pembaca ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan narasi kebijakan yang mampu menjelaskan arah pembangunan, bukan sekadar mengabarkan peristiwa. Di situlah peran komunikasi publik menjadi sangat strategis,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi lintas aktor komunikasi publik. Produksi dan distribusi informasi di Lumajang digerakkan secara kolektif oleh Media Center Diskominfo Lumajang, kehumasan perangkat daerah, Penerangan Kodim 0821, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) desa, insan pers, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang secara konsisten menjaga kualitas dan etika informasi.
“Atas capaian ini, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra komunikasi publik. Ini adalah kerja bersama dalam menjaga ruang informasi agar tetap sehat, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Mustaqim.
Lebih jauh, Mustaqim menekankan bahwa Lumajang secara sadar menempatkan komunikasi publik sebagai bagian dari upaya merawat Indonesia melalui jurnalisme pencerahan. Setiap produk berita diarahkan membawa nilai 3E + 1N, yakni educating untuk meningkatkan pemahaman publik, empowering untuk mendorong partisipasi masyarakat, enlightening untuk mencerahkan nalar dan cara pandang, serta nationalism untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan.
Dalam konteks tersebut, Lumajang mengusung semangat “Satukan Narasi, Kuatkan Literasi” sebagai fondasi komunikasi publik. Penyatuan narasi diperlukan agar pesan pembangunan tidak terfragmentasi, sementara penguatan literasi menjadi kunci agar masyarakat mampu memilah informasi secara kritis di tengah derasnya arus digital dan disinformasi.
“Lebih dari 13,7 juta pembaca ini adalah amanah besar. Artinya, setiap informasi yang kami sajikan harus berdampak, mencerahkan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap negara,” tegasnya.
Melalui penguatan jurnalisme pencerahan yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa komunikasi publik bukan sekadar pelengkap birokrasi, melainkan pilar penting pembangunan untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat literasi masyarakat, dan menjaga Indonesia dari daerah.













